Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 32. Menjadi Penyelamat


__ADS_3

Ditengah-tengah keributan yang terjadi saat ini, Rayn tiba-tiba saja berteriak dan menyalahkan Erick atas keributan tersebut.


Dia menghasut semua orang bahwa datangnya geng motor yang mengamuk tersebut ke sekolah mereka, itu tak lain karena Erick sekolah di sana.


Tentu hal itu membuat Erick menjadi kaget, "Ada apa dengan orang ini? Apa dia ingin memfitnah ku lagi?!" gumam Erick kesal di dalam hatinya.


Kini semua mata tertuju kepada Erick, sebagian besar dari tatapan mereka terlihat seperti percaya dengan apa yang telah Rayn katakan. Tatapan mata yang terlihat sinis dan marah.


Melihat hal itu tentu Navya dan Caera tidak bisa tinggal diam, jadi mereka melakukan pembelaan untuk pria yang berdiri di antara mereka tersebut.


Caera membalas tatapan tajam semua orang dengan tatapan yang jauh lebih mengerikan, "Apa kalian tidak belajar dengan masa lalu? Bukankah seharusnya kalian tahu sekarang, tentang seperti apa sifat dan perilaku Ketua OSIS sekolah ini?" ucap Caera dengan suara yang cukup keras.


"Erick memang ketua geng motor, tapi bukan berarti geng motor yang sedang mengamuk itu adalah musuh geng motor Erick, kan? Bukankah kalian tahu, orang yang cerdas tidak mengambil kesimpulan hanya dengan mendengar ucapan satu orang, lagi pula omongan Rayn tidak ada bukti atas kebenarannya!" sahut Navya dengan suara yang lembut tapi tetap terdengar tegas.


Mendengar ucapan dari kedua wanita cantik dan pintar tersebut, membuat banyak orang yang menatap Erick tadi membuang tatapan mereka, mereka kini terdiam sembari memikirkan apa yang telah kedua wanita itu katakan.


Namun tentu saja tetap ada orang yang masih setia mendukung Rayn, memberikan tatapan tak suka dan benci mereka kepada Ketua Geng Sky Bruiser tersebut. Hal ini membuat Erick menjadi semakin kesal, terutama terhadap Rayn Sang Provokator dari masalah ini.


Dengan emosi yang terus ditahan, Erick berjalan perlahan menuju Ketua OSIS tersebut, hingga akhirnya jarak diantara mereka berdua hanya tinggal beberapa centimeter saja.


Erick pun mendekatkan wajahnya kemudian menatap tajam Rayn sesaat, "Geng motor yang mengamuk itu tidak datang karena gue seperti apa yang telah luh katakan tadi. Tapi yang jelas mereka akan pergi karena gue!" bisik Si Devil Boy tepat di samping telinga Rayn.


Setelah dia membisikkan kata-kata tersebut, dia pun mundur beberapa langkah lalu meraih ponsel di sakunya. Terlihat Erick seperti sedang mencari nama kontak seseorang di ponselnya itu, setelah menemukannya dia pun langsung menelpon nomor tersebut.

__ADS_1


"Abian, bawa semua anak-anak Sky Bruiser ke sekolah gue sekarang! Ada geng motor yang harus kita ratakan." Dengan senyumnya yang menyeringai, Ketua Geng Sky Bruiser tersebut berbicara kepada seseorang di telpon itu.


"Wah wah ... Sepertinya ini akan sangat menyenangkan, baiklah tunggu kami disana!" balas orang di balik telpon tersebut, tak lama setelah itu telepon pun dimatikan.


"Erick! Apa yang akan kamu lakukan?" Navya dan Caera berlari ke arah Erick, kemudian Navya bertanya dengan suara yang panik.


"Kalian tidak akan berkelahi disini kan? Itu akan sangat berbahaya dan memperburuk pandangan orang-orang tentang dirimu!" lanjut Navya yang benar-benar sangat khawatir. Namun Erick hanya membalasnya dengan senyuman, dan bersikap santai seolah-olah tidak akan ada yang terjadi.


Caera memiringkan kepalanya, "Itu Abian ya? Kalau emang kalian mau berantem boleh aja sih, tapi jangan disini," ucap Caera dengan wajahnya yang terlihat cukup bersemangat.


