Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 23. Kecurangan Rayn


__ADS_3

Rayn menarik tangan Caera sampai ke belakang gedung aula, tempat yang bisa dibilang sangat sepi, tidak ada siapapun di sana saat ini.


Karena merasa sudah aman, Si Ketua Osis itu pun melepaskan tangan Caera yang terus dia tarik sedari tadi.


"Ada apa sih? Kok kamu main narik-narik aja?!" Dengan suara yang besar, Caera marah kepada pria yang sudah seenak-enaknya menarik tangan miliknya tersebut. Meski Rayn adalah seorang ketua OSIS, tapi menarik tangan wanita begitu saja adalah hal yang lancang, kan?


"Maaf Caera, tapi aku terpaksa ngelakuin hal itu, karena kalau aku bicarakan hal ini disana, maka orang lain dapat mendengarnya," balas Rayn.


Caera menaikkan salah satu alisnya, dia begitu bingung, "Memangnya hal sepenting apa yang ingin kamu bicarakan padaku?" untuk sekian kalinya, Caera lagi-lagi bertanya. Dan untuk kali ini, akhirnya Rayn menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sahabat Navya tersebut.


"Aku tahu kalau saat ini kamu lagi sedih, kan? Karena seharusnya yang maju ke ronde akhir adalah kamu, Navya, dan aku. Tapi, malah Erick yang maju, bukankah kamu sangat kesal karena hal itu?" ucap Rayn dengan nada bicara yang seperti sedang memprovokasi.


Namun, dengan entengnya Caera langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak, karena aku sendiri mengakui bahwa Erick memang lebih pintar dariku. Dia pantas untuk maju ke ronde selanjutnya kok!" balas Caera yang tidak terprovokasi sama sekali.


Mendengar hal itu, tentu saja Rayn menjadi semakin kesal, tapi dia tidak akan pantang menyerah untuk melakukan aksinya.


"Begini saja, mungkin kamu memang tidak peduli dengan hasil kali ini, tapi bagaimana dengan hasil nanti? Posisi Navya sebagai kandidat juara akan terancam, apakah kamu mau hal itu terjadi?" Rayn kembali berbicara dengan nada yang terdengar begitu memprovokasi.


"Maksudmu?" lirih Navya tak mengerti.


"Jadi gini, aku yakin banget kalau kamu ingin Navya yang mewakilkan sekolah kita, pada ajang cerdas cermat sekota Batam nanti. Begitupun dengan diriku, tidak masalah jika aku kalah dari Navya, tapi aku tidak terima jika harus kalah dari Si Anak Baru itu! Oleh karena itu, maukah kamu bekerjasama denganku untuk menyingkirkan Erick?" Tidak ingin bertele-tele lagi, Rayn pun langsung menjelaskan maksudnya.


"Menyingkirkan Erick? Bagaimana caranya? Tidak ... Maksudku, apa maksudmu? Aku tidak mengerti!" Caera dibuat semakin pusing.


Rayn tersenyum licik, "Bagaimana caranya, kan? Pada ronde terakhir yang dilakukan besok, teknik yang digunakan kembali menggunakan kertas."


"Namun, ada hal yang membuatnya berbeda dari cara di babak penyisihan pertama, yaitu soalnya. Besok para peserta akan diberikan 20 soal yang berbeda-beda, tapi tetap dengan tingkat kesulitan yang sama. Rencananya adalah, kita tukar soal yang akan diberikan kepada Erick, dengan soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Dengan begitu Si Anak Baru akan susah dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, lalu kemudian gagal!"


Rayn berbicara dengan suara yang pelan, agar tidak ada kemungkinan orang lain selain Caera dapat mendengar ucapannya.

__ADS_1


Raut wajah, dan nada bicara yang licik sangat jelas tergambar di wajah Si Ketua OSIS tersebut.


Mendengar semua ucapan Rayn itu, tentu saja Caera dibuat semakin tidak habis pikir. Kali ini Caera benar-benar kaget, dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar.


"Tunggu Rayn, bagaimana kamu bisa tahu tentang hal seperti itu? Bahkan pihak panitia belum memberitahunya!" ucap Caera dengan suara yang sedikit besar.


Karena suara Caera tersebut, secara spontan Rayn menutup mulut Caera dengan telunjuknya.


"Hhuussshh ...!" Rayn berdesis dengan wajah yang melihat ke setiap arah, memastikan bahwa benar-benar hanya mereka berdua saja yang ada di belakang gedung aula tersebut.


Perlahan Rayn mendekatkan wajahnya ke Caera, "Jangan bilang ke siapa-siapa, ya. Ini adalah rahasia kita berdua!" Dengan penekanan di setiap kata-katanya, Rayn berbicara pelan.


Karena begitu penasaran, akhirnya Caera langsung menganggukkan saja kepalanya.


