
Abian, Theo, Bryan, dan juga seluruh anggota dari geng Sky Bruiser, saat ini sedang bermain bola bersama di lapangan besar alun-alun kota Batam.
Mereka semua bermain dengan riang, tawa dan senyum bahagia pun tak lepas dari wajah para anggota geng kuat itu.
Namun, disaat seluruh anggotanya sedang bersenang-senang, Erick Si Ketua Geng malah duduk dengan wajah murung di pinggir lapangan.
Dia sudah terlihat seperti itu sejak pembahasan mengenai balapan nanti malam dengan geng Dragon Red selesai.
Karena terus murung dan terlihat begitu lesu, akhirnya tiga orang yang merupakan pilar utama geng Sky Bruiser menghampiri ketua mereka itu.
"Bos! Luh kenapa? Kok keliatan murung terus?" tanya Bryan dengan aksi menepuk pundak Erick. Tapi, selang beberapa waktu tidak ada respon balik dari Erick, Si Ketua Geng hanya diam.
Melihat hal itu, Abian, Theo, dan Bryan saling pandang satu sama lain dengan wajah bingung, "Ada apa dengannya?" lirih Theo, dan dua orang lainnya itu pun langsung menggelengkan kepala mereka tanda tidak tahu.
"Emm ... Erick, luh udah makan? Kalau belum biar gue beliin, ya?" Kini Abian berusaha mengalihkan pembicaraan dengan sebuah pertanyaan.
Kali ini, Erick akhirnya merespon perkataan dari Si Wakilnya itu, tapi bukan respon yang baik. Erick malah memukul kepala Abian.
"Aduh!" teriak Abian yang kesakitan sembari mengelus-elus kepalanya itu.
"Apaan sih luh? Geli gue dengarnya luh nanya gitu, udah kayak mantan-mantan gue aja luh!" ujar Erick dengan nada marah sekaligus geli.
Melihat hal itu, Theo dan Bryan pun tertawa ngakak, sementara Abian masih meringis kesakitan karena ulah Erick tadi.
"Hmm ... Ngomong-ngomong soal cewek nih ya, gimana tuan muda hubungan luh sama Si Wanita Malaikat itu? Emm ... Kalau gak salah namanya Navya, kan?" Ketika ketuanya mengatakan kata mantan, Theo pun menjadi penasaran tentang hubungan Erick dengan Si Angel Girl itu.
Karena beberapa hari yang lalu mereka sempat membicarakan Navya, sekaligus mereka juga memberikan tantangan kepada Erick untuk bisa mengencani gadis cantik dan baik tersebut.
Mendengar pertanyaan dari Theo itu, Erick kembali terdiam, dan membuat Theo menjadi was-was, karena berpikir mungkin dia telah mengatakan hal yang salah.
Siapa yang tidak akan takut, dan was-was ketika orang yang seperti Erick sedang murung, lalu tiba-tiba dibuat begitu kesal? Kurasa tidak akan ada yang berani dengannya di saat itu.
__ADS_1
Namun, ternyata kekhawatiran mereka tidak terjadi, karena setelah terdiam cukup lama, Erick pun akhirnya berbicara.
"Kalian tahu? Sebenarnya aku sempat ingin melakukan apa yang kalian katakan beberapa hari yang lalu, yaitu memacari Navya. Tapi, pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak melakukan hal itu. Navya, wanita itu terlalu baik dan tulus untuk gue jadikan korban selanjutnya. Dia tidak pantas untuk ku perlakukan dengan jahat!" jelas Erick menjawab pertanyaan yang Theo lontarkan.
Erick kembali diam selama beberapa saat, hingga akhirnya dia pun kembali melanjutkan kalimatnya, "Tadi malam, gue sudah putuskan untuk menjauh dari Si Angel Girl itu! Karena seorang devil seperti gue, tidak akan mungkin bisa bersanding dengan seorang angel sepertinya," ucap Erick dengan nada bicara yang datar.
Secara tidak sengaja, wajah Erick yang murung menjadi semakin murung, bahkan Erick pun tidak menyadari akan hal itu.
Ketiga rekannya yang melihat perubahan raut wajah dari Sang Ketuanya itu, akhirnya tahu apa penyebab dari murungnya wajah Erick sejak tadi.
