Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 21. Masuk 5 Besar


__ADS_3

Tepuk tangan yang bergemuruh hanya dapat terdengar selama beberapa saat saja, yaitu saat juri menyatakan bahwa jawaban yang salah satu peserta jawab, benar atau salah.


Lalu, tak lama setelah itu, seluruh penonton yang sempat bertepuk tangan langsung diam, untuk ikut mendengarkan pertanyaan selanjutnya.


Hingga pada akhirnya, 17 soal telah mereka lalui.


"Baiklah, sisa 3 pertanyaan terakhir! Pertanyaan selanjutnya adalah matematika, siapkan alat tulis kalian untuk mencari jawaban!" ucap Si Pembaca soal memberitahukan.


Mendengar hal itu, tentu saja kesepuluh peserta langsung menyiapkan papan tulis kecil, spidol dan juga penghapus mereka.


"Diketahui A \= {0,1,2,3,4}; a,b,c adalah tiga anggota yang berbeda dari A, dan (ab)c \= n. Nilai maksimum dari n adalah...." Ketika melihat para peserta sudah siap, pembaca soal itu pun langsung membacakan soal ke-18.


Sontak mulai dari Navya Si Posisi Pertama, sampai Lintang Si Posisi Kesepuluh langsung mencari jawaban, setelah selesai mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia tadi.


Terlihat saat ini, para peserta yang lolos ke babak penyisihan kedua sedang mencoret-coret papan tulis yang ada di hadapan mereka.


Ssrrrtttt ... !


Setelah memastikan jawaban yang telah berhasil ia dapatkan, dengan cepat Navya langsung mengangkat tangan miliknya.


Mata panitia pembaca soal langsung melihat ke arah Navya, "Ya, Navya?" gumam orang itu, diikuti dengan berhentinya beberapa peserta yang lain dalam pencarian jawaban mereka. Karena, akan sangat kecil kemungkinannya bahwa Navya akan salah, jadi lebih baik berhenti mencari jika sudah tahu hasilnya kan?"


Navya menurunkan tangannya, "6.561!" seru Navya mengucapkan angka itu dengan jelas, dan juga dengan pelafalan yang sangat baik, hal ini dia lakukan agar tidak ada kemungkinan salah karena salah mengucapkan angka.


Suasana benar-benar menjadi hening sesaat. Selang beberapa saat, juri pada perlombaan itu bersuara dan memecahkan keheningan.


"Jawabannya ... Benar!" Dengan suara yang besar, juri tersebut memberikan pernyataan bahwa jawaban Navya benar. Seketika saja suara tepukan meriah kembali bergemuruh.


"Baiklah, soal selanjutnya adalah bahasa Inggris!" ucap Si Pembaca Soal diiringi dengan berhentinya suara tepukan para penonton. "Please spell the world Authentic!" lanjutnya langsung membacakan soal ke-19.


Tanpa menunggu berlama-lama, dengan cepat Rayn langsung mengangkat tangannya ketika soal telah selesai dibacakan.


Mata panitia, juri, peserta, dan seluruh penonton yang ada langsung tertuju kepada orang yang akan menjawab soal ke-19 tersebut.


"Silahkan!" Si pembaca soal itu mempersilahkan Rayn untuk menjawab, dengan gesture dan juga gerak tangannya.


Karena sudah diizinkan untuk menjawab, Rayn pun langsung mulai mengeja jawabannya, "Ei(A) - yu(U) - ti(T) - eij(H) - i(E) - en(N) - ti(T) - ai(I) - si(C)!" jawab Rayn mengeja setiap huruf demi hurufnya dengan pelafalan bahasa Inggris.

__ADS_1


"Perfect spelling!" sahut seorang juri dengan meriah, mendengar hal tersebut tentu saja semua orang tahu apa maksudnya.


Rayn menyelesaikan soal ke-19 itu dengan sempurna. Suara tepukan tangan kembali bergemuruh ke seluruh aula.


Selang beberapa detik, di dalam aula kembali sunyi, dan disaat itulah Si Pembaca Soal membacakan soal terakhir pada ronde pertama di babak penyisihan kedua ini.


"Soal terakhir! Kembali ke matematika!" Dengan suara yang lantang, dia memberikan sedikit keterangan. Tak lama setelah itu, pria itu langsung membacakan soal terakhir.


"Diketahui sistem persamaan sebagai berikut. 1) 2log x + 4log y + 4log z \= 2, 2) 9log x + 3log y + 9log z \= 2, 3) 16log x + 16log y + 4log \= 2. x, y, z adalah bilangan positif, nilai dari y + z - x \= ...." Soal terakhir pun selesai dibacakan.


