Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 31. Serangan Dari Geng Motor


__ADS_3

Terik matahari yang terasa sangat panas kini menusuk ke dalam kulit semua orang yang berlalu lalang di luar ruangan.


Suhu yang hampir mencapai 35°C di Kota Batam saat siang menjelang membuat hampir semua orang enggan untuk keluar ruangan.


Namun kondisi seperti ini lah yang diinginkan para anak-anak Geng Sky Bruiser, karena sinar matahari yang terik membuat sedikit orang yang datang ke alun-alun Kota Batam saat siang hari, sehingga tempat itu serasa milik mereka sendiri.


Di bawa beberapa pohon yang rindang, para anggota Geng Sky Bruiser menikmati rujak buah bersama dengan minuman kesukaan bos mereka yaitu es kelapa muda.


Sambil menyantap makanan dan minuman yang ada mereka semua pun saling berbagi cerita, dan membahas begitu banyak hal yang beragam.


Dari sekian banyaknya pembahasan, yang menjadi topik paling hangat dan banyak peminat adalah mengenai pemimpin geng tersebut.


"Ekhm ... Tampaknya ada yang hubungan dengan orang tuanya jadi lebih baik nih!" ucap Theo Si Komandan divisi pertama Geng Sky Bruiser.


Theo mengatakan kalimatnya itu pun dengan nada bicara yang menyindir, juga dengan senyum yang ingin berubah menjadi tawa.


"Aduh ... Siapa sih Theo? Sebut merek kenapa!" sahut Bryan Si Komandan divisi kedua Geng Sky Bruiser juga dengan nada bicara dan ekspresi yang sama persis dengan Theo.


"Luh macam gak tahu aja Bry, kan yang suka debat sama orang tuanya disini cuma Tuan muda kita, siapa lagi coba kalau bukan Erick Brady Aditya!" balas Theo, dan pada akhirnya dia tertawa karena tidak mampu menahannya lagi. Entah kenapa hal itu menjadi begitu lucu bagi Theo, Bryan, dan sebagian anggota lainnya.


Tuk ... Tuk ... !!


"Awww!" Theo dan Bryan meringis berbarengan saat tangan yang sudah Erick kepal mendarat di kepala mereka berdua. Memang tidak terlalu kuat, tapi itu terasa cukup sakit.


"Bos! Kok main pukul-pukul aja sih, salah kita apa coba?" gerutu Bryan sembari terus memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Mendengar ucapan Bryan tersebut, Erick pun mengambil ancang-ancang untuk melakukan pukulan keduanya. Tentu hal itu langsung membuat Bryan tak berani berbicara lagi.

__ADS_1


"Hahaha ... Siapa suruh cari gara-gara sama Erick, singa yang lagi tenang kok diganggu." Tawa Sang Wakil Ketua geng pun pecah saat melihat tingkah rekan-rekannya itu. Suara tawa Abian pun disusul oleh tawa anggota yang lainnya.


......................


Suasana pagi hari di dalam kelas 12-B bisa dibilang cukup ricuh. Ada siswa yang bermain gitar, ada yang bernyanyi, memainkan permainan seperti UNO, dan juga ada yang saling bergosip.


Dan diantara banyaknya kelompok pembagian tersebut, ada satu kelompok yang dikelilingi oleh atmosfer yang sangat dingin. Tidak ada banyak pembahasan di dalam kelompok ini.


Anggota kelompok itu adalah Navya, Caera, lalu kemudian Erick, orang yang menjadi dalang dari atmosfer aneh itu. Pria yang cukup dingin.


Caera duduk di kursi milik Navya, lalu Navya duduk di kursi milik Erick, sementara Erick berdiri dengan sedikit bersandar di mejanya. Ketiganya pun sibuk dengan buku bacaan mereka sendiri.


"Gue kemarin gak liat Rayn, dia kemana?" gumam Erick bertanya tanpa melihat ke arah dua wanita yang ada di dekatnya itu.


Mendengar pertanyaan dari Erick itu, Navya pun langsung menandai halaman buku bacaannya, lalu kemudian menutup buku tersebut.


"Lalu bagaimana dengan perilaku orang-orang disini terhadapnya?" tanya Erick lagi masih tanpa melihat lawan bicaranya.


"Ya awalnya orang-orang sempat menjauhi Rayn dan menunjukkan sikap tak suka mereka. Namun itu hanya berlangsung selama beberapa hari saja, lalu kemudian Rayn kembali diberlakukan seperti biasanya." Dengan suara yang lembut Navya kembali menjawab pertanyaan Erick.