Mendengar hal itu tentu saja Navya kaget dan tidak setuju, "Caera!" seru Navya kesal dengan tingkah sahabatnya. Caera tertawa, "Gapapa kali Nav, lagian ini tuh masalah harga diri pria. Cowok kalau ditantang pantang untuk tidak melawan," balas Caera dengan santainya.


Kini Navya jadi tidak tahu harus melakukan apa lagi, bahkan sahabatnya sendiri mendukung apa pun yang akan Erick lakukan nanti.


Ini adalah siang terheboh yang pernah dialami oleh SMA Jaya Sakti dalam kurun waktu yang lama, atau bisa dibilang ini pertama kalinya ada kejadian seperti ini di sekolah elit itu.


"Erick ...," lirih Navya yang semakin tidak tenang, dia tidak ingin Erick sampai berkelahi. Itu akan membuat citra baik yang telah Erick bangun dalam beberapa minggu ini menjadi sia-sia.


Sadar akan kerisauan hati Navya, tanpa sadar tangan Erick bergerak untuk menggenggam tangan lembut Angel Girl tersebut.


Erick tersenyum kecil sembari mengelus pelan tangan yang dirinya genggam, "Kami memang akan berkelahi dengan geng motor yang telah membuat keributan itu, tapi kami tidak akan dilukai maupun melukai. Setelah melumpuhkan aksi mereka, kita selesaikan ini baik-baik," ucap Erick dengan suara yang terdengar lembut.


Setelah mendengar kalimat tersebut, akhirnya Navya pun merasa tenang dan membalas senyum kecil Erick.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Erick melepaskan genggaman tangan itu dan menjauh dari Navya dengan cepat, "Apa yang telah kulakukan!" gumamnya dalam hati kecilnya itu, dia benar-benar tidak percaya bahwa dia telah melakukan hal seperti itu.


Tttiiiittt ...


"Huft ... Abian!" Setelah menghela napas kasar, Erick berjalan menuju Abian dan anggota lainnya yang baru saja tiba tepat di depan gerbang SMA Jaya Sakti. Saat turun dari motor mereka, semua anak Geng Sky Bruiser pun langsung menyerang geng motor tidak dikenal yang telah membuat kegaduhan di sekolah pemimpin mereka.


"Kalahkan mereka tanpa meninggalkan luka sedikitpun! Jangan sampai ada setetes darah pun yang keluar dalam perkelahian ini!" seru Si Ketua Geng motor itu memberikan arahan. Semua anggotanya pun menyahut dan mengatakan, "Ya!"


Hingga akhirnya perkelahian diantara kedua geng motor pun terjadi. Dalam perkelahian itu, semua anggota Geng Sky Bruiser terus menahan diri mereka agar tidak melukai siapapun.


......................


Menit demi menit terlalu, dan tak terasa semua anggota geng yang membuat kegaduhan itu sudah dikalahkan oleh Geng Sky Bruiser. Mereka semua juga telah diikat satu sama lain agar tidak ada yang kabur.


Lalu dalam perkelahian tadi, Geng Sky Bruiser berhasil mematuhi apa yang pemimpin mereka katakan, yaitu untuk tidak melukai siapapun. Tidak ada satupun orang yang terluka.


Hal tersebut membuat banyak orang yang menyaksikan kejadian itu menjadi sangat kagum. Kagum terhadap pemimpin geng hebat itu, dan kagum terhadap anggotanya yang begitu patuh dan mampu menjalankan amanah.


Untuk pertama kalinya mereka melihat pertengkaran secara nyata yang tidak menimbulkan luka seperti ini.


Kini ada banyak orang yang menganggap bahwa Erick dan gengnya adalah penyelamat, pahlawan sekolah. Berkat mereka semua, geng yang telah membuat takut satu sekolah itu akhirnya bisa dihentikan. Jika bukan karena Erick dan teman-temannya, siapa lagi yang akan menghentikan geng tersebut.


Melihat pandangan semua orang terhadap Erick semakin berubah ke arah yang baik, membuat Rayn menjadi semakin kesal. Pada akhirnya dia memutuskan meninggalkan tempat itu dengan emosi yang meluap-luap.

__ADS_1


"Lihat saja, ini belum berakhir!"


__ADS_2