Destiny Chooses

Destiny Chooses
Masalalu lagi dan lagi


__ADS_3

Archan membawa Alleta pulang ke mansionnya, dari perjalanan pulang sampai dikediaman Archan, mereka berdua hanya diam dalam fikiran masing-masing.


Sampai malam hari Archan merawat Alleta, begitu juga dipagi hari Archan merawat Alleta lagi dan lagi. Archan menyerahkan urusan kantor pada Rico dan Aldy jadi Archan hanya memfokuskan kesembuhan Alleta.


Hari ini sudah menjadi hari ke tiga Alleta dirawat oleh Archan tanpa bantuan orang lain.


Tringg.


Tringg.


Alleta terbangun dari tidurnya karena mendengar dering handphone yang sangat mengganggu ditelinganya.


Plak ... plak ... Alleta menepuk-nepuk nakas disamping kasurnya mencari keberadaan handphonenya, ketika sudah dapat Alleta langsung mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa orang yang sudah mengganggunya.


" Halo, apa kau tidak punya waktu istirahat sehingga mengganggu tidurku dimalam hari. " pekik Alleta masih memejamkan matanya.


Disebrang sana Alvaro mengernyitkan dahinya, " Malam. " dersis Alvaro pelan.


" Apa kamu masih didunia mimpimu. coba kamu buka matamu matahari sudah mulai naik sekarang. " ucap Alvaro.


Alleta terbelalak sehingga ia langsung terduduk, " Alvaro " panggil Alleta.


" Kebiasaan ... pasti matanya baru dibuka. " batin Alvaro tertawa.


" Iya ini aku, Apa kamu sudah bangun? " tanya Alvaro.


" Hehe ... jika aku belum bangun bagaimana bisa aku mengangkat teleponmu sayang. " ucap Alleta cengengesan.

__ADS_1


" Tentu kau sudah bangun, itu karena suara telepon yang menggangumu Nyonya Fai. " batin Alvaro kembali tertawa.


" Benarkah? "


" Apa kamu tidak percaya. "


" Tentu saja aku sangat-sangat sangat-sangat sangat-sangat tidak percaya. " ucap Alvaro dengan memperbanyak kata sangat.


" Alvaro. " pekik Alleta.


" Hahahaha .... " Alvaro hanya menanggapinya dengan tertawa.


" Kapan kamu pulang? " tanya Alleta.


Raut wajah Alvaro menjadi berubah seketika, mungkin Alleta akan kecewa karena Alvaro tidak bisa bersamanya tapi harus bagaimana lagi Alvaro harus menjaga Ibunya sampai benar-benar siuman, " mungkin seminggu lagi. " jawab Alvaro pelan.


Alleta tahu Alvaro sedang merawat ibunya tapi Alleta tidak bisa menahan rasa kesalnya saat mendengar dia akan pulang dalam satu minggu kedepan, itu akan semakin membuat Alleta tertekan jika terus-terusan berada di Indonesia tanpa dirinya.


Disebrang Alvaro menghembuskan nafas berat lalu memejamkan mata nya sejenak, " Maafkan aku All. " lirih Alvaro memijat hidung nya yang terasa pusing.


Alleta POV.


Aku menghempas ponselku kesembarang tempat, apa aku marah karena Alvaro? Rasanya tidak. aku merasakan ada yang berubah dariku, maka dari itu aku marah. Entah apa yang sedang terjadi, teringat kenangan masa lalu hinggap di fikiranku! Akh sial ... kenapa aku terlalu banyak mengenang masa lalu, diriku sudah dimasa kini tapi kenapa bayangan masa lalu selalu menghampiriku.


Palkan.


Kenapa nama itu kembali datang diingataku, apa yang sudah terucap dari mulutku hingga aku mengingat nama itu lagi. nama itu sudah lenyap saat aku menginjak usia 14 tahun, Aku benci Palkan.

__ADS_1


" Apa benar aku membencimu. " lirihku.


Archan POV


Aku sudah menyuruh Bik Mirna untuk membantuku memasak sup ayam, lebih tepatnya aku yang membantunya. Sudah dari jam 06:30 aku dan Bik Mirna menyiapkan bahan dan juga mengiris bahan-bahan untuk dibuat sup sampai akhirnya kami mulai memasak. Aku hanya menolong sedikit yang lain biarkan Bik Mirna yang membuatnya, sampai dijam 07:45 masakan kami selesai juga, disini ada usaha campur tanganku jadi masakkan ini aku juga yang membuatnya walau aku tidak memasaknya dan hanya mengiris sayurannya saja.


Aku berjalan menuju kamarmu sembari membawakan sup ayam yang aku janjikan semalam denganmu, tapi kau masih asik teleponan dengan Alputra. Ku biarkan ... aku akan menunggumu hingga perbincangan kalian selesai, tapi kenapa rasanya langkahku mambatu disudut pintu ini ketika melihat raut wajahmu yang berubah saat mematikan sambungan telepon dari Alputra.


Bahkan aku sangat terkejut ketika kau melempar ponsel mu ke dinding, apa kau sedang ada masalah? Apa Alputra membuat mu marah? Atau kau kesal karena Alputra jauh darimu? Apakah kau tidak nyaman berada disisiku? Dan lagi siapa orang yang kau benci Al?


Kenapa semua pertanyaan ini hanya bisa kuungkapan didalam hati saja, kenapa aku tidak mau mengganggumu dengan pertanyaan-pertanyaan ku ini.


.


.


.


.


Mohon dukungannya semua.


Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang.


Happy Reading ........ o(〃^▽^〃)o


 

__ADS_1


__ADS_2