
Tidak terasa dua minggu berlalu begitu cepat, pekan pendidikan SMA Jaya Sakti pun akhirnya telah tiba. Semua murid yang menantikan pekan pendidikan tersebut kini begitu berbahagia.
Karena pada pekan pendidikan ini, mereka semua akan bersenang-senang. Mulai dari menyaksikan agenda utama yaitu lomba cerdas cermat, hingga mengikuti dan juga menonton beberapa lomba hiburan lainnya, yang tentunya juga akan sangat mendidik.
Beberapa lomba lainnya itu adalah menggambar, tebak gambar, menyusun puzzle, membuat robot dari lego, rubik, dan juga teka-teki silang.
Pada pekan pendidikan inilah, para siswa dan siswi SMA Jaya Sakti akan menunjukkan minat dan juga bakat mereka, yang tentunya berada di hal yang berbeda-beda.
Ada yang jago menggambar tapi tidak bisa main tebak gambar, ada yang jago menyusun puzzle, tapi tidak bisa bermain rubik, ada yang pintar saat mengerjakan teka-teki silang, tapi tidak demikian dengan mengerjakan soal cerdas cermat.
Tentu, masih ada begitu banyak murid yang jago di bidang keahlian mereka masing-masing, di bidang yang tidak semua orang bisa.
Itu sebabnya, pada pekan pendidikan yang diselenggarakan setahun sekali inilah, para murid SMA Jaya Sakti dapat menyalurkan keahlian mereka yang beragam tersebut.
"Semuanya, yang masih ada di luar aula, segera masuk ke dalam! Pekan pendidikan akan segera di mulai!" ucap para pengurus OSIS dengan suara yang cukup berteriak, agar murid-murid yang lain dapat mendengar suara mereka.
Para pengurus OSIS itu pun juga mengecek setiap kelas yang ada, dan menyuruh yang masih ada di dalam kelas untuk segera ke aula sekolah.
Dalam waktu kurang lebih sekitar 7 menit setelah bel masuk berbunyi, para pengurus OSIS sudah dapat mengumpulkan semua murid ke dalam aula, sekaligus menertibkan mereka semua.
Dengan demikian, berarti masih ada sekitar 3 menit lagi, sebelum acara pembuka pada pekan pendidikan tersebut di mulai.
Karena masih ada waktu, banyak murid yang saling berbicara dengan teman-teman mereka mengenai kemeriahan yang akan terjadi hari ini.
__ADS_1
"Wah gak sabar banget!" seru salah seorang siswa dengan bersemangat, "Benar, udah lama aku menantikan pekan ini tiba!" sahut temannya.
"Kamu ikut lomba membuat robot dari lego, kan?" tanya seorang siswi kepada temannya, "Iya dong, pasti! Gini-gini aku juara harapan berturut-turut di lomba itu loh!" balas temannya tersebut dengan nada bicara yang bercanda, "Hahaha! Bisa aja kamu juara harapan!" gelak tawa para teman-temannya yang lain.
Selama menunggu acara dimulai, masih ada banyak lagi siswa-siswi yang saling bercanda gurau, atau hanya sekedar mengobrol saja.
Hingga akhirnya waktu 3 menit pun berlalu. Dua orang pengurus OSIS maju ke atas panggung.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap kedua orang itu memberikan salam dengan suara yang lantang melalui mikrofon yang mereka berdua pegang.
Suara kedua orang itu pun bergema ke seluruh aula, membuat suasana yang awalnya sedikit berisik, kini menjadi sunyi.
Semua murid yang awalnya sibuk pada pembicaraan mereka masing-masing, kini diam dan mulai mendengarkan kedua orang pembicara yang ada di atas panggung.
"Selamat siang semuanya! Perkenalkan saya Anisa!" seru moderator yang perempuan, "Dan saya Johan! Kami disini akan menjadi dua orang yang akan paling kalian sering jumpai pada pekan pendidikan SMA Jaya Sakti kali ini!" sambung moderator yang pria dengan cepat.
"Tidak!" balas hampir semua murid.
