Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Perjalanan Menuju Paris


__ADS_3

Kia duduk di bangku pesawat kelas bisnis menuju Paris. Disebelahnya Kevin duduk dengan santainya. Delapan belas jam perjalananan yang harus mereka tempuh. Kia sengaja tak memberitahukan kedatangannya ke Paris kepada Vino. Dia ingin memberi kejutan pada laki-laki kesayangannya itu.


"Kak ... "


"Hmmm...", Kevin menoleh.


"Berapa hari kita disana?"


"Tiga hari, sayang"


"Oo...", Kia membulatkan mulutnya.


Dia kembali menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi pesawat. Pukul tujuh pagi mereka sampai di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle , yang juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy (atau hanya Roissy dalam bahasa Perancis), di Paris. Bandar udara ini adalah salah satu pusat penerbangan utama dunia, juga bandar udara internasional utama Perancis.


Mereka menuju hotel dan beristirahat sejenak lalu makan pagi di restoran hotel.


"Kak Kevin meet up jam berapa?"


"Setelah ini kita istirahat sebentar, lalu meet up akan di mulai pukul sebelas siang",


penjelasan sekretaris Kevin.


"Baiklah, aku kan tunggu di hotel saja", ujar Kia.


"Kamu tidak apa-apa sendirian di hotel, sayang?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Kak. Kak Kevin jangan khawatir"


"Baiklah, kalau ada apa-apa kamu segera hubungi Kak Kevin ya, sayang?!"


"Ya, Kak"


Setelah sarapan Kevin kembalu ke kamar hotel untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri. Pukul 10.00 dia sudah siap dengan stelan jas nya, dia menemui Kia di kamarnya.


Tok ... Tok ...


Cekreeeeekkk


"Kak Kevin sudah mau berangkat?"


"Ya, sayang. Kamu hati-hati ya disini. Kak Kevin pergi dulu"


******


Tuuut .... Tuuut...


"Halo ..."


"Halo, Kak Vino ... Sedang sibuk?"


"Ooh, tidak. Aku hanya sedang ada urusan diluar sebentar. Ada apa Kia?"

__ADS_1


"Ooh, tidak ada apa-apa? Aku pikir Kak Vino ada di dorm"


"Kamu ada perlu apa denganku?"


"Hmm... Tidak ada. Ya sudah, aku tutup telepon nya ya. Bye .."


Kia menutup teleponnya dia menghela nafas panjang. Dia pikir hari ini dia bisa langsung memberikan kejutan pada Vino. Ternyata laki-laki itu tidak ada di dorm nya.


Kia hanya bengong sendirian di kamar hotel. Pelayan hotel membawakan makan siang padanya. Dia menghabiskan makan siangnya dengan tidak bersemangat.


"Lebih baik aku mencari udara segar diluar. Bosan dikamar saja", gumam Kia.


Dia langsung menyambar tas nya. Lalu turun ke lobi bawah. Memesan taxi menuju Le Born Marche merupakan departement store tertua di Paris yang sudah ada sejak tahun 1852. Departement store ini kita dapat menemukan barang branded seperti, sepatu, pakaian dan kosmetik. Didalam bangunan tersebut juga berdiri butik-butik branded. Kia mencari beberapa barang yang dia sukai disana. Membelikan oleh-oleh untuk Reagan dan Kevin. Tentunya untuk Vino juga.


Dia melirik jam tangannya. Sudah pukul tiga sore. Dia bermaksud mengunjungi Vino di dorm nya sore itu. Barangkali Vino sudah pulang.


"Maaf anda siapa?", tanya seorang pemuda asli Indonesia yang kebetulan menjadi tetanga dorm Vino.


"Saya teman nya Vino. Zazkia. Apa Vino ada?. Dari tadi saya membunyikan bel tapi tidak ada yang keluar"


"Ooo... Vino sejak pagi sudah pergi entah kemana. Apa ada pesan untuknya?"


"Tidak ada. Tolong sampaikan saja saya datang kesini. Terima kasih"


Kia melangkahkan kakinya menuruni tangga. Lalu bergegas menuju pintu lobi dorm. Dia mutuskan untuk kembali ke hotel. Tapi mata Zazkia tertuju pada sebuah kafe di sudut jalan. Kafe yang berada di ujung jalan yang ia lalui. Diantara pengunjung kafe itu ada seseorang yang sangat dia kenal sedang duduk berdampingan dengan seorang perempuan berambut kecoklatan. Perempuan itu bersandar di bahu Vino. Dan Vino terlihat tidak terganggu dengan keberadaan perempuan itu di sebelahnya.

__ADS_1


Kia tak lagi memperdulikan itu. Hatinya terasa sangat panas, airmatanya tak lagi bisa dibendung. Dia mencegat taxi yang melintas didepannya. Dia ingin sesegera mungkin sampai dikamarnya dan menangis.


******


__ADS_2