
Alviano sibuk dengan kuliahnya, dia menargetkan dua tahun harus menyelesaikan program magister nya. Dia tak pernah pulang ke tanah air. Kia sebenernya sedih dengan keadaan ini. Namun dia mencoba berbesar hati menerima semuanya. Dia mempercayakan cintanya pada Alviano. Dua tahun sudah mereka menjalani LDR. Dua tahun sudah mereka tak bertemu muka secara langsung.
Zazkia kini sedang disibukkan dengan jadwal kuliahnya. Sekarang dia sudah jadi seorang mahasiswi jurusan design komunikasi visual disalag satu universitas ternama.
"Pagi, Kak ... "
"Pagi, sayang. Sudah mau berangkat?", tanya Kevin.
"Iya, Kak. Ada jadwal kuliah pagi. Mana Kak Re?"
"Masih di atas. Mungkin sedang salin"
Tak lama Reagan turun sudah rapi dengan stelan jas nya. Dia memberikan morning kiss pada si bungsu.
"Kak Re jadi berangkat ke Singapura siang ini?", tanya Kevin.
"Ya, Dek. Pesawat Kak Re terbang pukul satu siang"
"Hati-hati di jalan ya, Kak. Semoga lancar semua urusannya"
"Aamiin... Makasih ya, Dek"
"Kak Re berapa hari di Singapura?"
"Paling dua hari, Dek. Kenapa?"
"Tidak, ada apa-apa. Kia doain lancar ya, Kak"
"Aamiin... Oiya, mobil mu siang ini datang"
"Mobil?"
"Untuk transportasi kamu kuliah. Kamu tidak berniat kuliah sejauh itu dengan jalan kaki, bukan?", tanya Re.
"Ya, Kak. Terima kasih Kak Re"
Cup ...
Kia menghadiahi kecupan mesra di pipi kakak sulungnya. Reagan tersenyum sambil mengusap-usap lembut kepala adik bungsu kesayangannya.
__ADS_1
"Kak Re berangkat duluan ya. Ada meeting pagi ini. Nanti biar semua Kak Kevin mu yang urus"
"Baik Kak", sahut Kevin. Dia menyalami Reagan. Lalu Kia mengikuti apa yang dilakukannya.
Re naik kedalam mobilnya. Setelah itu supir dengan sigap memutar laju kendaraan dan menghilang dibalik pagar besar rumah itu.
"Ayo, sayang. Nanti kamu terlambat",ajak Kevin.
Dia membukakan pintu mobilnya untuk Kia. Lalu Kevin duduk dibelakang kemudi. Dia mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang. Mengantarkan Kia kekampusnya.
"Minggu depan Kak Kevin ada meet up dengan clien di Paris"
"Paris?"
"Hmmm.."
"Kia ikut ya, Kak?"
"Ikut?"
"Ya, please... Boleh ya, Kak"
"Sayang, Kak Kevin kesana urusan kerja lho. Nanti kamu bosan di hotel sendirian"
"Kamu mau ketemu Vino, bukan?!"
Kia menunduk malu. Wajah nya bersemu merah. Kevin melirik ke arah adik bungsunya. Dia tersenyum.
"Ya, sudah. Nanti Kak Kevin akan bicara dulu sama Kak Re. Jika Kak Re mengizinkan, kamu bisa ikut Kak Kevin ke Paris"
"Benar ya, Kak?!"
"Hmmm...."
Zazkia terlihat sumringah. Dia senang sekali dan sangat berharap kalau Kak Re nya akan memberi izin dia pergi ke Paris.
******
"Apa Kak Re sudah sampai disana?", tanya Kevin diujung teleponnya.
__ADS_1
"Ya, Dek. Kak Re baru saja sampai kamar hotel. Meeting dimulai pukul tujuh nanti"
"Kak, Kia minta izin untuk ikut Kevin ke Paris minggu depan"
"Paris?"
"Ya, Kak"
"Bukankah itu acara meet up dengan clien, Dek?"
"Iya, Kia ngotot ingin ikut"
"Hmm... Sepertinya yang ingin dia cari disana adalah Vino"
"Sepertinya begitu, Kak"
"Baiklah. Kia jadi tanggung jawabmu selama di Paris, Dek"
"Baik Kak. Kevin mengerti. Terima kasih. Selamat beristirahat Kak Re"
Klik ...
Kevin menutup teleponnya. Lalu meluruskan pinggang nya di kursi besar kantornya. Dia menekan tombol pada pesawat telepon dieja kerjanya.
Tok ... Tok ...
Cekreeeeekkk ...
"Ada perlu apa, Pak?", tanya sekretaris Kevin.
"Tolong kamu persiapkan keberangkatan buat acara meet up minggu depan di Paris"
"Siap, Pak"
"Oiya, siap kan juga untuk keberangkatan adikku bersama kita diacara itu minggu depan"
"Baik, Pak. Akan saya siapkan. Ada yang lain, Pak?"
"Tidak. Kamu boleh pergi"
__ADS_1
"Permisi, Pak"
******