Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Kegelisahan Zazkia


__ADS_3

Kia berkali-kali menekan tombol "recall" pada layar ponselnya. Wajahnya kelihatan gelisah. Sudah beberapa hari Vino tak mengangkat teleponnya, tak membalas pesan WhatsApp darinya.


"Ada apa sih, Kak Vino? Kenapa kamu menghilang begini?", batinnya.


Kevin yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku adik bungsunya itu mendekati Zazkia.


"Ada apa, sayang?"


Kevin duduk bersisisan dengan Kia. Perempuan cantik itu tidak menjawab, dia hanya memeluk kakak kesayangnnya itu. Kevin tersenyum sambil membelai-belai rambut halus adik bungsunya itu.


"Kamu memikirkan sesuatu, sayang? Ada apa? Cerita sama Kak Kevin"


"Hmm... Tidak ada apa-apa, Kak"


"Masalah Vino?"


Zazkia melepaskan pelukannya. Dia tersenyum kecil lalu mengangukkan kepalanya. Kevin menghela nafas kecil. Dia menatap adik kesayangannya itu.


"Ada apa, sayang?", tanya nya lembut.


"Beberapa hari ini Kak Vino tidak bisa dihubungi, Kak. Teleponku tak diangkatnya. Pesan WhatsApp hanya di read saja. Sejak dia ke Perancis beberapa hari yang lalu dia berubah"


"Ke Perancis?"


"Ya, terakhir dia meneleponku. Dia bilang akan take off ke Perancis. Dan sampai sekarang tidak ada kabar"


"Kapan dia ke Perancis?"


"Lima hari yang lalu, Kak"


"Lima hari yang lalu?"


"Ya, Kak. Ada apa?"

__ADS_1


Kevin menggeleng. Dia menatap Re yang datang menghampirinya. Re tersenyum kecil menanggapi tatapan Kevin, dia paham maksud adik laki-laki nya itu.


"Vino ke Perancis,Dek?", tanya Re pada Kia.


"Ya, Kak"


"Sepertinya kamu harus bersiap-siap menghadapi resiko berburuk, dek"


"Resiko terburuk?"


"Hmm..."


"Maksud Kak Re?"


"Lupakan Revzan Alviano Mahawira"


Kia dan Kevin membelalakkan matanya mendengar ucapan kakak sulung mereka. Ada sedikit sesak yang dirasakan oleh Zazkia didadanya. Apa ini artinya dia harus berpisah dengan laki-laki yang disayanginya?


Reagan menghela nafas panjang. Dia tak mengindahkan ucapan Kia. Dia mengambil jasnya di kursi dan memakainya.


"Ed ... ", panggilnya pada Edzard.


"Ada apa, Pak Re?"


"Perketat keamanan"


"Baik, Pak"


Edzard menundukkan kepalanya sedikit memberi hormat.


"Kak Re ...",panggil Kia.


Reagan menghentikan langkahnya. Dia menoleh kearah Kia.

__ADS_1


"Jelaskan apa arti semua ini Kak?"


Re tak menjawab. Dia berlalu pergi menuju halaman rumah. Lalu pergi dengan Lamborghini Aventador SVJ Roadster kesayangannya.


******


Zazkia menangis di dalam kamarnya. Rasa sedih dan kecewa menyelimuti hatinya. Ada apa dengan semua ini?, batinnya.


Cekreeeeekkk ...


Kevin membuka pintu kamar Kia perlahan. Dia sebenarnya tak tega melihat adik bungsunya menangis. Tapi posisinya sulit. Reagan bukanlah orang yang mudah dibantah, keputusannya adalah titah buat semua orang.


"Sayang...", panggil Kevin lembut.


Kia bangun dari tidurnya dan mengusap airmatanya. Kevin mencium kedua pipi sibungsu.


"Kak ..."


"Hmmm..."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kia mohon katakan sejujurnya"


"Maaf sayang ... Kamu tak usah sedih ya"


"Kak ... Please ... Tak mungkin Kak Kevin tak tahu. Kalian menyembunyikan apa dari Kia, Kak?"


"Biar Kak Re saja yang menjelaskan sayang. Kak Kevin, belum pantas menjelaskan semua ini. Ini masalah keluarga. Jadi Kak Re sebagai anak tertua dalam keluarga lah yang berhak menjawab semua pertanyaan mu, sayang"


"Tapi sepertinya Kak Re tak mau mengatakannya padaku, Kak"


"Kak Re butuh waktu, sayang. Sebenarnya Kak Re sendiripun tak tenang. Hanya saja Kak Re tak mau menunjukkannya. Sabar ya, sayang. Percaya pada Kak kevin"


******

__ADS_1


__ADS_2