
"Kak Re mau kemana?"
"Ada pesta dengan para investor dan pebisnis ibu kota, Dek"
"Kak Kevin juga ikut?"
"Ya, ada apa, Dek?"
"Aku ingin ikut",rajuknya manja
"Baiklah, kamu boleh ikut. Dari pada kamu bosan dirumah,Dek"
"Benarkah, Kak?"
Re menganguk. Kia bergegas kekamarnya dan berganti pakaian. Tak lama Re turun ke bawah dan sudah rapi dengan stelan jas nya. Dia duduk di sofa menunggu kedua adiknya berpakaian.
"Kak Re sudah siap?"
"Hmm..."
"Kita berangkat sekarang, Kak?"
"Tunggu sebentar, Dek. Kia sedang bersiap-siap"
"Ehh... Kia Ikut, Kak?"
"Dia minta ikut tadi. Kak Re pikir tak mengapa dia di ajak, dari pada dia dirumah sendirian"
"Hmmm..."
Lima belas menit kemudian Kia turun dengan pakaian rapi dan riasan sederhana. Mereka sampai di ballroom hotel bintang lima ternama itu dalam waktu dua puluh menit. Kia menggandeng tangan Kevin. Re melirik pada kedua adiknya itu.
"Ehmm... Kak Kevin aja nih yang di gandeng?", protes Reagan.
"Ya udah deh, Kak. Kevin ngalah", ucap Kevin sambil cekikikan.
Kia berpindah kelengan kakak tertua. Kedua kakak nya ini seperti bodyguard tampan yang selalu melindunginya. Kia hanya tersenyum meladeni keisengan kedua kakaknya itu.
__ADS_1
******
Suasana pesta sangat meriah. Banyak para pejabat dan juga orang penting yang hadir disana.
"Selamat malam Oom Emil, apa kabar?", sapa Re pada seseorang.
Emilio menoleh kearah Reagan dan adik-adiknya. Dia menatap tajam lalu mencoba tersenyum.
"Oooh... Reagan. Lama tidak bertemu. Tanpaknya kamu sekarang sudag jauh mengungguli bisnis papa mu dulu"
"Oom, terlalu memuji. Aku tidak lah sejenuis papa dan Oom dalam berbisnis. Aku masih harus lebih banyak belajar dari Oom"
Hahhahaaa... Emilio tertawa. Dalam hati dia berfikir betapa pintarnya Reagan berdiplomasi. Emil melirik ke arah Kia dan Kevin.
"Mereka adikmu?",tanya Emil.
"Oiya, Oom... Ini adikku Kevin dan Zazkia"
Emilio tersenyum kecil mendengar nama Zazkia. Kevin dan Kia menyalami Emil dengan sopan.
"Kalian bertiga kompak sekali. Ah.. kalau begitu aku permisi dulu. Selamat malam"
"Siapa dia, Kak?", tanya Kevin.
"Emilio Mahawira"
Kevin menganguk, akhirnya dia paham arti senyuman kecil kakaknya tadi. Namun Kia sedikit terkejut mendengar nama Mahawira disebut.
"Calon mertuamu, Dek", ledek Re pada Kia.
Kia mencubit pinggang Reagan.
"Awwyayyaaa...aaa..."
Kevin tertawa geli melihat mereka berdua. re mendekati Kevin lalu membisikkan sesuatu.
"Adik manjamu galak sekali, Dek"
__ADS_1
Mendengar itu Kevin makin terbahak-bahak dibuatnya. Kia melotot pada kedua kakaknya. Cepat-cepat Reagan dan Kevin mengalihkan perhatian mereka. Menghindari Kia yang sewot akibat di ejek kedua kakaknya.
******
Pukul sepuluh malam, pesta berakhir. Para tamu pulang satu persatu. Reagan dan kedua adiknya menuju ke basement.
"Zazkia...", sapa seseorang.
Kia menoleh kearah orang yang menyapanya itu.
"Ellene ..."
Ellene menghampiri Kia lalu mereka saling berpelukan.
"Lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu, Kia?"
"Kabarku baik. Kamu kesini bersama Kak Vino?"
"Oiya, dia menunggu dimobil. Kalau begitu aku permisi dulu ya ..."
Ellene mempercepat langkahnya. Vino dan Flo menunggunya di mobil. Melihat kedatangan Ellene, Vino turun dari balik kemudi dan membukakan pintu untuk ibu tirinya itu. Dari kejauhan Vino melihat Kia dan kedua kakaknya. Dia bersikap acuh dan berpura-pura tidak melihat mereka. Kia pun memalingkan wajahnya.
"Siapa perempuan itu, sayang?", tanya Kevin melihay reaksi adik bungsunya.
"Mantan pacarnya Kak Vino"
Reagan dan Kevin terkejut mendengarnya. Kia memutar badannya menghadap kedua kakaknya yang berjalan dibelakangnya.
"Dan juga ibu tirinya", tambah Kia.
Kali ini Kevin dan Re benar-benar melotot dibuatnya.
"Ibu tiri?",tanya Kevin tak percaya.
"Ya, Ellene adalah istri kedua Papinya Kak Vino"
"Apa tidak terlalu muda untuk disebut sebagai ibu tiri?"
__ADS_1
"Ya, mungkin. Tapi kenyataannya usianya hanya terpaut satu tahun diatasku. Dan kenyataan Kak Vino tetap manggilnya Mami"
******