"Wah belum pada tahu nih ya?" Lagi-lagi Anisa berbicara dengan sangat bersemangat, agar ramai orang mau mendengar mereka berdua.
Anisa tersenyum, begitupun dengan Johan, kemudian mereka terlihat saling memandang satu sama lali, "Ya!" seru Anisa dan Johan berbarengan disertai dengan anggukan kepala.
Johan kembali melihat para pendengarnya, "Nah! karena semuanya pada belum tahu nih, aku bakal kasih tahu ke kalian semua sekarang juga! Jadi, alasan kenapa aku, dan Anisa yang akan menjadi orang yang paling sering kalian jumpai pada hari ini, karena kami berdua lah yang akan menjadi penyiar di semua lomba yang ada!" jelas Johan.
__ADS_1
"Okey ... Karena waktu terus berjalan, jadi mari langsung saja kita dengarkan salam pembuka, dan sepatah kata dari ibu kepala sekolah kita yang tercinta, Ibu Sri Hartati S.Pd, MM!" Dengan suara yang menggebu-gebu, Anisa memanggil nama Kepala Sekolah SMA Jaya Sakti tersebut.
Setelah mengatakan kalimat itu, Anisa dan Johan pun turun dari atas panggung. Lalu tidak lama kemudian, seorang wanita yang terlihat berumur sekitar 40 tahun naik ke atas panggung.
Dia adalah Sri Hartati, Kepala Sekolah SMA Jaya Sakti yang terkenal begitu kompeten, tegas, dan juga disiplin. Beliau juga merupakan salah satu kepala sekolah terbaik di Indonesia, karena dirinya telah menghasilkan begitu banyak siswa-siswi yang begitu berbakat.
Ibu Sri tersenyum di depan mikrofon, dan para murid kesayangan yang ada di hadapan dirinya saat ini. Wajahnya yang begitu ramah membuat siapa saja akan merasa tenang saja melihatnya.
Tuukkk ... Tuukkk ...
Sebelum berbicara, Ibu Sri pun memastikan apakah mikrofon dapat berfungsi dengan baik. Dan setelah merasa semuanya sudah oke, dia pun mulai berbicara.
"Assalamualaikum dan selamat siang semuanya! Tidak banyak hal yang ingin saya katakan kepada kalian semua, karena saya tahu acara kita kali ini akan memakan banyak waktu, jadi waktu sangat berharga! Saya hanya ingin menyampaikan, untuk kalian semua para murid-murid ku, mari ramaikan pekan pendidikan sekolah kita yang tercinta ini!"
"Saya minta, semua siswa dan siswi yang sudah terdaftar pada setiap lomba yang diadakan hari ini, berjuanglah semampu kalian, tunjukkan yang terbaik kepada semua orang. Dan bersaing lah kalian dengan sportif, karena kejujuran adalah nilai yang paling penting!"
"Ya, saya rasa itu saja sudah cukup! Sekarang saya menyatakan bahwa pekan pendidikan SMA Jaya Sakti resmi dimulai!"
Dengan suara yang lembut, tapi tetap terdengar tegas, Ibu Sri berbicara dengan padat dan juga singkat. Memang itu perkataan yang panjang, tapi jika dibandingkan dengan ucapan-ucapan yang biasanya para kepala sekolah katakan, apa yang dikatakan Ibu Sri adalah yang terpendek.
Itu semua karena beliau memang tidak suka dengan hal yang terlalu bertele-tele, baginya cukup mengatakan inti dari semuanya saja, tanpa harus berputar kemana-mana.
Selain itu, juga karena faktor dari para murid SMA Jaya Sakti, yang memang hanya cukup dikatakan sekali, mereka akan langsung mengerti.
__ADS_1
Karena Ibu Sri telah menyatakan bahwa pekan pendidikan tersebut sudah dimulai, maka acara pembukaan tersebut otomatis selesai.
Secara perlahan satu persatu murid keluar dari dalam aula, dan pergi menuju ke tempat lomba yang ingin mereka ikuti, atau mereka tonton.