Devil Boy And Angel Girl

Devil Boy And Angel Girl
Eps 40. Tingkah Aneh Erick


__ADS_3

Suasana menjadi hening sesaat ketika Erick menanyakan kepada Navya tentang Navya yang dikurung oleh orang tuanya di rumah.


Selang beberapa detik, Hanifa yang datang membawa obat untuk Navya memecahkan keheningan yang ada.


"Gimana Navya, apa lukanya masih terasa sakit?" ucap Hanifa bertanya dengan lembut seraya duduk di samping putranya.


Navya tersenyum, "Hanya sedikit, Tan" balas Navya dengan suara yang lembut juga. Senyum Navya itu pun dibalas oleh Mama Erick tersebut.


"Yasudah, Erick obati Navya ya! Mama mau buatin kopi buat Papa kamu." Hanifa menepuk pelan paha Erick sembari berbicara. Erick hanya membalasnya dengan anggukan kecil kepalanya, setelah Erick membalas, Hanifa pun pergi berlalu.


Kini di ruang tamu itu kembali hanya tinggal mereka berdua, dan entah mengapa suasana menjadi sedikit canggung. Erick terus melihat Navya tapi Navya tak balas melihatnya.


"Tunjukkan lukamu," pinta Erick sembari mendekat ke arah sofa yang Navya duduki, tanpa sepatah kata pun Navya melakukan apa yang dipinta. Iya menunjukkan luka yang ada di telapak tangan kanannya, dan juga di lutut kirinya.


Setelah melihat luka itu, Erick segera membuka kotak P3K yang ada di atas meja. Dia mengambil rivanol lalu menuangkannya ke atas kapas, dan membersihkan luka yang ada di tangan Navya terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan luka yang ada di lutut wanita itu.


"Itu hak luh untuk mau cerita atau enggak, tapi kalau luh cerita mungkin gue bisa bantu luh," gumam Erick sembari memberikan betadine pada luka yang sudah dibersihkan.


Mendengar hal itu hati Navya menjadi sedikit tergerak dan pada akhirnya dia memutuskan untuk bercerita kepada pria yang sedang mengobatinya tersebut.


Navya bercerita panjang lebar kepada Erick, mulai dari dirinya yang ingin bisa memiliki sedikit lebih banyak waktu untuk bermain, sampai ketika saat dia mendengar percakapan antara Papanya dengan orang suruhannya.

__ADS_1


Disaat Navya sedang menjelaskan, Erick fokus mendengarkan sembari terus tetap mengobati luka Si Angel Girl itu.


......................


"Apa?! Jadi selama beberapa hari ini kamu dikurung sama orang tua kamu, cuma karena kamu pengen sesekali untuk istirahat belajar?" kaget Caera dengan suara yang cukup besar, bahkan ikut mengagetkan satu kelasnya.


"Wah wah benar-benar gila nih orang tua kayak gini! Mana boleh maksa anak buat belajar 24 jam! Bukan pintar malahan bisa gila!" lanjutnya yang benar-benar sangat marah saat ini.


Erick yang ada di samping Caera diam dan sesekali mengangguk kecil tanda ia setuju dengan apa yang dikatakan sepupu Abian itu.


"Emm ... Tapi mereka kan orang tua aku juga Caera," lirih Navya ragu, walaupun dia marah dia tetap tidak bisa membenci kedua orang yang telah merawat dan membesarkan dirinya.


Mendengar ucapan Navya, Caera pun cengengesan, "Ya sorry," balas Caera dengan sedikit senyum malu. "Tapi! Cara didik seperti itu salah besar tahu!" lanjutnya tanpa memberikan jeda, dari suara yang sempat mengecil, tiba-tiba kembali besar. Navya dan Erick pun tertawa kecil melihat perilaku Caera saat ini.


Dua kata dari Navya itu kemudian menjadi akhir dari pembicaraan mereka di pagi hari ini, karena tidak lama setelah itu Pak Suroso sebagai guru Matematika masuk ke kelas untuk mengajar.


