Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 25. Semuanya Terbongkar


__ADS_3

Lahan kosong yang ada di belakang kantin sekolah menjadi tempat Erick, Navya, dan Caera berada saat ini.


Setelah cukup jauh Navya menarik Erick dari depan pintu aula sekolah, melewati lapangan, kelas-kelas sepuluh dan sebelas, kini akhirnya Angel Girl tersebut berhenti menarik tangan Si Ketua Geng Sky Bruiser yang sering membuat masalah di sekolah itu.


"Jadi, apa yang pengen luh omongin sama gue, sepupunya Abian?" Dengan wajah dan suaranya yang datar, Erick langsung bertanya sesampainya dia di tempat tersebut.


Mendengar perkataan Erick itu, senyum kecil terukir di wajah Caera, yang selama ini selalu memperlihatkan wajahnya yang galak saat berhadapan dengan Erick.


Caera menggeleng kecil sembari tetap tersenyum, "Jangan panggil aku pakai sebutan seperti itu! Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya sejak kapan sih kamu tahu kalau aku sepupunya Abian?" gumam wanita itu.


"Di hari pertama kita kenal, Abian udah ceritain semuanya tentang luh, dan bahkan juga tentang Navya Si Angel Girl," balas Erick masih dengan wajah dan suara yang datar.


Kali ini, Navya lah yang tersenyum ketika mendengar perkataan dari pria yang dirinya tarik tadi. "Dia telah menyebut namaku sebanyak delapan kali!" seru Navya di dalam hatinya.


Navya benar-benar senang mendengar Erick menyebut namanya, karena bagi Navya itu adalah hal yang cukup langkah.


Terlebih lagi ketika tahu kalau dirinya pernah dibicarakan oleh Erick dan kawan-kawannya, kesenangan Navya menjadi berlipat ganda.


"Sekarang, cepat kasih tahu ke gue, apa yang mau kalian bicarakan?" Lagi-lagi Erick bertanya dengan pertanyaan yang sama. Kesabaran pria ini sudah mulai habis, karena sejak tadi dia terus bertanya, tapi tidak ada satupun pertanyaannya yang dijawab oleh kedua wanita itu.


Wajah kesal Si Ketua Geng Sky Bruiser itu pun saat ini dapat dilihat dengan sangat jelas, hal ini membuat Caera akhirnya angkat suara untuk menjawab pertanyaan dari Erick.


"Aku akan ceritakan semuanya dari awal, ini akan memakan cukup banyak waktu, maka dari itu aku hanya akan mengatakannya sekali. Jadi tolong dengarkan dan simak baik-baik," ucap Caera.

__ADS_1


Erick pun merespon ucapan Caera tersebut dengan anggukan kepalanya. Setelah melihat Erick telah siap mendengarkan, Caera akhirnya mulai menjelaskan semuanya.


"Ketika tahu kalau kamu bakal masuk ke SMA Jaya Sakti ini, Abian langsung minta tolong sama aku, sebagai satu-satunya orang yang dia kenal di sekolah ini, untuk ngejaga dan bantu kamu di sekolah barumu. Ya intinya sejak awal, aku itu udah tahu tentang kamu dari Abian."


Caera membuka penjelasannya dengan hal yang cukup mengejutkan bagi Erick. Erick menaikkan salah satu alisnya, "Kalau gitu, kenapa di awal pas kita ketemu, luh malah marah-marah sama gue?" tanya Erick yang sedikit bingung.


Jika Abian meminta tolong kepada Caera untuk membantu Erick di sekolah barunya, bukankah hal yang Caera lakukan selama ini justru sangat berlawanan dengan apa yang diminta?


"Karena kamu belagu banget waktu itu! Terus main marah-marah dan ngatain Navya bodoh lagi! Siapa yang gak marah sahabatnya di gituin? Lagi pula, justru hal itu membuat semuanya menjadi mudah saat ini!" balas Navya dengan cepat, dan di akhir kalimatnya tadi, wanita itu tiba-tiba tersenyum licik.


