Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 36. Masalah Baru


__ADS_3

Di bawah sinar matahari yang terik dan di depan pintu lobi sekolah, Erick sedang menunggu kedua orang tuanya yang akan datang menjemputnya.


Setelah kurang lebih menunggu sekitar 10 menit, akhirnya Brady dan Hanifa yang ditunggu-tunggu oleh Erick pun tiba.


Perlahan kedua orang tua Erick itu keluar dari mobil dan menghampiri putranya, "Kamu sudah lama menunggu, sayang?" tanya Hanifa ketika sudah berdiri tepat di hadapan Erick.


Erick menggelengkan kepalanya, "Tidak kok, Ma. Soalnya tadi Erick ada sedikit urusan dengan wali kelas Erick, jadi Erick belum terlalu lama berada disini," jawab Erick dengan sedikit mengeluarkan senyum kecilnya dari wajah yang hampir tanpa ekspresi tersebut. Nada bicaranya pun terdengar begitu datar. Karena jujur saja, sebenarnya Erick masih sangat canggung ketika berhadapan atau berbicara dengan kedua orang tuanya.


Hal tersebut tidak lepas dari akibat hubungan buruk mereka bertiga selama ini. Bertahun-tahun mereka melalui hubungan keluarga tanpa ada kehangatan sama sekali di dalamnya.


"Emm ... Pa, Ma, sepertinya Erick tidak bisa deh ikut dengan kalian sekarang. Tiba-tiba saja Erick teringat ada sesuatu yang harus Erick kerjakan!" seru Erick tiba-tiba dengan nada bicaranya yang tergesa-gesa, tentu hal itu membuat Brady dan Hanifa kebingungan.


"Apa itu? Kamu sudah janjikan kalau malam ini kita akan makan malam bersama?" balas Brady yang tidak mengerti dengan maksud putranya.


Wajah Erick terlihat berubah menjadi panik, meski terlihat tidak terlalu jelas. "Aduh ... Erick gak bisa cerita, Erick buru-buru banget! Boleh ya, Pa?" ucap Erick yang semakin tergesa-gesa, kini dirinya memohon agar diizinkan.


Walau tidak mengerti pada akhirnya Brady pun memberikan izin, "Yasudah, tapi ingat kamu tetep harus ikut makan malam. Datanglah ke restoran yang sudah papa pesan, jangan sampai telat ya!" Dengan suara yang tegas, Brady memberikan syarat kepada Erick.


Erick pun membalasnya dengan anggukan, "Kalau gitu Erick pergi dulu ya, Pa, Ma!" seru Si Ketua Geng Sky Bruiser itu, yang kemudian berlari pergi ke tempat parkiran motor miliknya setelah menyalami tangan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Melihat putranya yang berlari pergi, Brady dan Hanifa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka sembari tertawa kecil. Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan sekolah Erick.


Sementara itu, Erick yang sudah berada di parkiran motor meraih ponsel yang ada di sakunya, kemudian dirinya menelpon Abian.


"Ada orang yang mengintai Gue dari tadi! Gue pengen sekarang juga kita cari orang itu!" seru Erick dengan cepat ketika Abian mengangkat teleponnya. Abian yang mendengar hal itu pun dibuat kebingungan, "Mengintai Luh? Palingan itu anggota Geng Black Mortal, Rick," balas Abian dengan nada bicara yang santai.


"Bukan dari anggota Geng Black Mortal! Yang mengintai Gue itu ada dua orang, dan Gue yakin dua-duanya bukan dari geng pengecut itu. Gue ngeliat langsung wajah mereka dari pantulan kaca mobil orang tua gue," bantah Erick yang kemudian disusul dengan penjelasannya.


"Okei kalau Luh pengen banget cari tahu, Gue bakal ngumpulin anak-anak sekarang juga jadi Luh tinggal ke markas aja. Dan mending Luh coba tanya Rayn dulu deh, mungkin itu orang suruhan dia?" ucap Abian mengiyakan keinginan ketuanya. Setelah itu telepon itu pun dimatikan.


