Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Long Distance Relationship


__ADS_3

"Kak Vino?"


"Hi, Kia"


"Ada apa, Kak? Tumben menjemputku disekolah tidak ngabari aku dulu?"


"Aku ingin ketemu kamu. Rindu"


Kia tersenyum. Dia naik ke jok motor lalu pergi bersama Vino mereka mampir kesebuah warung tenda.


"Gimana kabar kamu, Kia?"


"Kabarku baik, Kak"


"Lama aku tidak melihatmu. Rasanya rindu ini terobati dengan melihat mu saat ini"


"Kak, Vino bisa saja. Bukannya setiap hari komunikasi kita tidak putus. WhatsApp ataupun videocall?"


"Beda rasanya jika bertemu langsung"


"Masa sih?!"


"Kia..."


"Ya ..."


"Aku ingin mengatakan sesuatu"


"Silakan"


"Mungkin nanti kita dalam waktu lama tidak akan bisa bertemu seperti ini"


"Maksud Kak Vino"


"Minggu depan aku akan ke Prancis. Beasiswa ku untuk S2 disana di terima. Mungkin untuk sementara waktu kita harus berjauhan dulu"


"Jadi maksudnya Kak Vino akan menetap beberapa lama di Prancis?"


"Ya"

__ADS_1


Mata Zazkia berkaca-kaca tapi dia berusaha menahan tangisnya. Menutupinya dengan senyuman. Vino tak tega melihat perempuan kesayangannya menangis.


"Kia ... Aku harap kamu bisa bersabar paling tidak dua tahun ini sampai aku menyelesaikan study ku. Jujur aku juga takut jauh darimu. Aku takut kehilanganmu, Kia"


"Kak ..."


"Hmmm..."


"Kak, Vino jangan khawatir. Kalau memang itu untuk masa depan mu. Aku rela melepasmu pergi ke negeri yang jauh disana. Aku akan berpegang teguh pada janji kita, Kak"


"Ya, aku juga akan pegang teguh janjiku padamu. Aku harap kamu mau menungguku. Menungguku kembali menjadi laki-laki yang pantas untuk menjadi imam mu kelak"


"Aamiin... Aku akan menunggu Kak Vino"


*****


Hari sudah menunjukkan pukul lima empat puluh menit. Kevin yang sudah sampai lebih dahulu dirumahnya, khawatir karena tidak menemukan Zazkia di rumah. Dia mencoba menghubungi Kia.


Tuuuut ... Tuuut ...


Tak ada jawaban. Kevin mengerutkan dahinya.


Namun baru saja Kevin hendak menjawab pertanyaan Re, Kia datang dari belakang mereka. Dia langsung menyalami kedua kakaknya.


"Baru pulang, Dek?"


Kia hanya menganggukkan kepalanya. Senyumnya terlihat sangat dipaksakan. Dia tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya dari tatapan mata Re. Reagan dengan cepat menangkap ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Kia. Namun dia lebih memilih diam dan menyuruh Kia segera membersihkan diri.


Kevin menatap kakak sulungnya. Re paham sekali arti tatapan adiknya. Dia hanya menganggukkan kepalanya lalu naik kekamarnya.


******


Setelah makan malam Kia tidak keluar lagi dari kamarnya. Dia mengurung diri dalam kamar. Perasaannya sesih sekali. Seperti seorang anak yang kehilangan mainannya yang sangat berharga. Dia terisak-isak sorang diri. Mata nya sembab bekas airmata terlihat jelas diwajah cantiknya.


Tok... Tok...


Cekreeeeekkk ...


"Sayang ... Kamu sudah tidur?"

__ADS_1


Buru-buru Kia menghapus airmatanya. Namun Kevin sudah lebih dulu melihat raut wajah duka dari adik kesayangannya.


"Ada apa, sayang?"


Kia memalingkan wajahnya. Dia tak ingin Kevin tau ekspresi nya. Kevin mendekat dan duduk bersisian dengan adiknya.


"Kamu menangis, sayang? Ada apa? Apa ada yang menyakiti mu? Katakan pada Kak Kevin, sayang!?"


Kia menggeleng. Dia tak berani menatap wajah Kevin. Kevin memegang bahu adiknya. Memegang wajah Kia dengan kedua tangannya hingga pandangan mereka berdua bertemu. Kia yang tak kuat menatap mata kakak keduanya itu langsung menjatuhkan diri pada pelukkan kakaknya.


Kevin membelai lembut adiknya. Dia mencoba tenang menunggu Kia menjelaskan apa yang terjadi.


"Kak .. "


"Ada apa, sayang?"


"Vino ..."


"Vino? Kenapa dengan laki-laki itu?"


Kevin menghapus airmata adik kesayangannya.


"Kak Vino mau pergi ke Prancis. Dia mau melanjutkam study nya disana"


"Hmmm ... Kamu takut dia macam-macam disana? Kalau sampai terjadi Kak Kevin akan turun tangan"


"Bukan begitu, Kak. Prancis kan jauh"


"Sayang, kalau memang dia laki-laki sejati dan jika dia benar-benar sayang padamu, dia pasti akan setia dan akan kembali pada mu. Dia kan bisa pulang jika libur. Jangan sedih ya, sayang"


"Kak ... "


"Hmmm... "


"Makasih ya, Kak. Kia sayang Kak Kevin"


"Kak Kevin juga sayang padamu. Istirahatlah. Jangam terlalu difikirkan, ya ..."


Kia mengangukkan kepalanya. Dia membatingkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Kevin menarik selimutnya lalu mencium kening adiknya. Perlahan dia menutup pintu kamar Kia.

__ADS_1


******


__ADS_2