Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 33. Kembalinya Geng Black Mortal


__ADS_3

Saat ini SMA Jaya Sakti sudah mulai sepi, satu persatu orang meninggalkan sekolah tersebut, hingga hanya menyisakan anggota geng motor yang telah membuat kegaduhan disana, serta anak-anak Sky Bruiser yang sedang berdiri mengelilingi mereka.


Dengan tangan yang saling terikat, membuat mereka menjadi tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk kabur dari tempat itu.


Mata tajam dan penuh pertanyaan dari anak-anak Sky Bruiser terus menatap para berandalan yang telah terikat tersebut.


"Erick, apa kamu mengenal mereka?" gumam Navya yang berdiri di sebelah kanan Erick, Navya pun melihat satu persatu wajah dari orang-orang yang terikat itu, hal yang sama juga dilakukan oleh Caera dan Erick.


Selang beberapa saat Erick menggelengkan kepalanya, "Bahkan tak satu pun dari mereka yang aku kenal," ucap Erick menjawab pertanyaan Navya.


Jawaban tersebut membuat Navya dan Caera menjadi bingung. Jika memang benar Erick tidak mengenal mereka, maka geng motor itu bukan datang karena memiliki masalah dengan Erick. Lalu apa tujuan mereka melakukan ini semua?


"Bos, gue emang gak kenal sama wajah-wajah mereka ini, tapi rasanya wajah mereka terlihat tidak asing. Seolah-olah gue pernah bertemu dengan mereka beberapa kali," ungkap Bryan setelah cukup mengamati.


Mendengar penjelasan Bryan tersebut, Erick pun melangkahkan kakinya untuk semakin mendekat, lalu melihat satu persatu wajah orang yang telah diikat oleh teman gengnya dengan jarak yang sangat dekat.


Erick memegang dagunya sembari bergumam, "Kalau dilihat-lihat lagi, apa yang dikatakan oleh Bryan ada benarnya juga. Tapi dimana dan kapan kita melihat mereka?" ucapnya.


Dengan cepat Erick dan yang lainnya mulai mengingat-ingat wajah orang-orang yang ada di hadapan mereka, tapi pada akhirnya mereka tetap tidak bisa mengingat apa pun.


Theo menepuk tangannya dengan cukup keras, "Baiklah! Sebenarnya untuk apa kita repot-repot mencoba untuk mengingatnya? Mari kita tanya langsung saja ke mereka!" seru Theo yang tak ingin ambil pusing. Dan tentu saja perkataan Theo tersebut disetujui oleh semua orang.


Karena kondisi sekolah yang sudah sepi, mereka jadi bisa lebih leluasa untuk melakukan sesuatu, jadi mereka tidak akan ragu-ragu lagi.


"Siapa kalian? Dan katakan apa tujuan kalian membuat keributan disini?!" Pertanyaan pertama dan kedua langsung dilemparkan oleh Erick, dia berbicara dengan suara yang penuh penekanan. Namun pada akhirnya tidak ada jawaban yang keluar dari mulut orang-orang yang dirinya tanya.

__ADS_1


Melihat hal itu Erick bukannya marah, tapi dia malah tersenyum. Senyum yang mengerikan.


"Bawa mereka ke markas, kita korek semua informasi dari mereka disana!" seru Erick dan langsung diiyakan oleh anggota gengnya.


Salah satu anggota geng Sky Bruiser menelpon kenalannya yang memiliki mobil pickup. Ketika mobil itu datang, orang-orang yang terikat tersebut langsung diangkut.


2 Orang anggota geng Sky Bruiser berada di mobil pickup tersebut untuk mengawasi, lalu yang lainnya mengikuti dengan motor mereka masing-masing termasuk Erick.


Sementara Navya dan Caera memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


......................


Di markas geng Sky Bruiser yang terkenal kejam, para anggota geng yang telah membuat ricuh sekolah pemimpin geng kejam itu diikat ke dinding yang telah dipakui.


Ssrrrtttt ...


Satu dart board meleset dan hampir mengenai telinga salah satu orang yang terikat, sontak hal itu membuat Si Sasaran takut dan gemetar.