"Jadi gini, sebenarnya aku memiliki hubungan yang sedikit spesial, dengan salah satu panitia pada pekan pendidikan kali ini, hubungan antara Si Pemberi Uang dan Si Penerima Uang," ujar Rayn menjelaskan dengan singkat.


Ketika mendengar hal tersebut, sontak kekagetan Caera telah melewati ambang batasnya, matanya membulat tak percaya.


Si Ketua OSIS yang selama ini dipuji karena sifat baiknya, ternyata memiliki sisi yang begitu buruk.


Disaat Caera masih diam membeku karena kaget, suara dari Rayn menyadarkannya, "Bagaimana?" tanya pria itu tentang rencananya tadi.


Sahabat Navya tersebut kembali diam, kali ini dirinya diam karena harus memikirkan tentang keputusan apa yang harus dia ambil.


Hingga pada akhirnya, wanita itu memberikan keputusannya dengan satu kalimat singkat, "Aku setuju!" seru Caera tanpa ragu. Mendengar hal itu, senyum semirik pun terbesit di wajah Rayn.


"Baiklah kalau begitu! Ayo, sekarang juga kita pergi ke ruang tata usaha!" ucap Rayn, dan tanpa aba-aba dia langsung melangkah pergi, melihat hal itu Caera pun langsung mengikuti Rayn.


......................

__ADS_1


Saat ini, Caera dan Rayn sudah berada tepat di depan pintu masuk ruang tata usaha. Ketika tiba disana, Caera langsung merasa ada yang aneh.


Ruang tata usaha yang biasanya ramai oleh guru ataupun murid, kini benar-benar sepi. Bahkan saat ini tidak ada satupun orang yang berlalu lalang di depan ruangan tersebut.


"Rayn! Kamu yakin ini aman? Pintunya pakai password loh, gimana cara bukanya?" bisik Caera benar-benar dengan suara yang pelan.


"Udah tenang aja!" balas Rayn dengan begitu santainya. Setelah mengatakan kalimatnya itu, Rayn langsung menekan beberapa digit angka yang ada pada kunci pintu ruang tata usaha itu.


Click ...


Password keamanan benar, dan perlahan pintu mulai sedikit terbuka ke dalam. Rayn tersenyum, sementara Caera lagi-lagi dibuat kaget.


"B–bagaimana bisa?!" kaget wanita itu tak percaya, tapi Rayn tidak menggubrisnya, dan langsung menarik pelan tangan Caera untuk masuk ke dalam ruangan tata usaha tersebut.


"Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini?!" Caera sudah tidak tahan untuk tidak bertanya, sehingga kali ini dia bertanya dengan tegas agar Rayn mau menjawabnya.


Semua ini benar-benar sangat membingungkan. Mulai dari area depan tata usaha yang sepi, ruang tata usaha yang kosong, hingga Rayn yang bisa tahu apa password kunci keamanan. Ini semua terlalu mudah dan mulus.


Bagaimana bisa, sekolah elit seperti SMA Jaya Sakti dapat dibobol dengan begitu mudah? Aksi mereka kali ini adalah sebuah tindak kejahatan. Apakah benar-benar akan berjalan semulus ini?


Namun, ketika mendengar ucapan Caera tadi, Rayn malah tersenyum dengan begitu bangga. "Kamu ingat hubungan spesial yang aku miliki dengan salah satu panitia?" tanya Rayn dan Caera dengan cepat mengangguk.


"Sebenarnya, aku ini bukan hanya memiliki hubungan spesial dengan salah satu panitia, melainkan ada juga dengan salah satu staf tata usaha di sekolah ini!" lanjut Rayn dengan pembawaan yang santai.


Kali ini, Caera sudah tidak dapat berkata-kata lagi, "Seberapa bahaya dan liciknya orang ini?!" lirih Caera di dalam hati kecilnya.


Caera pun terdiam, dia sudah tidak tahu harus mengatakan atau melakukan apa lagi setelah mendengar perkataan Rayn barusan.


"Caera! Kita tidak punya banyak waktu, sekarang cepat bantu aku, pindahkan soal-soal yang sudah ku siapkan ini ke komputer!" Rayn melihat jam di ponselnya, ternyata mereka telah menghabiskan waktu 5 menit tanpa melakukan apapun. Oleh karena itu dirinya berkata demikian.

__ADS_1


Karena tidak ingin ketahuan juga, jadi Caera kembali fokus ke rencana awal mereka. Dengan cepat, Caera mendiktekan soal-soal sulit untuk Erick yang telah disiapkan oleh Rayn, kemudian Rayn langsung mengetiknya ke komputer.


Selang beberapa menit, mereka berdua segera keluar dari ruang tata usaha tersebut setelah mengganti seluruh soal, yang harus Erick kerjakan besok pada lomba cerdas cermat.


__ADS_2