Dan seperti pada saat mata pelajaran Suroso sebelum-sebelumnya, semua murid mengikuti pembelajaran dengan baik kecuali Erick yang sedikit acuh terhadap mata pelajaran tersebut.


Semua anak kelas 12-B fokus mendengarkan Suroso dan melihat papan tulis, sementara Erick terus melihat langit melalui kaca jendela kelas.


"Lihatlah dia, meski pandangannya tidak mengarah ke papan tulis, dan fokusnya tidak kepada guru yang mengajarkan, Erick masih tetap menjadi pemegang nilai matematika terbaik di angkatan ini pada setiap ulangan maupun tes," gumam Navya dengan suara yang sangat pelan. Dia terus tersenyum saat memandangi pria itu.

__ADS_1


Pelajaran matematika pun berlangsung hingga 3 jam mata pelajaran, lalu dilanjutkan dengan mata pelajaran kimia, sosiologi, dan geografi. Hingga tak terasa 8 jam telah berlalu dengan cepat di hari ini, dan kini sudah tiba saatnya untuk para siswa dan siswi SMA Jaya Sakti kembali ke rumah mereka masing-masing.


Sesuai dengan kesepakatan di pagi hari tadi, Erick, Navya, dan Caera langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah mewah milik Angel Girl ketika bel sekolah berbunyi.


"Gue ngikutin kalian dari belakang ya," ucap Erick ketika mereka sudah berada di parkiran sekolah. "Gak mau satu mobil aja, Rick?" tanya Caera dan Erick langsung menggelengkan kepalanya, "Ribet entar kalau motor gue ditinggal," balasnya.


"Oh oke!" seru Caera, dan mereka bertiga segera berpisah. Navya dan Caera pergi ke tempat mobil Caera terparkir, begitupun dengan Erick yang pergi menuju motornya.


......................


"Ini bukannya mobil—" Dengan ragu-ragu Navya berbicara saat melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya, ia pun melihat Caera dengan tatapan penuh tanya. Sadar maksud dari tatapan sahabatnya itu, Caera mengganguk tanda bahwa dia juga memiliki pemikiran yang sama.


"Ini mobilnya Si Ketua OSIS gadungan itu, kan?" ucap Erick dingin sembari melihat sekeliling, hal itu membuat Navya dan Caera terkejut, ternyata bukan hanya mereka berdua yang menyadarinya.


"Jadi dia ada di dalam?" lanjutnya, tanpa aba-aba Erick berjalan ke arah pintu masuk rumah Navya. Meski wajahnya terlihat dingin, tapi Navya dan Caera dapat merasakan hawa kesal dari Erick.


Saat sudah tiba di depan pintu masuk rumah itu, ketiga orang tersebut berhenti. "Kalian yakin mau hari ini?" tanya Navya dengan wajah khawatir.


Caera diam tidak merespon, karena dia yang sudah cukup lama mengenal Navya dan Rayn tahu apa yang akan terjadi jika mereka masuk. Tapi Erick menjawab dengan penuh keyakinan, "Kita masuk sekarang!"


Dengan cepat Erick meraih ganggang pintu tersebut, dan membukanya layaknya seorang pemilik rumah. Tentu aksi Erick itu membuat kaget kedua wanita yang berdiri di belakangnya sejak tadi. "Ada apa dengannya?" tanya Caera lirih kepada Navya, "Entahlah, dia terlihat benar-benar sangat kesal," balas Navya yang bingung.

__ADS_1


"Erick!" Navya meraih tangan Erick untuk menghentikan pria yang sudah mau melangkah masuk ke dalam rumahnya itu. "Kamu gak tahu gimana hubungan Papa aku sama Rayn, ini hanya akan mempersulit kita," ucap Navya memberikan peringatan. Namun pria yang sudah seperti dibutakan oleh sesuatu itu tidak peduli.


Jadi mau tidak mau, Navya dan Caera langsung mengikuti Erick untuk masuk ke dalam rumah itu.


__ADS_2