Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 26. Kemenangan Untuk Erick


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari Caera, suasana antara Erick, Navya, dan Caera menjadi hening selama beberapa saat.


Tidak ada percakapan di antara mereka bertiga, sampai akhirnya Caera menangkap basah Erick yang terus melirik ke arah Navya.


"Navya juga udah tahu semuanya tuh!" seru Caera diikuti dengan sedikit memonyongkan bibirnya untuk menunjuk Navya, karena Caera sedang malas menggunakan tangan miliknya.


Mendengar perkataan Caera tersebut, Erick kembali membulatkan matanya, entah ini sudah keberapa kalinya dia dibuat kaget hari ini. "Hah? Sejak kapan?" ucap Erick, kemudian dengan cepat dia menghadap ke arah Navya.


Navya tersenyum, lalu karena tubuhnya sedikit lebih pendek dari Erick, Navya mendongakkan kepalanya agar mata mereka bisa bertemu. "Di hari pembagian hasil ujian tes, setelah kamu pergi ninggalin aku di lapangan basket, Caera datang dan ajak aku ke perpustakaan. Disana Caera menceritakan semuanya, dan kemudian meminta bantuan sama aku, buat ikut bantu kamu biar Rayn gak jahat lagi sama kamu."


Tanpa perlu diminta, Navya menjelaskan pertanyaan yang muncul dari raut wajah Erick yang kini menatap dirinya.


Erick terpaku beberapa saat, dia menaikkan salah satu alisnya, "Apa ini alasan luh keluar di babak final?" tanya Erick, dan Caera pun mengangguk.


Melihat respon Navya tersebut, Erick dibuat semakin sulit untuk berkata-kata. "Tapi kenapa? Kenapa luh mau bantuin gue sampai segitunya? Kita bahkan gak sedekat itu. Bukannya setiap lomba penting ya buat luh?" Erick berbicara dengan nada yang tegas.


Saat ini, ketua geng Sky Bruiser itu terpikir dengan satu kalimat yang pernah dia dengar sebelumnya, sebuah ucapan yang dia dengar saat dirinya mengantar Navya pulang.


Erick masih tidak yakin siapa yang mengatakan kalimat itu, tapi dia yakin bahwa itu ditujukan kepada Navya.


"Nilai dan prestasi." Itulah inti dari ucapan yang Erick dengar, di malam hari sepulang dirinya dan Navya dari kantor polisi.


Entah mengapa, kini Erick menjadi khawatir, dia khawatir jika Navya akan dimarahi lagi jika tidak memenangkan pertandingan cerdas cermat itu.


Namun, disaat kekhawatiran sedang melanda dirinya, senyuman hangat dari Navya membuat Erick menjadi tidak habis pikir. "Bagaimana dia bisa setenang ini?!" gumam Erick dalam hatinya.


"Karena kita teman, Erick! Tidak perlu ada alasan untuk membantu seorang teman. Lagi pula, aku ini sudah terlalu sering ikut cerdas cermat, bosan tahu! Jika menang pun juga cuma akan mewakili sekolah di tingkat kota," ucap Navya Si Angel Girl dengan senyuman yang semakin mengembang, juga nada bicara yang sedikit sombong.


Ucapan Navya kali ini, mampu membuat Erick yang selama ini terlihat dingin, menjadi seperti sosok orang yang berbeda. "Hahaha ... Sombong banget!" Erick tertawa dengan begitu lepas.

__ADS_1


Tawa tersebut, ini pertama kalinya bagi Navya melihat Erick tertawa seperti itu. Erick tertawa seperti semua bebannya selama ini telah hilang. Atau mungkin setidaknya sedikit berkurang.


......................


Tidak terasa, 1 jam setelah babak terakhir pada pertandingan cerdas cermat telah berlalu dengan cepat. Saat ini adalah waktunya pengumuman Sang Juara, pada lomba cerdas cermat SMA Jaya Sakti di pekan pendidikan tahun ini.


Dari yang seharusnya ada 3 kandidat, kini hanya ada dua kandidat yang akan maju sebagai juara. Karena satu kandidatnya lagi, Navya, sudah mengundurkan diri.


Setidaknya kali ini Erick sudah tahu apa alasan Navya mengundurkan diri, itu semua karena dia ingin Erick dan Rayn bertanding berdua saja. Agar Erick bisa merasa sangat puas, dan juga agar Erick bisa maju ke tingkat kota.


Erick, Navya, dan Caera duduk di barisan bangku paling belakang, hal itu mereka bertiga lakukan untuk menjauh dari Rayn yang duduk di barisan bangku bagian tengah.


