Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 42. Cerita Pada 5 Bulan Lalu


__ADS_3

"A–apa? C–cemburu?" Mata Navya terbelalak, pipinya pun mulai memerah seperti buah peach. "Apa m–maksudmu, Caera?" tanya Navya dengan malu-malu. Dia tidak bisa menutupinya.


Semua hal yang terjadi pada Navya saat ini tidak lain karena ucapan Caera beberapa saat yang lalu tentang Erick. Awalnya Navya bersikap biasa saja, tapi setelah dia sadar maksud dari perkataan Caera, tingkahnya langsung berubah.


Tentu Caera menahan tawanya ketika melihat kondisi sahabatnya itu saat ini. "Iya, cemburu. Itu tandanya Erick suka gak sih sama kamu?" goda Caera sambil menyenggol-nyenggol bahu Navya.


Lagi-lagi kelakuan Caera membuat Navya semakin salah tingkah. Sehingga membuat ketiga pria yang ada di dekat mereka akhirnya sadar dengan perubahan tingkah Navya itu.


"Kan Caera!" kesal Angel Girl itu disertai dengan aksi mencubit lengan Caera, "Aww!" ringis Caera kesakitan, tapi Navya tidak peduli. "Udah deh, aku lelah. Pa, Navya ke kamar dulu ya!" ucap Navya berusaha bersikap biasa saja.


Hendra mengangguk, "Jangan lupa nanti sore ada les, ya!" seru Hendra mengingatkan, dan di balas anggukan juga oleh Navya.


Dari Hendra, Navya pun beralih melihat Erick, "Sekarang lebih baik kamu sama Caera pulang deh, udah jam segini juga. Nanti kalian dicariin sama orang tua kalian," pinta Navya dengan halus karena tak ingin Caera melakukan hal aneh lain yang dapat membuatnya salah tingkah lagi.


Keberadaan Erick di dekatnya pun juga semakin memperburuk keadaan dia saat ini. Dia tak ingin Si Ketua Sky Bruiser itu sadar akan tingkahnya yang berubah karena Si Ketua itu.


"Yasudah, kalau begitu kami bertiga pulang dulu ya, sampai jumpa besok di sekolah!" balas Erick seraya berdiri. "Bertiga?" gumam Caera dan Rayn bingung dan merasa ada yang janggal dengan ucapan Erick. Sementara itu, setelah berdiri Erick langsung menarik dua orang bersamanya untuk keluar dari rumah Navya.


"Kenapa aku juga!" teriak Rayn yang kaget saat kerah bajunya ditarik oleh Erick, "Lalu kau ingin apa lagi di sini? Ingin istirahat bersama Navya?" Erick berbicara dengan sangat judes dan penuh penekanan, hingga membuat Rayn tak berani membantah lagi walau dia tidak terima.


"Haha ... Ini sangat lucu!" girang Caera yang menjadi sangat bersemangat. Sedikit lompatan kecil pun wanita itu lakukan. Lalu dengan sangat menurut dia membiarkan Erick menariknya.

__ADS_1


Navya yang melihat semua hal itu pun tersenyum senang. Setelah ketiga orang tamunya itu sudah meninggalkan pekarangan rumahnya, Navya langsung beranjak pergi menuju kamarnya.


......................


"Bos, bagaimana dengan Geng Black Mortal yang belakangan ini mulai membuat masalah? Apakah kita harus mengurus mereka?" Di dalam ruang rapat markas Sky Bruiser, salah satu anggota mengajukan pertanyaan kepada Erick.


"Benar, Bos! Mereka mulai meresahkan dan menjadi sangat menggangu," sambung salah satu anggota lainnya. Suasana seketika menjadi ricuh karena hal ini. Banyak anggota yang setuju agar hal itu dibahas pada rapat kali ini.


Namun, sejak awal bukan itulah tujuan Erick mengumpulkan semua anggota gengnya saat ini. Ada hal lain yang ingin dirinya bahas bersama.


"Masalah Geng Black Mortal memang perlu dibahas, tapi tidak sekarang," ucap Erick mulai angkat bicara. "Ini mengenai Daffin—" lanjut Erick dengan nada bicara yang terdengar sedikit ragu, hingga kalimatnya terhenti karena menerima respon dari teman-temannya.


Tahu dirinya mendapatkan respon positif, Erick pun segera melanjutkan ucapannya. "Gue tahu kalian udah lama banget mau hal ini dibahas, jadi gue mutusin buat ngelakuin ini sekarang. Gue sadar ketidak hadiran Daffin dalam waktu yang sangat lama ini di markas kita membuat kalian semua bertanya-tanya," ungkap Erick memulai penjelasannya yang panjang.


