Dewi Takdir

Dewi Takdir
Bab 35 : Gita


__ADS_3

   Ara mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya, apa yang baru saja terjadi? Dan di mana dirinya kini?


    Sejauh mata memandang Ara hanya melihat padang bunga ya bunga yang indah dengan beberapa kelopaknya bertebaran ditiup angin.


    Suara gemersek rerumputan membuat Ara menoleh, ia mendapati seorang wanita yang menatapnya sambil tersenyum halus dan lembut, matanya bewarna biru seperti permata aquamarine indah, rambutnya sepinggul bewarna pirang indah.


"Ara bukan? Perkenalkan namaku Gita," ucap wanita itu.


 


Ara mengerjapkan matanya bingung bukan\-bukan karena wanita berbama Gita itu memperkenalkan namanya namun ia melihat warna\-warna lembut yang mengelilingi wanita itu seperti alunan.


 


"Hai, Hallo apa kau baik-baik saja?" tanya Gita sambil melambaikan tangan di depan Ara.


Ara tersadar sontak memandangi Gita yang tersenyum padanya dengan lembut, senyum itu seakan-akan mereka sudah lama bertemu padahal Ara yakin ini kali pertama mereka bertemu.


"Siapa kau? Dan dimana kita kini?" tanya Ara membuat Gita terkekeh.


"Aku telah mengatakannya bukan, aku Gita dan kini kita berada di dalam dirimu yang terdalam," ucap Gita membuat Ara menyerengit heran.


"Apa maksudmu?" tanya Ara.


"Entahlah, apa yang baru saja kau dengar? Dan apa yang baru saja aku katakan? Itu adalah masa lalu, kita adalah masalalu," ucap Gita membuat Ara tambah bingung.


"Lebih dari yang kau tau kini, ada rahasia yang lebih banyak tersimpan di dunia ini, dari pada tempat para Dewa-Dewi baru ada kisah yang lebih tua," ucap Gita sambil memainkan sebuah alat musik yang entah sejak kapan muncul di depannya.


"Ini tentang sebuah kisah awal kehancuran dan Awalan baru, sebulum dunia Magica World yang ini ada sebuah dunia sihir yang lain dulunya yang telah hancur binasa atas keputusan yang tak menentu mengikat sebuah tali akan konflik dan perseteruan, keputusan yang diambil oleh Dewa yang tertinggi saat itu," ucap Gita seakan mengenang sebuah kisah yang telah lampau.


"Apa sebelum Magica World ada dunia sihir lainnya? Dan itu bukan permintaan Dewi Nindiga?" tanya Ara membuat Gita lagi-lagi terkekeh.


"Tidak sayangku, tak ada Nindiga saat itu yang ada hanya unsur dasar yang mengerakan, tak ada kata takdir di sana hanya ada alunan warna dari udara kehidupan setiap orang memutuskan takdirinya sendiri tak ada yang mengatur," ucap Gita.

__ADS_1


Ara terdiam bingung, apa maksudnya itu tak ada yang mengatur? Dan mengapa wanita ini bercerita kepadanya? Apa maksud ini semua sebenarnya.


"Konflik selalu terjadi dalam dunia para tertinggi, yang pertama ya pertarungan dengan para iblis dan yang kedua ini Qaranlıq tidakkah kau bertanya-tanya makluk apa itu sebenarnya? Kenapa makhluk itu ada? Siapa pimpinan mereka? Dan apa tujuan mereka? Tindakan kau ingin mengetahuinya?" tanya Gita.


"Ya, namun itu bukan urusanku, itu urusan mereka dan para Dewa-Dewi," ucap Ara.


"Tidak, bukan namun ini urusan kita semua, kau seorang putri bukan? Tidakkah kau ingin tau tentang itu semua? Tentang dirimu yang sebenarnya? Tentang apa takdir yang kau bawa? Tidakkah kau ingin mengetahui semua hal yang berkaitan dengan dirimu dan kerajaanmu?"tanya Gita lagi.


"Ya namun...," lirih Ara.


