Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 38. Hal Mengejutkan Di Pesta Perusahaan


__ADS_3

"Bos, kami mendapatkan tangkapan besar! Kami tahu apa alasan mengapa selama ini Brady tidak pernah menunjukkan wajah anaknya itu ke depan publik!" seru seseorang dengan bersemangat, kemudian melanjutkannya kalimat selanjutnya dengan suara yang pelan.


"Jadi begitu, sungguh hal yang sangat menarik!" gumam orang lainnya setelah mendengar semua ucapan dari orang yang pertama bicara tadi.


......................


6 Agustus adalah tanggal pertemuan untuk para pemilik dari setiap perusahaan-perusahaan besar di Indonesia berkumpul bersama di suatu tempat.


Lalu saat ini tanggal itu pun telah tiba, dan Batam menjadi tuan rumah untuk pertemuan tersebut kali ini. Acara penting itu akan dilakukan di salah satu hotel bintang lima yang ada di Batam, Batam Marriott Hotel. Area kolam renang yang langsung berhadapan dengan laut menjadi titik utama dari pertemuan mewah itu.


"Brady! Mari bersulang sembari membicarakan tentang bisnis kita selanjutnya!" teriak seorang pria dengan tampilan sangat rapi, kepada orang yang sedang sangat disorot dalam pertemuan itu. Siapa lagi kalau bukan Brady, Batam adalah wilayah kekuasaan perusahaannya.


"Hai Pram! Lama tidak bertemu!" ucap Brady sembari menepuk pelan punggung orang yang memanggilnya tadi. "Tapi, bisnis apa yang kau maksud tadi itu?" lanjut Brady dengan tawa kecil.


Pram pun ikut tertawa, "Hanya bercanda. Namun, bukan ide yang buruk jika perusahaan kita berdua mulai bekerjasama, bukan?" candanya sambil menahan tawa, entah apa yang lucu.


"Ya, kurasa bisa jika perusahaanmu bukanlah di bidang pertambangan batu bara!" balas Brady yang kemudian tertawa semakin besar.


Ternyata inilah leluconnya, perusahaan Brady adalah perusahaan yang bekerja pada sektor pangan, tidak ada hubungannya jika bekerjasama dengan perusahaan milik Pram kawannya itu.


"Oh ya Brady, sedari tadi aku penasaran dengan pria muda yang berdiri di sampingmu, siapa dia?" tanya Pram saat menyadari sosok Erick yang sejak tadi selalu mengekori Brady.


Mendengar pertanyaan itu Brady pun tersenyum, lalu dia menarik putranya itu agar berada sedikit di depannya, "Dia adalah putraku!" Dengan bangga Brady memperkenalkan Erick.

__ADS_1


Ini merupakan kali pertama Brady membawa Erick ke pertemuan perusahaan ini. Jadi tidak heran jika hanya segelintir orang yang tahu tentang Erick putra dari keluarga Brady.


"Oh begitu ... Tapi kalau tidak salah, sebelumnya dirimu mengatakan bahwa putramu bersekolah di Swiss? Apa dia sedang liburan sekarang?" Pram kembali bertanya, dia sangat penasaran.


Pertanyaan Pram kali ini membuat Erick tertegun, dia tidak tahu bahwa ternyata selama ini orang tuanya mengatakan tentang hal itu kepada teman-teman mereka.


"Swiss? Aku bahkan sudah tidak pernah meninggalkan Indonesia lebih dari 3 tahun," lirih Erick di dalam hatinya, wajahnya yang dingin menjadi terlihat lebih dingin.


Sadar akan perubahan wajah Sang Putra, Brady pun ingin segera bicara dan menjelaskan kepada semua orang tentang situasi yang sebenarnya.


Namun, tiba-tiba saja Hendra muncul dan ikut campur dalam pembicaraan antara Brady dan Pram. "Wah ... Ternyata selama ini kau telah membohongi kami semua ya, Brady?" ucap Hendra seolah-olah memprovokasi.


Tentu ucapan Hendra tersebut membuat Brady dan juga Pram kaget, "Apa maksudmu?" tanya kedua orang itu hampir berbarengan.


"Hahaha ...." Hendra tertawa dengan sangat besar, membuat semua orang kini melihat ke arah mereka. "Jika Pram yang bertanya itu wajar, tapi mengapa kau ikut bertanya juga, Brady? Kan ini semua adalah naskah yang kau buat sendiri!" tutur Hendra yang membuat situasi semakin memanas.


Setelah semua mata telah tertuju padanya, Hendra pun mulai bicara dengan suara yang besar agar semua orang bisa mendengarnya.


