
Pertemuan para pengusaha-pengusaha hebat dari seluruh perusahaan yang ada di Indonesia itu berlangsung menjadi pesta yang sangat meriah.
Mereka berpesta sembari saling mengobrol dan membicarakan tentang usaha, atau pun rencana kerjasama yang akan mereka lakukan di kemudian hari nanti.
Pesta meriah itu pun berlangsung hingga larut malam, saat jarum pendek pada jam menunjuk ke angka 10 barulah pesta tersebut usai.
Satu persatu orang-orang yang menghadiri pesta itu meninggalkan area pertemuan, dan pergi ke kamar mereka masing-masing yang juga berada di hotel tempat pertemuan berlangsung.
Sementara Brady dan Erick memutuskan untuk pulang ke rumah mereka. Untuk apa tinggal di hotel jika jarak ke rumah saja cukup dekat bukan.
Erick dan Papanya itu lalu pulang ke kediaman Brady melalui jalan pintas yang gelap karena kurangnya pencahayaan dari lampu jalan.
Mereka melewati jalan itu karena berpikir akan bisa lebih cepat sampai ke rumah, terlebih lagi mereka sudah sangat lelah dan ingin segera berbaring di kasur. Namun pilihan mereka itu justru salah, ditengah-tengah gelapnya jalanan, tanpa sengaja Brady menabrak seseorang yang tiba-tiba melintas di depan mobil mereka.
"Pa!" Erick yang panik dan kaget dengan cepat menoleh ke Papanya. "Yaampun Erick, siapa itu tadi? ayo kita keluar!" sahut Brady yang sama panik dan kagetnya.
Dengan cepat mereka berdua pun turun dari mobil, dan berjalan ke bagian depan mobil untuk melihat siapa orang yang telah mereka tabrak itu.
Dan betapa terkejutnya Erick saat tahu siapa orang yang telah Papanya tabrak. Seorang wanita yang sangat dirinya kenal. Beruntungnya wanita itu tidak mendapatkan luka parah, hanya terlihat beberapa goresan di tangannya.
"Kenapa Luh ada di tempat gelap seperti ini?!" tanya Erick dengan nada bicara yang terdengar marah tapi terlihat sangat khawatir.
Kemudian dengan perlahan Erick menarik bahu wanita itu agar berdiri dan menghadap dirinya. "Navya!" seru Erick dan membuat wanita yang sejak tadi terus menunduk langsung mengangkat kepalanya, melihat siapa orang yang baru saja menyebutkan namanya itu.
__ADS_1
Ketika sudah melihat wajah Erick, raut wajah gelisah di mukanya langsung menghilang, "Erick!" ucap wanita itu dengan lega.
"Kenalan kamu?" tanya Brady bingung karena melihat interaksi putranya dengan wanita yang baru saja dia tabrak. "Iya, Pa. Dia teman Erick di sekolah," jawab Erick datar.
Mendengar hal itu, Brady menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. "Yasudah ayo bawa masuk ke mobil, gak baik malam-malam begini di luar lama-lama," ujar Brady.
Erick pun langsung membantu wanita yang ada dihadapannya saat ini untuk masuk ke dalam mobil ketika wanita itu setuju untuk ikut.
Di tengah-tengah perjalanan, Brady menawarkan untuk mengantarkan wanita itu pulang, tapi dia menolak dan meminta izin untuk ke rumah Brady saja, tentu itu bukan masalah bagi Brady.
......................
Di kediaman keluarga Brady, terlihat Hanifa yang sedang sibuk mencari-cari kotak P3K, sementara Erick tengah menemani Navya di ruang tamu rumah mewahnya itu.
"Erick—" Navya ingin kembali berbicara, tapi Erick langsung memotong kalimatnya. "Sebelum Luh mengatakan hal lainnya lagi, jawab pertanyaan gue tadi. Apa yang Luh lakuin di tempat gelap dan sepi seperti itu?" sela Si Devil Boy dengan sangat tegas dan penuh penekanan.
"Aku ingin bertemu denganmu." Dengan singkat Navya menjawab pertanyaan Erick, hal tersebut membuat Erick menjadi semakin bingung.