"Erick, kamu gak perlu khawatir. Pokoknya kalau nanti Rayn diumumkan sebagai pemenang, aku akan maju dan mengungkap semua kecurangan yang dia lakukan," ucap Navya dengan suara yang pelan, agar orang lain tidak dapat mendengarnya.


Erick mengangguk, "Terimakasih!" balasnya.


Tuk ... Tuk ... Tuk ...


Dua orang dari tim penyiar, yaitu Johan dan Anisa kini pun sudah berdiri di atas panggung. Mereka berdua tersenyum sebelum mulai menyapa semua orang yang hadir di dalam aula.


"Selamat siang semuanya!" seru Anisa dengan begitu bersemangat. "Bagaimana, bagaimana? Apa ada yang sudah tidak sabar dengan hasil dari pertandingan cerdas cermat?" lanjutnya.


Semua orang bersorak, "Ya!"


"Waw ... Sepertinya semua orang sudah menunggu di Jo, jadi ayo cepat umumkan Johan!" Anisa berbicara sembari menyenggol tubuh Johan yang berdiri di sampingnya.


"Hahaha ... Baiklah Anisa dan juga semuanya yang ada disini. Setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya hasil dari perlombaan utama pada pekan pendidikan kali ini akan keluar, ya!"


"Semua peserta telah melakukan yang terbaik, semuanya adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Tapi kali ini, kita akan tahu, siapa Sang Juara diantara para orang-orang terbaik itu."

__ADS_1


"Dari sekian banyaknya babak yang telah dilakukan, akhirnya ketemulah satu orang ini. Sang Juara kita, jadi marilah kita langsung sambut saja dia ...."


Johan berbicara dengan begitu bersemangat, sama seperti Anisa. Lalu di perkataan terakhirnya, dia sedikit mengantungkan kalimatnya, membuat suasana menjadi begitu tegang. Baik penonton, maupun Erick dan juga Rayn, semua orang sangat tegang saat ini.


Johan diam selama beberapa saat, dan setelah melihat wajah semua orang yang sudah sangat tidak sabar, Johan akhirnya kembali melanjutkan kalimatnya.


"Dan inilah dia, Sang Juara jenius kita! Erick Brady Aditya!" teriak Johan, suara Johan bergemuruh ke setiap sudut ruangan.


Suasana yang tegang, kini menjadi begitu heboh, semua orang memiliki ekspresi yang berbeda saat mendengar hasil itu.


Ada yang senang, ada yang tak percaya, ada yang kesal, ada yang kecewa, dan masih banyak lagi.


Rayn, dia menjadi orang yang kesal sekaligus tidak percaya, "B–bagaimana mungkin? Soalnya kan sudah aku—" Rayn benar-benar tidak percaya dengan hasil ini, dia tidak menyangka bahwa dia kalah meski telah melakukan kecurangan.


Disisi lain, Navya dan Caera terlihat begitu senang, saking senangnya, saat nama Erick disebutkan mereka berdua sampai melompat.


"Untuk Erick Sang Juara kita, silahkan maju ke atas panggung!" seru Anisa sangat antusias.


Namun pria yang dipanggil itu masih diam terpaku, kedua teman wanita yang ada di sisinya pun menyadari akan hal itu.


"Majulah Sang Jenius! Jangan merayakan kemenangan hanya dengan berdiam diri di sini saja! Kamu bintangnya sekarang!" ucap Caera dengan sangat bangga.


"Benar! Meski Rayn telah melakukan kecurangan, tapi kamu tetap bisa mengalahkannya, itu luar biasa! Padahal Rayn sudah tahu beberapa soal yang akan diberikan padanya. Dia juga telah menukar soal kamu dengan soal yang sangat sulit, tapi kamu bisa menyelesaikannya dengan sempurna!" sambung Navya juga bangga.


"Kamu jenius sesungguhnya, Erick!" Navya dan Caera berbicara secara bersamaan, hal itu membuat Erick tersenyum kecil.


Semua orang yang melihat Navya dan Caera dibuat ikut tertawa, tingkah dua wanita itu benar-benar sangat lucu.


"Aku tidak tahu kalau Navya dan Caera sedekat itu dengan Erick!" bisik salah seorang siswi kepada temannya. "Kau benar, mereka sangat akrab!" balas temannya.

__ADS_1


Pprookkk ... Pprookkk ... Pprookkk ...


Tepuk tangan yang bergemuruh mulai terdengar, Erick pun akhirnya mulai melangkah untuk maju ke atas panggung. Langkahnya diiringi dengan semua suara tepukan, dan juga sorakan yang meriah tersebut.


__ADS_2