
Pria tampan yang kuat, pria yang terkadang dingin dan terkadang bersikap hangat, pria yang awalnya dimusuhi oleh satu sekolah SMA Jaya Sakti karena kenalannya, kini pria itu sudah berada di atas panggung aula.
Erick Brady Aditya, ketua geng motor Sky Bruiser, telah membuat gempar satu SMA tersebut.
Itu semua tak lain dan tak bukan karena kemenangannya dalam perlombaan cerdas cermat yang diadakan oleh sekolah. Secara tidak langsung, kemenangan itu membuat Erick juga akan mewakili sekolahnya ke kompetisi cerdas cermat sekota Batam.
Murid yang selama ini dikenal nakal, suka tidur disetiap jam pelajaran terutama matematika, ternyata adalah murid yang sangat pintar.
Pada perlombaan ini Erick telah berhasil mengalahkan Rayn Si Ketua OSIS Berprestasi, juga Navya Si Angel Girl yang selalu sempurna dalam segala hal termasuk akademik, membuat orang-orang tidak akan pernah meragukan kepintarannya lagi.
"Wah ... Sang Juara kita lagi berdiri di samping aku nih! Duh hatiku jadi tak aman! Tolong!" seru Anisa dengan leluconnya, membuat semua orang yang ada di dalam aula tertawa.
"Ya ya, karena Si Anisa udah gak kuat nih, jadi mari langsung saja kita dengarkan kata-kata dari juara kita, Erick!" ujar Johan bersemangat.
Setelah Johan menyelesaikan kalimatnya, suara tepuk tangan yang bergemuruh dari para murid kembali terdengar.
Tuk ... Tuk ... Tuk
Erick mengetuk pelan mic yang ada di hadapannya sebelum mulai berbicara.
Senyum kecil tebersit sesaat di wajahnya yang selalu terlihat dingin selama berada di sekolah itu, "Selamat siang semuanya, disini saya mau mengucapkan terimakasih kepada kalian semua, terutama untuk Caera dan juga Navya," ucap Erick sedikit singkat.
"Dan terimakasih juga untuk para panitia yang sangat jujur, dan tidak mau menerima suapan dari peserta lomba." Disaat orang-orang berpikir dirinya sudah selesai berbicara, Erick kembali melanjutkan ucapannya, kali ini dia berkata dengan senyum yang menyeringai, juga nada bicara yang terdengar menyinggung.
Sontak semua orang dibuat terdiam, mereka bingung dan tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Erick barusan.
__ADS_1
Disisi lain, wajah Rayn terlihat memucat dan juga terlihat sangat kaget. Sementara Navya dan Caera tersenyum dengan lebar.
Ditengah-tengah keheningan di dalam aula tersebut, Navya dan Caera maju untuk naik ke atas panggung, kemudian diikuti oleh wali kelas mereka, Karlina.
Erick mundur dari depan mic, kemudian Karlina menggantikan posisi Erick, lalu Navya juga Caera berdiri tepat di samping Karlina.
"Selamat siang semuanya, maaf karena kami telah mengambil waktu kalian, maaf juga atas kebingungan ini, tapi ada satu hal penting yang harus saya sampaikan kepada kalian semua," ucap Karlina dengan wajah yang datar. Karlina, guru yang biasanya terlihat ramah, kini tidak menunjukkan ekspresi sama sekali, hal itu membuat semua orang tahu bahwa Karlina sedang marah saat ini.
"Saya disini ingin menyampaikan tentang kecurangan yang telah dilakukan oleh salah satu finalis lomba cerdas cermat ini. Caera silahkan buktinya!" lanjut Karlina.
Mendengar kalimat terakhir Karlina, Caera langsung menekan sebuah remote kecil yang dia pegang ke arah belakang panggung aula, yang merupakan sebuah layar televisi besar.
Tak lama setelah Caera menekan tombol yang ada di remote itu, tampaklah beberapa gambar dari layar televisi tersebut. Gambar atas aksi kecurangan dari Rayn, saat Rayn melakukan aksi kecurangannya di ruang tata usaha.
