Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 7. Alasannya Melakukan Itu


__ADS_3

Pada pukul 09.00 pagi, Erick dan juga Rayn sudah diperbolehkan untuk pergi meninggalkan ruang BK, dimana mereka keluar setelah keputusan tentang masalah perkelahian Erick dan Rayn sudah ditetapkan.


Dengan keputusan yang Edison ambil, Erick akan diberikan 50 poin hukuman, dimana jika poinnya mencapai angka 120, maka dia akan langsung di drop out dari sekolah.


Meski Erick sudah benar-benar berusaha untuk meyakinkan Edison, apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dengan Rayn, tapi tetap saja Edison tidak percaya sama sekali.


Bahkan, Erick juga telah meminta agar Navya yang merupakan saksi atas perkelahian mereka dipanggil, namun Edison tidak menyetujui hal tersebut karena Rayn menghasutnya.


"Mengapa Navya harus dilibatkan dalam masalah perkelahian kita? Dia tidak ada hubungannya dengan perkelahian itu. Saat ini Navya pasti sedang belajar dengan serius, kita tidak bisa merepotkannya!" Itulah kalimat yang Rayn katakan hingga membuat Edison tidak menyetujui permintaan Erick.


Lalu disaat Erick mendapatkan 50 poin hukuman, Si Ketua OSIS kesayangan malah hanya diberikan 10 poin, membuatnya menjadi pemenang telak melawan Erick hari ini.


"Rayn!" Saat keluar dari ruang BK, Erick langsung berlari menghampiri Rayn yang jaraknya sudah lumayan jauh dari dirinya, dan kemudian dia pun memegang kuat pergelangan tangan Rayn.


"Ngapain luh fitnah-fitnah gue kayak gitu, huh?! Gue ada salah apa sama luh? Kalau luh mau main licik, jangan di sekolah dong!" ucap Erick yang benar-benar marah, namun Rayn malah menunjukkan wajah tersenyum nya.


"Erick Brady Aditya, luh nanya apa salah luh? Salah luh itu adalah menjadi penyebab teman gue meninggal! Gara-gara luh Erick, teman gue dari kecil pergi untuk selama-lamanya. Dan luh pikir gue bakal maafin luh atas hal itu? Gak!"


"Jadi mulai sekarang, siapkan saja mental luh, karena gue bakal buat luh menderita selama sekolah disini! Kali ini gue yang bakal menang, Erick. Kenapa? Karena semua orang lebih percaya sama gue, dibandingkan luh!"


Rayn berbicara dengan suara yang sedikit berteriak di enam kalimat pertamanya, lalu mulai mereda di kalimat-kalimat selanjutnya.


Ya beruntungnya Rayn karena jarak mereka saat ini dengan kelas yang sedang melangsungkan pelajaran cukup jauh, jadi saat dia berteriak tadi tidak ada orang yang mendengarnya.


Setelah mengatakan semua kalimat-kalimatnya itu, Rayn pun menghempaskan tangan Erick yang menggenggam pergelangan tangannya tersebut.


Lalu dia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti, pergi meninggalkan Erick untuk kembali ke kelasnya.

__ADS_1


Disaat punggung Rayn mulai menghilang dari pandangannya, Erick masih diam ditempat dia berdiri sejak tadi.


Raut wajah bingung terukir dengan begitu jelas di muka ketua geng motor Sky Bruiser itu, wajahnya mengatakan seolah-olah dia tidak paham apa maksud dari perkataan yang Rayn lontarkan.


"Membunuh temannya? Siapa?"


................


Erick kembali ke kelasnya setelah dia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu di toilet, membersihkan bajunya yang kotor dengan debu, dan juga membersihkan wajahnya dari noda darah yang hampir mengering.


Atau lebih tepatnya lagi, Erick masuk ke dalam kelasnya saat bel pertanda bahwa istirahat pertama telah usai, berbunyi.


"Erick, bagaimana hasilnya?" tanya Navya, ketika melihat Erick memasuki kelas dengan wajah yang terlihat begitu kesal.


Erick diam dan tidak menjawab pertanyaan itu, dia terus saja berjalan menuju kursinya. Karena begitu ingin pertanyaannya dijawab, Navya pun mengikuti langkah Erick dari belakang.


Saat Erick sudah duduk di bangkunya, Navya duduk di bangku Caera yang masih kosong, karena Caera belum kembali ke kelas.


Mendengar ucapan itu, sontak Erick langsung melihat Navya, saat mata mereka bertemu, pria itu menatap dalam mata wanita yang ada di depannya tersebut.


"Navya!" Dengan lirih Erick menyebutkan nama Navya untuk pertama kalinya, membuat Navya langsung membulatkan matanya.


