Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 20. Persaingan Sengit


__ADS_3

Pada pukul 07.45 semua murid dari sekolah elit SMA Jaya Sakti, sudah tersebar di setiap tempat perlombaan yang ada.


Ada yang pergi menonton cerdas cermat, ada yang pergi melihat robot yang terbuat dari lego, ada yang pergi untuk melihat keseruan dari tebak-tebakan gambar, ada yang melihat betapa sulitnya untuk menyusun puzzle dan juga rubik, ada yang melihat indahnya lukisan dari para murid yang berbakat dalam menggambar, serta ada juga para murid yang menyaksikan kerumitan dalam mengerjakan teka-teki silang.


Dari banyaknya perlombaan-perlombaan yang diadakan, cerdas cermat lah yang tetap menjadi agenda besarnya. Pada lomba itu penontonnya juga jauh lebih banyak, jika dibandingkan dengan penonton di lomba-lomba lain.


Beberapa faktornya adalah karena kebanyakan murid sekolah elit tersebut suka dengan hal-hal yang berbau soal, terlebih lagi jika soal itu sulit.


Selain itu, para pesertanya juga sangat menarik perhatian semua orang. Ada Navya Si Angel Girl yang selalu juara umum, ada Rayn Si Ketua OSIS, ada Erick Si Anak Baru yang nakal tapi ternyata pintar, dan masih banyak lagi para peserta yang juga sangat luar biasa.


Perlombaan cerdas cermat itu pun dilakukan di dalam aula, karena mengingat peserta dan juga penontonnya yang banyak.


Ketika jarum pendek pada jam sudah menunjuk ke angka 8, dan jarum panjangnya menunjuk tepat pada angka 12, cerdas cermat itu pun langsung dimulai.


Tepat di atas meja yang ada di depan para peserta lomba, sudah ada dua lembar kertas yang berisi soal-soal cerdas cermat pada babak penyisihan. Setelah lonceng yang menandakan bahwa peserta sudah boleh mengerjakan soal berbunyi, seluruh peserta lomba pun segera menyelesaikan soal yang ada di hadapan mereka.


Waktu pengerjaan yang diberikan hanya 60 menit. Sementara itu, soal yang sedang diujikan berjumlah 100 soal. Dengan 17 soal matematika, 18 soal IPA, 20 soal bahasa Inggris, 20 soal bahasa Indonesia, dan 25 soal sejarah.


Berdasarkan hal tersebut, setidaknya para peserta lomba harus mampu mengerjakan soal yang tidak ada hitung-hitungan kurang dari 20 detik, dan soal hitung-hitungan sekitar 40 detik.


Tentu saja tidak ada masalah jika tidak mampu mengerjakan seluruh soal yang ada, hanya saja kesempatan untuk mendapatkan nilai tinggi jelas akan berkurang, karena semakin sedikitnya poin yang akan didapatkan dari soal yang benar.


Soal benar akan mendapatkan 3 poin, soal salah tapi mendekati benar—pada option jawaban akan diberikan 2 pilihan yang sulit dan meragukan—akan mendapatkan 1 poin, sementara soal yang benar-benar salah, dan tidak menjawab sama sekali tidak akan mendapatkan poin.


Dengan demikian, setidaknya mereka semua harus berusaha untuk menyelesaikan setiap soal yang ada, dan menjawabnya dengan jawaban benar, atau yang hampir benar.


Hingga akhirnya, setelah 60 menit telah berlalu, para panitia lomba cerdas cermat pun langsung mengambil semua kertas milik peserta yang ada. Dan siap tidak siap, para peserta lomba itu harus mengumpulkan kertas mereka.


"Wah ... Wah ... Kira-kira bagaimana dengan hasilnya, ya?!" seru Anisa yang baru saja bisa berbicara sekarang, karena saat lomba tersebut berlangsung, tentu saja dia tidak dapat berbicara dengan heboh sebagai seorang penyiar. Itu akan sangat mengganggu konsentrasi para peserta.


"Sudah selesai?! Wah teman-teman! Babak penyisihan menggunakan kertas di lomba cerdas cermat sudah berakhir nih! Sebentar lagi hasil akan keluar, dan kita semua akan menemukan sepuluh orang dengan nilai tertinggi! Bukan begitu para panitia?" sahut Johan dengan nada bicara yang begitu bersemangat.