"Apa yang kau ragukan? Jika kau terlambat bukan hanya kerajaanmu namun juga dunia ini akan mereka kuasai perlahan. Dimulai dari benua ini lalu pergi benua lainnya hingga akhirnya semuanya menjadi milik mereka. Ada sebuah ras tersembunyi darah yang tersimpan di dalam diri, sebuah kenangan memori ingatan yang merupakan kunci siapa yang memegang itu semua? Siapa dirimu? Apa maksud dari kelahiranmu? Dan apa yang dimaksud dengan kunci tersebut, teka-teki yang harus kau pecahkan. Perjalananmu dimulai di sini," ucap Gina.


Perlahan cahaya menembus penglihatan Ara, potongan film berputar cepat di ingatan Ara.


Kenangan, memori, mimpi, surat, permata, sihir, aura dan kemampuan yang hebat kenapa? Kenapa semua itu ada pada Ara? Kini Ara bertanya-tanya, Gita benar, siapa dirinya sebenarnya? Apa maksud semua ini?


*****


 


 


Ara bangkit dari kasur lalu berdiri dan memandang kearah luar balkon, ini masih cerah? Ara ingat dia baru saja bolos karena menghindari Nava dan ia menemukan hal yang tak terduga, seperti Aria.


 


Ara berjalan kelemarinya, mencari sesuatu, Ara mengambil sebuah jubah bewarna gelap di sana di pengaitnya terdapat batu permata bewarna biru keunguan yang bercaha, tak ada lambang khusus di permata maupun jubah tersebut.


 


Ara memakai jubah itu, lalu membuka pintu balkonnya berjalan keluar dan melompati melewati balkon lalu ia segera menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus.


 

__ADS_1


Ara tiba di sebuah hutan, hutan tandus dan mengering, tidak ia sangat ingat beberapa bulan yang lalu hutan ini dipenuhi tumbuhan herbal dan juga beberapa tumbuhan langkah namun kini tak ada satupun yang tersisa, hutan tersebut cukup sepi jauh dari pemukiman warga.


 


Hutan yang terletak di kerajaan para elf yang terkenal akan kesuburannya dan tak jarang juga di sebut legenda namun hai Ara menemukan hutan ini dari lama dan hutan tersebut kini tandus seakan ada sesuatu yang membuat daun-daun di sini layu.


 


Ara dapat merasakan aura di sini sangat kental, aura kegelapan yang jahat, ini sangat terlihat, satu dugaan Ara, tanah para Elf dan halfnya telah di kuasai oleh para Qaranlıq sama seperti kerajaannya dulu tak ada yang mengetahui ini.


Mata Ara menajam ia marah, ia kesal dengan apa yang terjadi, Ara lalu pergi mengunjungi tempat yang lainnya sama seperti tempat para Elf yang lainnya juga begitu, Qaranlıq dengan perlahan menjalar menguasai kerajaan lainnya, namun hanya tiga tempat yang tak dapat Ara rasakan, kerajaannya, kerajaan Half Fairy dan kerajaan vampire.


 


"Yang dikatakan oleh wanita bernama Gita itu benar, para Qaranlıq menjalar kekerajaan lainnya. Apa tujuan mereka?" heran Ara menahan amarah.


 


Ara kembali beranjak hingga dirinya berada di tengah hutan yang memiliki pohon yang tinggi dengan daun yang lebat, Ara membuat sebuah pola besar di tanah yang lapang, ia membuat pola sihir dengan 15 sisi di sana, pola yang pernah ia baca dulu di sebuah buku.


 


Ara berdiri di tengah-tengah pola itu sambil memejamkan matanya, tak lama pola tersebut bercahaya, mempilkan beberapa tulisan di sana.


Ara keluar dari pola itu dan memperhatikan pola-pola tersebut, "Mulai dari hutan ini, hutan yang akan menjadi hutan perlindungan yang tak di ketahui siapapun juga," gumam Ara.


"Apa yang harus aku lakukan setelah ini?"


Mata Ara sayu, ia memandangi langit sambil bertanya-tanya apa yang akan terjadi dan apa yang harus ia lakuakkan setelah ini?


Bersambung....


Jangan lupa klik like, vote and commen

__ADS_1


See you semua


__ADS_2