Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 16. Erick Vs Rayn


__ADS_3

Erick berjalan dengan cepat menuju ke kelasnya, berniat untuk menjauh dari para murid yang sedang membicarakannya.


Bagaimana tidak dibicarakan, seorang Erick Brady Aditya, anak baru yang dikenal begitu nakal, tahu-tahu nya mendapatkan posisi 3 teratas pada ujian tes, yang dilakukan di hari pertama masuk sekolah.


Karena sudah mulai bosan dengan suara-suara bisikan yang masuk ke telinganya mengenai hasil ujian tes itu, Erick pun memutuskan untuk segera menghindar. Lagi pula masalah dia saat ini sudah cukup banyak, pria itu tidak ingin menambah masalah lain yang akan merepotkan dirinya.


Namun, saat sudah tiba di dalam kelasnya, ternyata pria itu tetap tidak bisa mendapatkan ketenangan.


Semua mata sinis tertuju pada Erick. Ketika ketua geng Sky Bruiser itu berjalan menuju ke mejanya, ternyata disana sudah ada sosok pria yang paling dia benci di sekolah itu. Siapa lagi pria tersebut kalau bukan Rayn, Si Ketua OSIS kesayangan yang telah memfitnah Erick.


"Ngapain luh disini? Huh?!" tanya Erick dengan nada bicara yang kasar, diiringi dengan aksi memukul meja dengan pelan. Dia benar-benar tidak menyukai pria yang duduk di bangkunya tersebut.


Rayn tersenyum semirik, perlahan dia mengangkat wajahnya, dan melihat wajah dari sosok pria yang sedang berdiri di sampingnya itu.


"Wah! Si peringkat 3 umum udah datang nih!" seru Rayn dengan intonasi yang begitu bersemangat, "Hmm ... Ngomong-ngomong nih ya, habis uang berapa?" lanjutnya yang kini berbicara dengan serius.


Mendengar perkataan dari Rayn itu, Erick langsung tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan akan kemana larinya percakapan mereka berdua.


Erick tahu betul, memang tidak akan ada orang yang percaya jika dirinya meraih posisi 3 teratas dalam ujian tes itu, dengan kemampuannya sendiri. Dan pada akhirnya, semua orang akan mengira Si Ketua Geng Sky Bruiser itu melakukan kecurangan.


"Maksud luh apa?" Meski sudah tahu apa yang dimaksud oleh Rayn, tapi Erick tetap bertanya, setidaknya untuk memastikan.


"Gini deh Erick, kamu dapat contekan dari mana sih? Kamu bayar berapa orang itu sampai mau ngasih contekan ke kamu? Atau mungkin ... Kamu nyogok salah satu guru, ya?" ucap Rayn membalas pertanyaan yang Erick lontarkan tadi.

__ADS_1


Lagi-lagi Erick dibuat muak dengan Si Ketua OSIS itu, betapa besarnya pencitraan dia. Saat mereka berbicara berdua beberapa hari yang lalu, Rayn menyebutnya dengan panggilan "Luh." tapi kali ini panggilan yang dia gunakan adalah "Kamu."


Semua itu Rayn lakukan, tidak lain dan tidak bukan hanya karena dirinya saat ini berada di tengah-tengah murid yang lainnya, maka sebagai seorang pemimpin yang menjadi panutan, dia harus selalu menjaga perilakunya, walaupun itu hanya saat berada di depan orang banyak.


"Gue pikir semua murid disini tahu betapa ketatnya peraturan yang ada di sekolah ini, tapi ternyata tidak, ya." Dengan senyum yang merekah di wajahnya yang terlihat kesal itu, Erick berbicara dengan nada bicara yang menyindir.


Mendengar hal itu, semua murid termasuk Rayn yang ada disana bingung, "Apa maksud mu?" Kali ini Rayn lah yang bertanya, dengan pertanyaan yang sama persis dengan yang Erick lontarkan beberapa waktu yang lalu.


"Loh, kok gak paham sih? Katanya pintar! Hahaha!" Erick meledek Rayn dengan tawa puasnya, membuat Rayn yang melihat hal itu menjadi semakin kesal.