"Sepertinya, dia lagi patah hati!"
"Tuan muda peduli padanya!"
"Ada yang sedang bimbang nih!"
Itulah kalimat-kalimat yang Abian, Theo, dan Bryan ucapkan dalam hati mereka. Tanpa sadar senyum kecil pun terukir di wajah mereka bertiga.
Malam hari tiba dengan begitu cepat, dan saat ini, balapan yang akan diikuti oleh Erick, dan juga ketua geng Dragon Red akan berlangsung.
Semua penonton dari setiap kubu sudah memenuhi area balapan, yang sebenarnya merupakan jalan raya yang memang sepi.
Kedua orang yang akan menjadi bintang utama malam hari ini dalam balapan pun sudah berada di belakang garis start, dengan motor milik mereka masing-masing.
Bbrruummmm ... Bbrruummmm ...
Suara dari motor yang di gas pun sudah memenuhi area balapan yang ricuh. Semua penonton bersorak dengan riang.
"Kalahkan mereka bos Erick!" teriak semua kubu pendukung dari geng Sky Bruiser, "Kalahkan dia, bos Axel!" sahut kubu pendukung dari geng Dragon Red.
Sahut menyahut teriakan pun terus terjadi diantara mereka semua, hingga akhirnya suara dari seorang wanita membuat suasana hening dalam beberapa saat.
__ADS_1
Wanita itu adalah wanita pemegang bendera sebagai tanda untuk memulai pertandingan.
"Ketua geng Sky Bruiser, siap?" tanya wanita itu dengan nada bicara yang bersemangat, Erick pun menganggukkan kepalanya.
"Ketua geng Dragon Red, siap?" tanya wanita itu lagi, dan kali ini dia bertanya kepada Alex—ketua geng Dragon Red, mendengar pertanyaan itu Alex juga menganggukkan kepalanya.
"Baiklah! 3 ...." Wanita itu mulai menghitung mundur sebelum balapan di mulai, di hitungan ketiga itu, baik Erick maupun Alex langsung menutup kaca help mereka.
"2 ...." Kedua peserta menarik gas sekaligus menekan rem secara bersamaan, "1 ... Mulai!" Wanita pemegang bendera itu melepaskan bendera yang dia pegang.
Segera setelah bendera dilepaskan, Erick dan Alex langsung berhenti menekan rem, membuat motor mereka berdua langsung melaju dengan cepat, bahkan mereka sudah meninggalkan garis start sebelum bendera jatuh ke tanah.
Saat kedua ketua geng itu melaju, suara sorakan yang sempat berhenti kembali bersuara dengan sangat ricuh. Mereka semua mendukung ketua mereka masing-masing dengan bersemangat.
Disisi lain, Erick dan Alex sedang melajukan motor mereka dengan kecepatan penuh. Saling menyusul dan berganti-ganti posisi pertama terus terjadi diantara mereka berdua.
Dalam semenit pertama, Erick lah orang yang memimpin balapan. Tapi, di menit selanjutnya Alex memimpin balapan hingga setengah jalan.
Bbrruummmm ...
Erick menambah kecepatannya, membuat posisi pertama yang diduduki oleh Alex digantikan oleh dirinya. Setelah setengah jalan, Erick lah yang terus menguasai arena balapan.
Namun, saat tinggal 100 meter saja dari garis finish, Alex memotong jalan Erick sehingga dirinya lah yang berada di paling depan.
Beruntungnya, kemampuan Erick jauh lebih unggul dibandingkan dengan Alex, hal tersebut membuat Erick dapat kembali ke posisi pertama di detik-detik terakhir. Membuat dirinya menjadi pemenang dalam balapan tersebut.
"Yeaayyyy ... Bos Erick!"
"Bos Erick menang!"
Semua pendukung geng Sky Bruiser bersorak bahagia, mereka melompat-lompat kegirangan.
__ADS_1
Abian, Theo, dan Bryan langsung berlari untuk menghampiri Erick Si Ketua geng mereka yang berhasil menjadi pemenang dalam pertandingan balap tersebut. Mereka menghampiri Erick yang berhenti sedikit jauh dari garis finish, karena dengan kecepatan seperti tadi, memang akan sulit untuk menghentikan laju motor.