"Gue pengen nanya sesuatu sama luh," ucap Erick, kemudian dia berhenti sejenak untuk melihat respon dari Navya, dan respon yang diberikan Navya adalah anggukan kepalanya.


Melihat respon tersebut, Erick pun langsung melanjutkan kalimatnya yang sempat terhenti. "Gue bingung, kenapa Pak Edison 100% percaya sama omongan Si Ketua OSIS itu? Sementara dia tidak mempercayai omonganku sama sekali!"


"Memangnya apa yang dikatakan Rayn?" tanya Navya yang ingin mencoba membantu Erick.

__ADS_1


"Rayn bilang kalau gue yang mukul dia duluan, padahal luh sendiri lihat kan siapa duluan yang mulai? Dan satu lagi, dia juga bilang kalau gue pengen nyakitin luh, makanya gue jadi sampai dapat 50 poin hukuman karena kebohongan itu!" Rayn berbicara dengan wajah yang datar, namun dengan mendengar nada bicaranya saja, Navya sudah tahu bahwa pria itu benar-benar kesal.


Navya terdiam beberapa saat, dia mencoba mencerna semua hal yang baru saja Erick katakan, karena dari apa yang dia dengar, Rayn yang Erick bicarakan adalah sosok Rayn yang berbeda dari yang ia kenal selama ini.


"Kamu yakin kalau Rayn benar-benar ngomong seperti itu ke Pak Edison?" tanya Navya yang ingin memastikan sebelum akhirnya dia mengatakan hal lainnya lagi.


Mendengar pertanyaan itu, bukannya langsung menjawab, Erick malah tersenyum sinis, "Lihatlah, luh bahkan juga tidak mempercayaiku kan? Itulah yang membuat sekolah ini aneh."


"Bukan! Bukan seperti itu!" Dengan cepat Navya berusaha meluruskan kesalahpahaman Erick mengenai pertanyaan yang dia lontarkan.


"Jadi gini, aku, Pak Edison, juga seluruh murid maupun guru di SMA Jaya Sakti, kami semua mengenal Rayn sebagai orang yang baik. Hampir mustahil orang-orang akan percaya bahwa dia yang selama ini melakukan banyak hal baik, bisa melakukan sesuatu yang buruk."


"Jujur saja, ketika melihat Rayn memukulmu secara tiba-tiba tadi pagi, aku hampir tidak percaya bahwa dia adalah Rayn yang sama dari yang aku kenal selama ini. Rayn yang lembut, baik hati, dan bahkan tidak pernah melakukan kekerasan sejak dia menjadi murid disini."


Navya menjelaskan semua hal yang dia bisa, dimana penjelasannya ini akan membantu membuka pemikiran Erick.


Pemikiran Erick tentang betapa pentingnya menjaga nama baik di SMA Jaya Sakti, jika kau adalah orang yang suka membuat onar, maka kehadiranmu di SMA itu hanyalah sebatas tamu yang tak pernah diharapkan.


SMA ini memang begitu mendukung kejujuran, namun siapa juga yang bisa dengan mudah mempercayai orang yang selama ini suka membuat masalah?


Dan siapa yang tidak akan percaya kepada salah satu murid yang paling berprestasi di sekolah itu?


"Erick, seperti apa yang pernah aku katakan padamu kemarin, sekolah ini tidak memandang siapa yang tampan dan siapa yang tidak, ataupun yang kaya dengan yang miskin. Tapi, kepintaran adalah hal yang akan selalu diperhatikan disini."


"Kamu tidak akan bisa hidup dengan nyaman selagi nilai kamu di bawah banyak orang, semua murid disini akan mendiskriminasi mereka yang mendapatkan nilai kecil."


"Lalu Rayn, dia adalah salah satu murid yang sangat berprestasi disini. Di angkatan kita, Rayn selalu menduduki peringkat juara umum kedua disetiap ujian. Olimpiade, cerdas cermat, semua dia ikuti, baik itu tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional."

__ADS_1


"Sementara kamu, kamu belum menorehkan apapun disini, hasil ujian tes materi juga belum keluar, jadi orang masih menilai kamu dari sikap. Aku hanya ingin mengatakan, untuk sekarang kamu memang tidak bisa berbuat apa-apa, tapi jika kamu ingin dilirik dan ingin dipercaya, maka tunjukkanlah nilai terbaikmu!"


Navya kembali mengatakan sesuatu yang cukup panjang. Tapi dengan anehnya, ketua geng Sky Bruiser itu mendengarkan semua hal yang Navya katakan dengan begitu serius, padahal nyatanya Erick adalah tipe orang yang sangat tidak suka dengan hal seperti itu.


__ADS_2