"Di pertemuan kali ini, aku akan membagikan satu fakta yang sangat mengejutkan. Ini tentang anak tunggal keluarga Brady, Erick Brady Aditya. Dia merupakan seorang ketua geng motor yang sangat meresahkan di Batam. Hal itu menjadi alasan mengapa selama ini Brady tidak pernah menunjukkan anaknya kepada kita semua."


Semua orang terkejut mendengar apa yang Hendra katakan, termasuk Brady dan juga Erick. Disaat mereka masih sulit untuk mencerna kalimat Hendra, Hendra kembali bicara.


"Siapa yang sangka, kalau ternyata anak dari pengusaha paling sukses di Batam adalah seorang anak yang sangat nakal. Hubungan keluarga mereka tidak harmonis selama ini karena kenakalan anak mereka itu. Dan yang paling mengejutkannya lagi, Brady tidak mau menunjukkan anaknya kepada kita karena dia malu memiliki anak yang seperti Erick."

__ADS_1


Kalimat panjang dari Papa Navya itu kembali mengejutkan semua orang, semua orang yang mendengarnya hampir tidak percaya.


Kini semua orang terdiam, menunggu respon dari Brady maupun Erick. Karena mereka yang ada di sana adalah orang pintar, jadi mereka tidak akan hanya mendengar dari satu sudut pandang saja.


Setelah kesunyian melanda cukup lama, akhirnya Brady angkat bicara, "Apa yang dikatakan oleh Hendra itu semuanya benar, kini aku tidak akan mengatakan bahwa itu salah," ucap Brady dengan lantang.


Pernyataan Brady tersebut membuat semua orang yang ada di sana tidak habis pikir, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa ada hal seperti itu di dalam keluarga Brady yang selama ini mereka kira sangat sempurna.


Namun sebelum muncul tanggapan negatif dari para kolega bisnisnya, Brady dengan cepat melanjutkan kalimatnya.


"Tapi itu dulu. Dulu aku memang memiliki pemikiran yang sangat sempit tentang putraku, aku tidak tahu apa keinginan dia sebenarnya. Sampai suatu saat aku tahu, dan pada akhirnya aku menyesal karena memperlakukannya seperti itu. Dan untuk sekarang aku benar-benar bangga memiliki putra seperti Erick. Dia adalah anak kebanggaan bagiku!" jelas Brady panjang lebar dengan nada bicara yang sangat bangga.


Brady pun memegang pundak putranya, "Erick memang ketua geng motor, dia anak yang dingin, nakal, dan terkadang malas dalam belajar. Tapi dia juga anak yang pintar, bahkan dirinya baru saja memenangkan olimpiade sekota Batam, dirinya suka berbagi, dan juga memiliki sisi lembut dan sangat peduli!" lanjut Brady.


Brady mengatakan semua hal itu dengan rasa penuh bangga, dulu dirinya memang malu untuk mengakui Erick, tapi sekarang semua itu sudah berubah. Erick yang sekarang masihlah Erick yang dulu, yang membuatnya terasa berubah karena perbedaan perilaku orang tuanya saat ini.


Pproookkkk ... Pproookkkk ...


Selang beberapa saat setelah Brady selesai bicara, suara tepuk tangan memenuhi lokasi pertemuan itu, kini tidak ada lagi rasa menjanggal di pikiran para pengusaha tersebut. Keluarga Brady memanglah keluarga yang sempurna. Meski dulu belum tapi sekarang sudah.


"Kau memang layak menjadi pengusaha yang sukses, Brady! Dirimu berani mengakui kesalahan dan kini menjadikan keluarga sebagai sesuatu yang sangat berharga," ujar Pram disertai dengan aksi merangkul teman bisnisnya itu.


"Hendra, mengapa dirimu tahu banyak sekali tentang keluarga Brady yang bahkan kami sebagai teman dekatnya saja tidak tahu. Apa kau sengaja mencari tahu semua informasi ini untuk menjatuhkan Brady, seharusnya kau tahu kalau hal itu benar kau bisa dituntut kan?" sahut seorang wanita yang sejak tadi berdiri di sebelah Pram, dia adalah Prita, pengusaha wanita sekaligus pengacara yang hebat.

__ADS_1


Tentu mendengar apa yang Prita katakan, Hendra langsung terpaku. Dia diam tak bisa mengatakan apa pun, hingga pada akhirnya dia memilih pergi tanpa mengatakan satu kata pun.


Hendra pergi meninggalkan pertemuan tersebut, sementara yang lainnya kembali melanjutkan acara itu tanpa kehadiran Hendra.


__ADS_2