Seketika saja, kesepuluh peserta langsung terlihat sibuk mencari jawaban. Terlihat saat ini, mereka semua sedang mencoret-coret papan tulis kecil yang ada di atas meja mereka.


Sekitar 1 menit hampir berlalu, ini merupakan waktu yang cukup lama, karena pada soal-soal sebelumnya, hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 detik untuk para peserta menemukan jawaban dari soal yang ditanyakan.


"Sepertinya soal terakhir membutuhkan waktu yang lebih lama, ya?!" Disaat suasana sedang tegang, Johan kembali menyiarkan situasi di perlombaan cerdas cermat ini.


"Wah ... Apakah soal terakhir itu sulit? Lihatlah! Navya dan bahkan Erick, yang mendapatkan nilai matematika tertinggi pada ujian tes kemarin, belum terlihat akan mengangkat tangan mereka!" sahut Anisa dengan begitu hebohnya.


Meski soal keduapuluh belum terjawab, tapi suasana ruangan besar itu kembali ricuh.


"Siapa yang kira-kira akan menjawab soal terakhir itu, ya?" Itulah pertanyaan yang kini sedang dibicarakan oleh para penonton, termasuk Anisa dan Johan sebagai sosok penyiar.


"Gue akan menjawabnya!" seru ketua geng Sky Bruiser itu dengan nada bangganya, dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Si Pembaca soal mempersilahkan Erick untuk menjawab.


"107/8 (Seratus tujuh per delapan)!" Dengan suara yang kuat, Erick menjawab soal terakhir yang diberikan dengan penuh keyakinan.


Suasana menjadi menegangkan. Selama hampir 10 detik aula itu tidak mengeluarkan suara sama sekali. Bahkan Anisa dan Johan yang sedang berada di ruangan penyiaran ikut terdiam.


Panitia utama lomba, yang membacakan soal tadi melirik ke arah para juri. Dia memberikan kode kepada juri untuk menyatakan benar, atau salahnya jawaban yang Erick berikan.


"Benar!" teriak juri yang pria dengan begitu bersemangat. Baru saja dia mengatakan kosa kata "Be" semua orang sudah berdiri dari duduk mereka, dan disaat kosa kata "Nar" selesai diucapkan, semua orang bersorak.


"Ahhh .... Keren!!" Semua orang yang menyaksikan pertandingan cerdas cermat tersebut bersorak kegirangan, disertai dengan tepuk tangan meriah mereka.


Akhirnya, ronde pertama pada penyisihan kedua, telah mereka selesaikan dalam waktu kurang lebih sekitar 30 menit. Dan setelah menunggu kurang dari 10 menit, 5 nama peserta yang dinyatakan lolos ke ronde kedua keluar.


...********************************...

__ADS_1


...Daftar nama peserta yang lolos :...


...1. Erick [Skor: 6]...


...2. Navya [Skor: 5]...


...3. Rayn [Skor: 3]...


...4. Winia [Skor: 2]...


...5. Caera [Skor: 2]...


...Daftar nama peserta yang gugur :...


...1. Denisa [Skor: 1]...


...2. Lintang [Skor: 1]...


...3. Kia [Skor: 0]...


...4. Zulfa [Skor: 0]...


...5. Gintana [Skor: 0]...


...********************************...


Seperti itulah isi lembar kertas pengumuman, yang kini tertempel di beberapa bagian dinding, dan juga tiang yang ada di dalam aula. Hasil itu pun juga diumumkan oleh Anisa melalui ruang penyiaran, sehingga informasi tersebut dapat diketahui oleh seluruh penduduk SMA Jaya Sakti.


Saat semua orang sudah tahu bagaimana hasil akhir di ronde pertama babak kedua penyisihan itu, mereka kaget dan hampir tidak percaya.


“Erick berada di posisi pertama?!” ucap salah satu siswa.


“Rayn hampir tak berkutik melawannya!” kata lainnya.


“Si Anak Nakal itu?! Dia bahkan mengalahkan Navya! Ini pertama kalinya Navya berada di posisi kedua dalam lingkungan sekolah ini!”


Banyak perbincangan tentang hasil cerdas cermat tahun ini, termasuk tentang pendatang baru yang menduduki peringkat satu pada ronde kedua dan fakta bahwa Navya tidak lagi berada di posisi pertama.

__ADS_1


Meskipun banyak yang sulit dipercaya, mereka harus menerima kenyataan hasil tersebut. Pertandingan cerdas cermat tersebut ditonton oleh banyak orang dan dinilai oleh tiga guru terpilih yang dikenal jujur. Karena itu, tidak mungkin ada kecurangan.


__ADS_2