"Gue juga mau minta maaf karena sebenarnya gue telah menyembunyikan beberapa hal kepada kalian, dan hanya memberitahukan hal itu kepada Abian selaku tangan kanan gue," ucap Erick melanjutkan penjelasannya.


"Menyembunyikan apa?" bisik salah seorang anggota kepada anggota lain yang duduk di sebelahnya, pertanyaan tersebut lalu menular hingga membuat ruangan itu menjadi ricuh.


Kericuhan berlangsung cukup lama, hingga pada akhirnya Abian menarik kembali fokus mereka kembali kepada Erick yang ingin lanjut bicara.


"Kalian semua pasti sangat mengenal Daffin. Personel Sky Bruiser yang bertindak sebagai penasihat geng. Namun dia sudah tidak pernah hadir dalam pertemuan, bahkan hanya untuk sekedar menginjakkan kaki di markas ini saja sudah tidak pernah. Dia adalah personel yang selalu absen dan menyisakan satu kursi kosong di setiap rapat yang diadakan dalam 5 bulan terakhir ini," jelas Erick panjang lebar.

__ADS_1


Setelah dirinya mengatakan kalimat yang panjang itu, Erick memberi arahan kepada Abian untuk melanjutkannya.


"Daffin mulai meninggalkan tanggung jawabnya di geng ini sejak 5 bulan terakhir, atau tepatnya sebulan setelah Erick pindah ke Sekolah Galaksi Aksa tempat Daffin bersekolah. Lalu seperti yang kalian tahu, alasan Daffin tidak pernah muncul lagi karena suatu rasa bersalah yang dia rasakan. Itu benar, tapi kalian belum tahu apa penyebab rasa bersalahnya itu, kan?" Abian melanjutkan penjelasan Erick dengan perkataan yang sama panjangnya dengan Si Ketuanya itu.


Di kalimat terakhirnya Abian pun melontarkan pertanyaan, dan seketika saja semua orang yang ada di ruangan itu kaget sekaligus sadar, bahwa mereka memang tidak pernah tahu alasan rasa bersalah yang Daffin alami selama 5 bulan ini.


"Memangnya apa itu, Abian?" tanya Bryan yang sangat tidak sabar untuk menunggu kelanjutan dari penjelasan Si Wakil Ketua.


Abian mengangguk sembari melihat Erick, setelah pria yang duduk di sebelah kirinya itu sudah memberikan arahan untuk melanjutkan, Abian segera melanjutkannya.


"Kalian pasti tahu bahwa di sekolah itu Erick mendapatkan pacarnya yang keempat 4. Wanita yang menjadi pacar Erick saat itu bernama Diva, yang ternyata adalah mantan dari Daffin, kita tidak tahu akan hal itu karena Daffin memang tidak pernah cerita. Dan karena hal ini, Daffin mulai merasa bahwa kehadiran Erick lah yang membuat hubungan dirinya dan Diva berakhir. Karena sebelum Erick masuk ke sekolah itu, mereka berdua tidak memiliki masalah apa pun."


"Lama kelamaan rasa kesal mulai tumbuh, begitupun rasa cemburu saat Erick dan Diva bermesra di depan Daffin. Tapi rasa kesal dan cemburu itu bukan hal yang membuat Daffin benar-benar marah, melainkan karena dia tahu Erick menganggap Diva seperti mantan-mantan Erick sebelumnya. Hanya untuk mainan sesaat."


Abian menjelaskan dengan rinci kepada anggota Sky Bruiser yang lain, hingga akhirnya ia berhenti karena Erick menyahut untuk melanjutkan cerita panjang itu. "Daffin yang marah akhirnya tidak mampu menahan emosinya lagi, dia marah dan ingin menyerang gue secara diam-diam."


"Namun, saat itu Diva yang melihat apa yang ingin Daffin lakukan segera menghalangi Daffin untuk menyakiti gue, sehingga membuat dirinya sendirilah yang terluka. Karena kejadian itu Diva menjadi sangat membenci Daffin dan dia pun memutuskan untuk pergi ke luar negeri."


"Di sisi lain, Daffin menjadi sangat merasa bersalah seperti saat ini. Entah karena dia yang melukai Diva, atau karena aksi gegabah nya yang hampir melakukan hal tak termaafkan di sebuah geng, yaitu melawan ketua gengnya sendiri."


Perkataan panjang Erick kali ini pun akhirnya mengakhiri kisah yang cukup panjang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2