Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 6. Marahnya Sosok Ketua OSIS


__ADS_3

Rayn terdiam dengan raut wajah yang perlahan berubah menjadi marah, dan juga tangan yang terus mengepal dengan kuat.


Pandangannya lurus ke depan, menatap orang yang ada di depannya dengan tatapan yang benar-benar sangat tajam dan mematikan.


BBUUUKKK ... !!


Dengan cepat dan tanpa basa-basi, Rayn yang benar-benar marah memukul wajah Erick dengan keras, hingga darah keluar dari sudut bibir ketua geng motor Sky Bruiser itu.


Navya yang melihat kejadian itu pun berteriak histeris, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat tadi, "Bagaimana bisa Rayn memukul seseorang?!"


BBUUUKKK ... !!


Kali ini, Erick yang tidak terima karena dipukul oleh Rayn langsung membalas pukulan tersebut, memang tidak berdarah, namun pukulan itu membuat pipi Rayn seketika menjadi memar.


Lalu dalam sekejap, perkelahian antara ketua geng Sky Bruiser, dengan ketua geng Black Mortal yang telah bubar terjadi.


Para siswa-siswi lain yang awalnya tidak menyadari akan kejadian ini, langsung berkumpul dan melihat pertunjukan tersebut ketika teriakan kedua Navya keluar.


"Rayn berkelahi dengan siapa?"


"Siapa pria yang berani memukul bang Rayn itu?"


"Tunggu, bukankah dia adalah anak baru?!"


"Anak baru yang kurang ajar itu?!"


Dan masih banyak lagi hal yang diucapkan oleh para siswa-siswi yang menonton perkelahian itu, semua dari mereka mendukung Rayn, dan tentu saja tidak ada satu pun orang yang mendukung Erick di perkelahian tersebut.


Karena mereka tahu kalau Erick adalah anak yang benar-benar nakal, bahkan di hari pertamanya sekolah kemarin, Erick telah membuat masalah dengan berperilaku tidak sopan ketika Karlina menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.


Lalu Navya sendiri, dia tidak bisa memihak kepada siapa pun diantara kedua orang tersebut, karena dia bukanlah tipe orang yang seperti itu, jadi Navya memutuskan untuk memanggil guru.


Hingga akhirnya perkelahian besar itu berakhir setelah dua orang guru pria yang Navya panggil datang, dan memisahkan Erick dengan Rayn.

__ADS_1


Meski saat sudah dipisahkan mereka berdua masih ingin saling menghajar, pada akhirnya mereka benar-benar tenang setelah satu ancaman keluar dari mulut guru pria itu.


"Jika kalian masih ingin bertengkar, maka silahkan angkat kaki kalian, dan pergi tinggalkan sekolah ini!" Itulah hal yang diucapkan oleh salah satu guru pria yang melerai pertengkaran itu.


Rayn yang mendengar hal itu pun langsung terdiam, dan dengan cepat dia tenang kembali, karena bagaimanapun dia tidak ingin reputasinya sebagai Ketua OSIS, sekaligus murid berprestasi hilang begitu saja hanya karena perkelahian ini.


Sementara Erick, dia terdiam bukan karena takut dengan ancaman itu, tapi karena lawannya sudah tidak bersedia lagi untuk berkelahi, karena seperti yang semua orang tahu, Erick memang sering gonta-ganti sekolah, jadi ancaman seperti itu tidak akan mempan padanya.


................


Erick dan Rayn kini berada diruangan BK—bimbingan konseling—SMA Jaya Sakti, bersama dengan Edison selaku guru BK.


Kedua pria yang sempat bertengkar itu kini duduk berhadapan dengan Edison, dimana sebuah meja menjadi pembatas antara mereka.


"Huft ...." Edison menghela kasar napasnya, dia benar-benar tidak habis pikir ketika melihat kedua pria yang mukanya sudah bonyok semua itu.


Edison melihat Rayn yang terus menunduk, isi kepalanya saat ini adalah pertanyaan mengenai sikap Rayn yang tak pernah dia lihat sebelumnya, sikap berwibawa dan dewasa dari seorang Ketua OSIS kebanggaan sekolah mereka.


Karena Erick tidak menundukkan kepalanya sama sekali, mata guru BK dan murid itu pun jadi saling bertemu, hingga Erick jadi dapat melihat tatapan tajam yang Edison berikan padanya.