Setelah Navya selesai menjelaskan, dengan wajah yang kesal perlahan Erick menutup buku bacaan miliknya. Kini dia melirik Navya dan Caera satu persatu secara bergantian.


Erick mengernyitkan dahinya, "Aneh, apa mereka semua memang bisa melupakan suatu kejahatan dengan semudah itu?" lirihnya tak terima.


"Ya mau gimana lagi Erick. Rayn itu kan udah banyak banget cetak prestasi buat SMA Jaya Sakti, ya kamu tahu sendiri kan gimana sekolah ini? Bagi mereka prestasi dan kejahatan yang Rayn lakukan itu tak semanding. Kecurangan Rayn saat lomba cerdas cermat tersebut belum mampu untuk menghapus semua nama baik yang sudah dirinya torehkan." Caera yang dari tadi diam kini menyahut.


"Namun liat saja sisi baiknya! Sekarang udah gak ada lagi tuh yang bakal bilang kamu berandalan, nakal atau sejenisnya, karena kamu udah berhasil mengalahkan Si Rayn itu!" lanjut Caera dengan nada bicara yang bersemangat.

__ADS_1


Mata Caera melihat ke sekitarnya dengan cepat, "Kemudian dari apa yang udah aku lihat selama beberapa hari ini, kamu jadi semakin populer loh!" sambung sepupu Abian tersebut.


Semua kalimat dari Caera itu membuat Rayn tersenyum, bukan senyum yang manis melainkan senyum tipis yang kemudian berubah menjadi senyum yang kecut.


"Dari dulu gue emang udah populer, kan?" ucap Erick dengan raut wajah yang ingin memastikan. Melihat ekspresi Erick itu Navya dan Caera pun tertawa. "Iya juga ya, dari dulu kamu emang udah populer!" seru Caera diiringi dengan tawanya.


"Tapi kan kalau dulu kamu populer karena kenakalannya, nah sekarang populer karena prestasinya. Dengan kata lain, kini kamu populer dalam arti yang sesungguhnya!" ujar Navya juga masih tertawa.


Erick menaikkan salah satu alisnya, "Dan yang pasti populer dalam hal yang benar kan." Si Ketua Geng Sky Bruiser itu berbicara dengan nada yang dingin, tapi anehnya kedua wanita tersebut malah tertawa semakin besar saat Erick mengatakan kalimatnya itu. Hal ini membuat Erick menjadi semakin bingung, "Ada apa dengan mereka?"


......................


TTTTRRRRRIIIINNNNGGG ...


Suara bel pertanda pulang sekolah berbunyi dengan panjang, para guru-guru yang mengajar menyudahi pembelajaran mereka dengan munculnya bunyi bel tersebut.


Satu persatu murid SMA Jaya Sakti pun pergi meninggalkan kelas mereka lalu berjalan ke arah pagar sekolah ataupun tempat parkir kendaraan.


Awalnya semua terlihat baik-baik saja, semua orang melakukan aktivitas setelah pembelajaran selesai seperti pada hari-hari biasanya. Ada yang langsung pulang, ada yang ikut ekskul, atau ada juga yang sekedar bermain-main saja di sekolah.


Namun tiba-tiba terdengar keributan dari arah gerbang masuk sekolah. Terdengar ada begitu banyak suara teriakan dan suara knalpot motor.


Erick, Navya, dan Caera yang sedang berjalan ke arah tempat parkir pun langsung mengubah rute mereka ketika mendengar keributan tersebut.


"Ada apa ini?!" teriak Caera ketika mereka sampai di tempat terjadinya keributan, "Ada Geng motor yang ngamuk di luar!" balas salah seorang siswi sembari berlari panik untuk masuk kembali ke lingkungan sekolah.


Mendengar pernyataan dari siswi tersebut Erick, Navya, dan Caera menjadi semakin bingung. "Ada geng motor?" gumam mereka berbarengan.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara Erick, geng motor yang mengamuk di luar itu pasti musuhnya geng motor Erick, dan karena Erick sekolah di sini makanya mereka mengamuk di sekolah ini!" Ditengah-tengah kebingungan mereka bertiga, mendadak terdengar suara dari seseorang yang sangat mereka kenal. Suara seorang pria yang memiliki hubungan tidak baik dengan Erick.


__ADS_2