"Menjadi mudah? Maksudnya?" lirih Erick bertanya, dan Caera pun langsung melanjutkan penjelasannya yang sempat terhenti, dimana penjelasannya yang selanjutnya akan menjawab pertanyaan Erick tersebut.


"Dua hari setelah kamu bertengkar dengan Rayn hingga masuk ke ruang BK dan mendapatkan 50 poin hukuman, Abian kembali meminta tolong padaku, untuk melindungi kamu dari Si Ketua OSIS itu."


"Sekarang, aku jadi bisa mendapatkan bukti, tentang kejahatan dan juga kecurangan yang Rayn lakukan padamu!"


Sahabat Navya itu menjelaskan dengan panjang lebar bagian awal dari penjelasannya.


Ya, itu masihlah bagian awal dari semua hal yang ingin Caera jelaskan kepada Erick.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Caera tersebut, ada cukup banyak pertanyaan Erick yang akhirnya terjawab. Tapi ada beberapa pertanyaan lain yang muncul


"Kejahatan dan kecurangan? Lagi-lagi apa yang sebenarnya terjadi?!" Dengan wajahnya yang terlihat sangat kebingungan, Erick bertanya.

__ADS_1


Caera yang berhenti untuk memberikan jeda, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kembali penjelasannya.


Hal tersebut dia lakukan, karena pria yang ada di hadapannya saat ini, benar-benar sudah sangat tidak sabaran. Pria itu terlalu banyak bertanya.


"Salah satu panitia perlombaan cerdas cermat, telah Rayn bayar untuk memberikan informasi kepada dirinya mengenai teknisi lomba, pada babak akhir lomba cerdas cermat tadi."


"Lalu Rayn juga telah mendapatkan bocoran untuk soalnya, karena dia juga telah membayar salah satu staf tata usaha. Dia mendapatkan soal-soal yang akan diberikan padanya di lomba tadi dari komputer di tata usaha."


"Kemudian ini yang paling parah, dia mengganti soal cerdas cermat milikmu, dengan soal-soal cerdas cermat yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Itu sebabnya kamu kesusahan dalam menjawab soal-soal tadi, kan?"


Mata Erick membulat tidak percaya, ketika mendengar semua ucapan Caera tersebut.


Erick tidak menyangka bahwa hal seperti itu telah terjadi. Sosok ketua OSIS yang sangat dikagumi oleh banyak orang, dan sosok orang yang begitu berprestasi di sekolah, ternyata telah melakukan hal yang seburuk itu.


"Kenapa aksi tidak benarnya itu dapat dilakukan dengan sangat mulus? Bagaimana mungkin tidak ketahuan sama sekali? Apa keamanan sekolah ini sangat rendah?" gumam Erick tidak habis pikir.


"Ya seperti yang aku bilang tadi, Rayn telah membayar seseorang. Kemarin, saat aku dan dia pergi ke ruang tata usaha, baik di dalam maupun area luar sekitar ruangan tersebut, benar-benar sepi, tidak ada orang sama sekali. Rayn juga tahu apa sandi keamanan yang ada di pintu masuk ruang tata usaha, password komputer, sampai password untuk membuka file soal cerdas cermat!" Caera kembali menjelaskan.


"Aku tidak yakin, tapi bukankah sedikit mustahil jika dia hanya bekerjasama dengan dua orang saja? Ku rasa pria itu telah membayar banyak orang hanya untuk mengalahkan dirimu, Erick!"


Caera mengakhiri penjelasannya yang panjang, dengan senyum di wajahnya. Semua penjelasan Caera itu, benar-benar telah menjawab semua hal yang membuat Erick bingung sejak tadi.


Mulai dari permintaan Abian kepada Caera, Caera yang menyamar sebagai musuh Erick untuk dapat mengungkap kejahatan Rayn, aksi Rayn yang menyogok panitia dan staf, hingga aksinya yang menukar soal cerdas cermat untuk Erick. Semuanya, semuanya telah terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2