Mata Erick dan Edison saling bertatapan selama beberapa detik, lalu ketika Edison mengedipkan matanya, Erick pun langsung membuang mukanya untuk melihat ke arah lain.


"Erick!" Edison memanggil Erick dengan suara yang tegas, membuat Erick langsung melihatnya meski sebenarnya sangat terpaksa.


"Rayn ...." Saat guru BK itu menyebutkan nama Rayn, dia menyebutnya dengan suara yang pelan, bahkan bisa dibilang itu cukup lembut.


Melihat hal itu Erick menaikan salah satu alisnya, "Ada apa dengan perbedaan sikap ini?!" serunya dalam hati karena menyadari akan perbedaan itu.


"Sekarang Rayn, bisakah kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi denganmu dan juga Erick? Mengapa kalian berkelahi tadi?" tanya Edison langsung to the poin.


Rayn kembali menundukkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan dari Edison itu, dan saat kepala dia masih dalam posisi menunduk, Rayn tiba-tiba saja tersenyum dengan licik.


Edison memang tidak melihat senyuman itu, tapi Erick dapat melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


Selang beberapa saat, Rayn kembali mengangkat kepalanya. "Erick memukul saya terlebih dahulu, Pak. Dan ketika saya bertanya apa alasannya, dia malah ingin menyakiti Navya juga, oleh karena itu dengan sangat terpaksa saya memukul Erick untuk menghentikan aksinya tersebut."


Dengan raut wajah sedih, Rayn mengatakan semua kebohongan itu. Sontak, Erick pun marah karena kebohongan besar yang Rayn katakan.


"Apa-apaan luh, huh?! Berani-beraninya luh fitnah gue kayak gitu!" ucap Erick yang marah dengan suara yang sedikit berteriak.


"Pak! Semua yang dikatakan oleh dia itu tidak benar! Dia duluan yang memukul saya! Dan saya tidak pernah berniat untuk menyakiti Nav—"


"ERICK STOP!!"


Erick bersuara untuk memberitahukan kepada Edison apa yang terjadi sebenarnya, tentang siapa yang duluan memulai, dan juga kebohongan yang Rayn katakan.


Namun, belum sempat Erick menyelesaikan kalimatnya, Edison langsung meneriaki nama ketua geng Sky Bruiser itu, membuat Erick seketika saja langsung terdiam.


"Tidak perlu dijelaskan lagi! Melihat perilaku mu saat ini saja, aku sudah tahu siapa yang berkata jujur. Dan Erick, kaulah yang berbohong!" lanjut Edison setelah meneriaki nama Erick.


Mendengar ucapan Edison itu, wajah Erick menjadi sedikit pucat, matanya membulat tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Tidak dipercaya oleh orang lain itu memang sudah sering Erick alami, dan hal seperti itu bukanlah apa-apa baginya.


Tapi kali ini, Erick merasa begitu kesal karena telah difitnah oleh musuh bebuyutannya, dan orang-orang mendukung kebohongan yang dikatakan oleh musuhnya itu.


Berbeda dengan Erick, saat Edison tidak melihat Rayn, dia malah tersenyum bahagia, dan sesekali senyum sinis juga terukir di wajahnya.


Hati Rayn pun menjadi sangat senang, ini adalah kali pertamanya dia membuat Erick, musuhnya itu merasakan suatu kekalahan.


"Haha ... Hahaha!" Erick tertawa setelah cukup lama dia terdiam, membuat Edison juga Rayn menjadi sangat bingung.


"Bagaimana anda bisa memutuskannya seperti itu, Pak? Anda bahkan belum bertanya kepada saya, anda baru bertanya dengan Rayn, kemudian anda langsung memutuskan bahwa jawabannya adalah yang benar? Kemana hilangnya sila kelima Pancasila di sekolah yang elit ini?!"


"Mengapa anda juga tidak bertanya kepada saya?! Hanya karena tata cara berbicara saya berbeda, maka saya salah? Sungguh pemikiran yang tidak dewasa!"


Erick berbicara dengan penekanan disetiap kata-katanya, tubuh Edison pun sedikit gemetar saat mendengar kata-kata dari Erick itu.

__ADS_1


__ADS_2