Gambar itu berasal dari camera kecil, yang Caera letakkan di samping tumpukan buku yang ada di meja komputer, tempat Rayn mengganti semua soal lomba milik Erick. Karena ukurannya yang kecil, Rayn jadi tidak menyadari akan hal itu.
Setelah semua foto hasil screenshot beberapa adegan dari rekaman itu ditampilkan, terdengar sebuah rekaman suara.
Rekaman suara itu berisi semua percakapan Rayn dan Caera, tentang Rayn yang telah menyuap salah satu panitia, dan juga staf tata usaha.
Selama semua bukti ditunjukkan, para murid maupun guru yang ada di dalam aula itu terpaku, mereka semua benar-benar kaget.
Bagi mereka, kejadian ini begitu sulit untuk dipercaya, tapi dengan semua bukti-bukti itu, ini tidak dapat dianggap sebagai tuduhan palsu.
Hingga akhirnya rekaman suara pun berhenti, saat ini suasana menjadi benar-benar hening, semua diam untuk mendengarkan penjelasan dari Karlina selanjutnya. Sementara itu, Si Ketua OSIS menjadi semakin pucat.
__ADS_1
"Seperti yang anda sekalian lihat, semua hal yang telah ditampilkan di layar, adalah bukti atas aksi kecurangan yang telah dilakukan oleh Rayn Putra Bimantara. Sebenarnya bukti ini akan ditunjukkan ketika Rayn diumumkan sebagai pemenang, agar semua orang tahu atas kecurangannya, dan pada akhirnya Erick lah yang akan menjadi juara."
"Namun, ternyata meski dengan semua soal-soal yang susah itu, Erick tetap bisa menjawab dan menjadi pemenang dalam lomba ini. Erick telah membuktikan bahwa dirinya adalah jenius yang sebenarnya."
"Tapi meski begitu, sebuah aksi kecurangan tetaplah harus ditindak lanjuti, jadi saya minta agar perilaku Rayn ini mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan sekolah yang berlaku!"
Karlina berbicara panjang lebar dengan suara yang tegas. Disampingnya, Navya dan juga Caera tersenyum dengan lebar, mereka berdua merasa ini adalah kemenangan milik mereka. Sementara Erick melihat Rayn dengan sorot mata yang seolah-olah sedang merendahkan.
Dalam hati Erick berkata, "Kali ini akulah pemenangnya!"
......................
Seminggu telah berlalu sejak pekan pendidikan SMA Jaya Sakti selesai. Saat ini Erick pun tengah mengikuti lomba cerdas cermat sekota Batam mewakili sekolahnya di salah satu hotel ternama.
Lalu selama seminggu ini, Rayn telah dihukum atas tindakan kecurangannya. Dia mendapatkan 100 poin hukuman atas tindakannya tersebut. Lalu dia juga dihukum untuk membersihkan beberapa area di sekolah selama 5 hari.
Namun, karena reputasi baik yang telah Rayn buat sebelumnya, membuat semua orang seolah-olah menutup ingatan mereka.
Hanya dalam waktu seminggu, semua orang sudah tidak membahas lagi masalah Rayn itu. Orang-orang juga telah memperlakukan Rayn seperti biasanya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Semua orang kembali berperilaku baik terhadap Rayn, kembali menganak emaskan Ketua OSIS sekolah mereka tersebut.
Padahal apa yang dilakukan Rayn itu adalah suatu kesalahan yang fatal, tapi dengan anehnya orang-orang malah bersikap seperti itu.
"Mereka semua aneh!" gumam Caera saat melihat beberapa siswi yang memuji dan memberikan Rayn coklat.
Navya membalasnya dengan senyuman, "Kan kamu tahu sendiri sekolah kita ini seperti apa. Murid yang sudah sering mencetak prestasi memang akan diperlakukan dengan istimewa," sahut Navya juga ikut melihat ke arah Rayn.
__ADS_1
"Cih! Awas aja ya entar, kalau Erick kembali sekolah, tapi mereka malah mengucilkan atau membicarakan hal yang jelek-jelek lagi tentang Erick, aku bakal bilang ke Si Abian, biar Abian tambal itu mulut mereka semua!" Caera yang kesal pun berbicara dengan nada yang marah, dan Navya hanya tertawa kecil ketika melihat sahabatnya itu.