Setelah selesai tertawa lepas, Erick kembali ke wajahnya yang datar dan dingin, tanpa ekspresi. "Luh sendiri yang bilang barusan, bahwa luh dan kalian semua yang ada disini, curiga kalau gue telah melakukan kecurangan. Apa kalian berpikir sekolah ini tidak memiliki penjagaan yang ketat, sehingga bentuk kecurangan dapat terjadi?"


"Bahkan, di beberapa sekolah ku yang lama, sekolah yang tidak seelit SMA Jaya Sakti ini, sekolah yang mempunyai lebih dari 1 anak berandalan, akan tahu dengan cepat jika ada kecurangan dalam ulangan, ataupun ujian. Lalu, apakah sekolah ini tidak memiliki keamanan yang baik, jika dibandingkan dengan semua sekolah itu, yang bahkan hanya memiliki sedikit prestasi? Jika iya, betapa memalukannya hal tersebut!"


Erick berbicara dengan panjang lebar, dengan ekspresi dan nada bicara yang datar, tapi terkesan begitu provokatif.


"Loh loh ... Kok mau main kekerasan sih, ketua OSIS kesayangan? Aduh, kalian semua bisa lihat sendiri kan? Siapa yang memulai serangan terlebih dahulu? Emang sih dia kesal karena omongan gue yang sedikit provokatif, tapi kan gue ngomong gitu juga karena kecewa sama kalian. Karena bisa-bisanya kalian meremehkan sekolah yang elit ini dalam hal keamanan!" ucap Erick dengan wajah yang kembali terlihat puas.


Erick merasa bahwa kali ini dia lah yang akan menjadi pemenang dalam permainan yang dia dan Rayn lakukan.


Sementara itu, setelah Erick selesai berbicara, Rayn langsung menarik tangannya yang ditahan oleh Erick, wajahnya saat ini benar-benar sangat merah karena dipenuhi oleh amarah.


"Erick!" geram Rayn sembari mengepalkan kedua tangannya, melihat hal tersebut Erick hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


Perlahan Erick mendekatkan mulutnya ke telinga Rayn, "Satu sama!" bisik Erick pelan.


Rayn sedikit menolehkan kepalanya untuk melihat wajah Erick yang ada di sampingnya, lalu kemudian dia menatap mata Erick dengan sangat tajam. "Kau!" ucapnya kesal.


Lagi-lagi Erick hanya tersenyum tipis. Setelah itu, dia mulai menjauhkan wajahnya dari pria yang menjengkelkan itu.


"Rayn! Lihat saja, gue akan mengalahkan luh dalam segala bidang. Luh salah, karena telah mencari masalah dengan gue. Ketika luh mencari gara-gara dengan gue, maka di saat itulah luh dan gue telah masuk ke dalam suatu permainan, dan di dalam permainan itu ada satu aturan mutlak, bunyi aturan itu adalah pemenangnya sudah pasti Erick Brady Aditya!" Erick berbicara dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya.


Dia mengatakan semua hal itu dengan suara yang tidak terlalu kecil, tapi juga tidak terlalu besar.


Perkataan Erick itu pun membuat satu kelas menjadi ricuh. Sebagian orang terlihat kaget dan tidak percaya dengan apa yang Erick katakan, salah satu dari orang itu adalah Rayn.


Sebagian lagi menjadi sedikit bingung, dan hampir tidak mengerti dengan apa yang baru saja pria tersebut katakan.


"Permainan?"


"Mencari masalah?"


"Hubungan seperti apa yang mereka miliki?"


Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah, yang saat ini banyak dipertanyakan oleh para murid, yang menyaksikan interaksi antara Si Ketua Geng Sky Bruiser dengan Si Ketua OSIS SMA Jaya Sakti itu.


Disaat suasana kelas ricuh, suasana diantara Erick dan Rayn malah menjadi semakin menegangkan.

__ADS_1


Rayn merasa bahwa dirinya telah mendapatkan ancaman sekaligus tantangan dari Erick, tentu saja hal itu membuatnya kesal.


Namun, jika apa yang dikatakan Erick benar, maka mulai dari sekarang dia harus berhati-hati, agar posisinya tidak terganti oleh Si Anak Baru yang dikenal nakal tersebut.


__ADS_2