"Bisakah kalian jawab dua pertanyaan gue tadi sekarang?" ucap Erick bertanya dengan suara yang begitu mengintimidasi, disertai dengan senyum menyeringai di akhir kalimatnya.


Diam, sunyi, dan masih tidak ada jawaban. Satu dart board lagi pun dilemparkan, kini melesat dan hampir mengenai leher sebelah kiri orang yang menjadi sasaran. Tidak lama setelah itu, puluhan dart board dilemparkan oleh seluruh anggota Geng Sky Bruiser, tapi semua dart board itu meleset. Beberapa hanya hampir mengenai.


Erick tersenyum dengan mengerikan, "Kami tidak pernah meleset dalam mengenai target. Sejak awal target kami adalah menghancurkan mental kalian, tapi bersiaplah karena tak lama lagi target kami akan berubah menjadi menghancurkan tubuh kalian!" ucap Erick lirih.


Sontak perkataan Erick itu membuat para mangsanya tidak tahan lagi. Mereka semua benar-benar telah sampai pada ujung batas keberanian mereka.

__ADS_1


"Bersiaplah untuk satu lemparan lagi yang akan menggores kulit kalian," ucap Abian setelah diberi aba-aba oleh Erick. Setelah mengatakan kalimat itu, perlahan Abian mulai mengayunkan tangan miliknya ke belakang.


Disaat tangan Abian bergerak cepat ke arah depan, dengan suara yang terdengar sangat ketakutan, salah seorang dari anggota geng motor yang diikat itu berteriak, "Hentikan!"


Abian berhenti dan meletakkan kembali dart board yang dia pegang ke wadahnya. Semua anggota Geng Sky Bruiser pun tertawa.


"Jawablah pertanyaan yang diberikan oleh Erick sekarang juga, atau aku akan kembali mengambil dart board itu untuk dilemparkan tepat ke tubuh kalian!" seru Abian dengan tegas.


Karena takut akan terjadi apa-apa jika terus diam, akhirnya orang yang berteriak tadi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Erick.


"Kami adalah anggota Geng Black Mortal, dan tujuan kami datang ke SMA Jaya Sakti adalah atas perintah dari ketua kami, Rayn! Sekaligus sebagai aksi balas dendam atas apa yang telah kalian lakukan kepada salah seorang anggota kami!" Dengan suara yang lantang meski sangat ketakutan, orang itu menjawab pertanyaan Erick.


Mendengar jawaban tersebut, semua orang di dalam markas Geng Sky Bruiser itu terdiam. Mereka diam tak percaya.


"Jadi Geng Black Mortal telah kembali? Setelah lama bubar kalian kembali dengan anggota dan pemimpin yang sama? Pantas saja wajah kalian tidak asing, karena dulu kita pernah bertemu!" ucap Theo yang tidak habis pikir.


"Kalian kembali? Kenapa?" gumam Bryan yang masih sulit untuk mengerti. Namun tidak ada jawaban dari pihak yang ditanya. Sebuah geng motor yang telah bubar memutuskan untuk kembali, hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan mereka. Bubarnya sebuah geng motor itu pasti karena masalah yang serius, jadi untuk memutuskan bersatu kembali adalah hal yang sulit.


"Ku tanya sekali lagi, kenapa kalian kembali?" Untuk kedua kalinya Bryan bertanya dengan pertanyaan yang sama, dia benar-benar dibuat penasaran dengan hal ini.


Namun bukannya langsung menjawab, para orang yang diikat itu malah mengamuk dan marah besar. Mereka memberontak dan berusaha untuk melepaskan ikatannya.


"Kalian bertanya kenapa?! Kami masih punya alasan untuk bersatu kembali setelah sudah lama bubar, alasan itu adalah untuk menghancurkan geng motor kalian ini! Kalian harus hancur! Kalian harus bertanggung jawab atas kematian salah satu anggota kami dulu! Geng Sky Bruiser!" teriak orang yang berada ditengah-tengah.


Bukannya hilang rasa penasaran mereka, ucapan orang tersebut malah menimbulkan pertanyaan yang lain. "Bertanggung jawab atas kematian? Memangnya apa salah kami? Siapa orang yang mati itu? Mengapa mereka menyalahkan kami?"

__ADS_1


__ADS_2