"Ingin bertemu dengan gue? Buat apa? Dan kenapa harus malam-malam begini, lalu dari mana Luh tahu kalau gue ada di tempat itu?" tanya Erick dengan bertubi-tubi.
Mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut Navya langsung menundukkan kepalanya, dia terlihat sangat gelisah untuk menjawabnya. Dan saat ini menjadi pertama kalinya Erick melihat sisi Navya yang lain, karena yang dia lihat selama ini adalah sosok Navya yang sangat tegar dan tidak akan ragu-ragu dalam melakukan hal apa pun.
"Navya, gue gak maksa Luh buat jawab semua pertanyaan gue tadi, tapi setidaknya jawablah satu. Lalu ... Berhenti membuat gue khawatir," ucap Erick diikuti dengan aksi memalingkan wajahnya. Wajah pria itu terlihat memerah.
__ADS_1
"Aku membuat kamu khawatir?" Tiba-tiba saja Navya berteriak dengan riang, kalimat terakhir yang Erick katakan barusan terus terngiang di kepala dan hatinya. Kalimat itulah yang akhirnya membuat Navya kembali menjadi Navya yang selama ini Erick kenal, wanita yang ceria.
"Huft ...." Erick menghela kasar napasnya, "Sepertinya gue telah melakukan satu kesalahan besar," gumamnya sembari kembali meluruskan pandangannya. Kini matanya dan Navya sudah bisa saling melihat.
Keduanya pun cukup lama saling pandang, sampai akhirnya Erick memberikan tatapan dingin yang cukup menakutkan, hingga Si Angel Girl tidak berani untuk menatap mata pria itu lagi.
Dengan tatapan dinginnya, Erick mengisyaratkan Navya untuk segera menjawab pertanyaan yang sudah dia lontarkan tadi. Tidak ingin diamuk oleh pria di hadapannya itu, Navya pun segera bicara.
"Aku mencari mu karena ada satu hal penting yang ingin aku katakan. Aku harus mengatakan hal itu malam ini juga, tapi ku pikir sudah sangat terlambat karena kamu sudah keluar dari tempat pertemuan itu," ujar Navya memulai penjelasannya.
Navya berhenti sejenak, melihat wajah Erick yang sepertinya masih kurang puas dan tidak mengerti apa yang dirinya katakan.
"Kemarin malam, aku mendengar Papaku sedang berbicara dengan dua orang pria. Mereka bertiga membicarakan tentang rencana buruk yang ingin mereka lakukan pada keluargamu ini. Aku ingin segera memberitahu hal itu padamu, tapi saat itu aku dikurung dan tidak bisa keluar dari rumah. Namun untungnya hari ini aku bisa kabur," lanjut Navya menjelaskan panjang lebar.
Penjelasan Navya itu membuat Erick paham dan mengerti dengan situasi yang saat ini terjadi.
"Ternyata dua orang yang telah Abian tangkap adalah suruhan Papamu, ya? Jadi nama Papamu adalah Hendra?" tanya Erick lagi dan Navya pun menganggukkan kepalanya.
"Eh tunggu ... Ditangkap Abian? Maksudnya?" Navya menyadari kalimat pertama Erick yang terdengar menjanggal di telinganya.
Dengan santai Erick menjawab, bahwa dari kemarin dia tahu bahwa ada dua orang yang terus mengikutinya. Lalu dia dan anak-anak Sky Bruiser mencari orang itu, dan beberapa menit yang lalu Erick mendapatkan kabar dari Abian bahwa kedua orang itu sudah mereka amankan.
Yang membuat Erick tidak habis pikir adalah tentang kedua orang tersebut yang ternyata adalah suruhan Papa Navya. Dan sekaligus suruhan orang yang hampir mengacaukan pertemuan antar pengusaha tadi.
__ADS_1
"Aku hampir mengerti semuanya sekarang, tapi apa maksud Luh dengan dikurung? Kenapa Luh bisa dikurung sama orang tua Luh?" tanya Erick untuk sekian kalinya.