__ADS_1


Mendengar perkataan Johan itu, salah satu panitia mengajukan jempol mereka ke CCTV yang tersambung ke ruang pemantauan—tempat Johan dan Anisa saat ini menyiarkan semua yang mereka lihat mengenai setiap lomba yang ada, kepada seluruh penghuni sekolah. Suara kedua penyiar itu pun keluar dari setiap speaker yang ada di sekitar tempat lomba-lomba.


......................


Setelah melakukan penilaian terhadap hasil tes babak penyisihan tulis dari setiap peserta yang ada, selama 15 menit lamanya, akhirnya nama 10 orang dengan nilai tertinggi pun keluar.


...****************...


...1. Navya (12-B)...


...2. Rayn (12-A)...


...3. Erick (12-B)...


...4. Kia (12-C)...


...5. Caera (12-B)...


...6. Zulfa (12-A)...


...8. Winia (12-C)...


...9. Gintana (12-C)...


...10. Lintang (12-A)...


...****************...


Itulah nama 10 murid, dengan nilai tertinggi pada babak penyisihan tulis lomba cerdas cermat secara berurutan.


Bisa dilihat di sana, bahwa Navya, Rayn, dan Erick tetap berada di posisi yang sama persis dengan peringkat pada ujian tes.

__ADS_1


"Sial! Aku masih kalah darinya! Ini tidak bisa dibiarkan!" geram pria yang berada di posisi ketiga, dirinya kesal karena masih belum bisa menggantikan pria yang ada di posisi kedua itu.


Di saat Si Devil Boy kesal, Si Ketua OSIS tentu saja tersenyum senang. Saat ini Rayn merasa bahwa apa yang Erick katakan 2 minggu yang lalu, tentang ingin mengalahkannya, itu semua hanyalah omong kosong.


Karena saat ini, Erick bahkan belum mampu untuk menyingkirkan dirinya dari posisi kedua.


"Baiklah semuanya! Waktu istirahat hanya tinggal 10 menit lagi! Saya minta semua peserta yang lolos sudah harus kembali ke tempat duduknya, tiga menit sebelum masuk ke babak penyisihan kedua!" teriak salah satu panitia yang ada.


Mendengar hal itu, 10 orang yang telah terpilih pun memiliki perasaan yang bercampur aduk.


Ada perasaan senang menyelimuti mereka, karena telah berhasil melewati babak pertama, tapi ada juga rasa takut yang menyelimuti, karena mulai dari sekarang persaingan akan menjadi semakin sulit, dan sangat ketat.


Hingga akhirnya, tanpa terasa waktu 10 menit telah berlalu dengan begitu cepat. Saat ini, sepuluh orang peserta yang berhasil lolos ke babak penyisihan kedua, sudah duduk di tempat yang telah disediakan.


Di depan mereka, sudah ada papan tulis kecil lengkap dengan spidol dan juga penghapus, yang nantinya akan mereka gunakan untuk mencari jawaban dari soal yang diberikan.


"Semua peserta, sudah siap?" tanya seorang panitia yang bertugas sebagai pembaca soal pada babak kedua ini.


"Siap!" ucap sepuluh orang peserta terbaik itu diiringi dengan anggukan kepala mereka.


Mendengar jawaban tersebut, Si Pembaca Soal itu pun langsung mulai membacakan pertanyaan pertama.


"Pada tanggal dan jam berapa Soekarno, dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok?" Dengan suara yang lantang dan jelas, panitia itu membacakan soal pertama.


Tanpa menunggu lama, dengan secepat kilat seluruh peserta mengangkat tangan mereka di waktu yang hampir berbarengan.


Namun, tetap saja yang ditunjuk adalah dia yang mengangkat tangan paling cepat.


"Silahkan, Erick!" ucap panitia tersebut mempersilahkan Erick untuk menjawab.


Erick menurunkan tangannya terlebih dahulu, "16 Agustus 1945 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB!" seru Erick menjawab pertanyaan yang tadi diberikan oleh panitia lomba.

__ADS_1


"Benar!" sahut seorang guru wanita, yang merupakan juri dalam perlombaan ini.


Seketika saja suara tepuk tangan bergema ke seluruh aula selama beberapa detik, sampai akhirnya mereka diam karena panitia akan membacakan soal selanjutnya.


__ADS_2