Saat Erick meletakkan ponselnya kembali ke saku bajunya, secara kebetulan dia melihat Rayn yang sedang berjalan tak jauh darinya.


"Luh ya yang nyuruh orang buat mengintai gue seharian ini?!" tanya Erick dengan suara besar dan sedikit membentak.


"Hah? Nyuruh orang buat mengintai Luh? Buat apa hah? Lagian kalau gue mau ya gue lakuin sendiri lah, ngapain pakek acara nyuruh orang segala? Orang kita seharian bakal ketemu terus di sekolah ini. Gak penting banget pertanyaan Luh!" balas Rayn dengan nada bicara yang sama.


Sadar akan apa yang dikatakan oleh Rayn itu ada benarnya juga, Erick pun membiarkan Rayn pergi, lalu dia kembali ke motornya dan segera pergi menuju markas Geng Sky Bruiser.


......................

__ADS_1


"Kami telah melakukan apa yang Anda perintahkan, Tuan. Dan dari apa yang kami selidiki seharian ini, kami mendapatkan fakta bahwa anak laki-laki itu adalah anak Brady Santoso," ucap seorang pria tinggi besar berpakaian serba hitam kepada Hendra.


"Kami juga telah mencari tahu nama panjang anak itu, nama panjangnya adalah Erick Brady Aditya, ada nama keluarga Brady di namanya. Jadi sudah dapat dipastikan bahwa apa yang dikatakan olehnya–pria yang pertama bicara—itu benar," sahut pria yang satunya lagi, dengan perawakan yang sama seperti pria sebelumnya.


"Apa?! Jadi anak sialan yang telah membuat putriku mengatakan semua hal aneh itu adalah anak dari pria tua itu? Ini sangat sulit dipercaya!" gerang Hendra yang menjadi sangat marah.


"Tapi wajar jika aku tidak langsung mengenali namanya saat Navya menyebutkan nama anak itu, Erick. Karena pria tua itu saja tidak pernah membawa putranya tersebut ke setiap acara pertemuan antar perusahaan. Mengapa dia menyembunyikan anaknya selama ini?" lanjut Hendra yang kemudian menjadi penasaran.


"Sekarang kalian berdua pergi dan cari informasi lebih banyak lagi mengenai anak itu. Kalau perlu cari tahu tentang bagaimana hubungan anak itu dengan Si Tua Brady selama ini. Mungkin Ini bisa menjadi kartu andalanku yang dapat membuat keluarga Brady sialan itu hancur!" titah Hendra memberikan perintah kepada orang suruhannya.


"Baik, Tuan!" balas kedua orang itu, kemudian mereka pamit untuk melakukan apa yang telah diperintahkan. Hendra memandangi pundak orang suruhannya yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya.


Senyum kecil terbesit di wajahnya yang masih terlihat marah, "Anak dan bapak memang sama saja! Sama-sama menjengkelkan dan selalu membawa dampak buruk bagiku. Aku harus segera menyingkirkan mereka berdua sebelum hal buruk lainnya terjadi!" lirih Hendra dengan rasa jengkel yang tidak ada habisnya.


Namun, tanpa Hendra sadari, ternyata anak perempuannya yang sedang dia hukum untuk tidak boleh keluar rumah mendengar semua percakapan dia dan orang suruhannya itu.


Anak itu menguping semuanya dari balik tembok dan bersembunyi di belakang vas bunga besar, sehingga saat orang suruhan Papanya keluar, mereka tidak dapat melihat anak tersebut.


Kini anak perempuannya itu juga tahu bahwa Papanya memiliki niat buruk terhadap temannya dan juga keluarga temannya.

__ADS_1


"Setelah berhasil keluar dari rumah ini, aku akan langsung memberitahukan semua hal yang telah aku dengar ke Erick! Erick gak salah apa-apa, Pa. Kenapa Papa jadi bertingkah seperti ini!" gumam anak perempuan tersebut dengan suara yang benar-benar kecil agar tidak seorang pun dapat mendengarkan ucapannya.


__ADS_2