Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Cyber Security Sistem


__ADS_3

Tok ... Tok ...


Reagan dan Kevin menoleh kearah pintu.


Cekreeeeekkk ...


"Orang yang saya katakan tadi sudah tiba, Pak"


"Suruh dia masuk", ucap Re.


"Baik, Pak"


Pegawai itu keluar sejenak keluar dan kembali bersama seseorang yang membuat Reagan dan Kevin terkejut.


"Vino?!", ucap Re dan Kevin bersamaan.


"Pagi Kak Re, Kak Kevin", Alviano menyalami dua kakak beradik itu.


"Kapan kamu kembali?",sapa Kevin.


"Kebetulan aku sudah setengah tahun disini, Kak"


"Bagaimana kuliahmu? Sudah selesai?"


"Ya, sudah Kak. Ngomong-ngomong ada masalah apa aku diminta kesini?"


"Begini, saya diminta Pak Re untuk memblokade seseorang meretas sistem keamanan data perusahaan. Kami kesulitan memblokade dan melayak keberadaannya", ujar Joe, karyawan Re tadi.


"Semua sistem?"


"Ya, semua sistem disemua cabang dan grup perusahaan", tambah Joe.


Vino terdiam. Dia berpikir sejenak.

__ADS_1


"Apa Kak Re atau Kak Kevin punya musuh?"


"Hmmm... Itu cerita lama. Tapi kita tak punya bukti buat menuduhnya", ucap Re.


"Yang penting kita tarik dulu data yang sudah diretas. Sekalian kita lacak keberadaannya, Kak"


"Baiklah kalau begitu aku manggandalkanmu Vino", ucap Re.


******


Reagan, Kevin, Vino dan Joe melakukan rapat tertutup berempat. Mereka melakukan karena masalh ini semakin gawat. Si peretas meminta uang tebusan kepada Reagan untuk menyelamatkan data-data yang telah disandera tersebut. Tadinya Reagan memilih untuk membayar uang tebusan tersebut dalam bentuk bitcoin yang nilainya diperkirakan mencapai 700 dolar AS.


Namun Vino melarangnya. Tak selesai sampai di situ, Vino yang juga memiliki pengalaman dalam peretasan, melancarkan serangan balik kepada hacker yang menyerangnya. Tahu aksi retas adalah tindakan ilegal, ia pun melakukan peretasan tidak untuk tindakan kriminal atau permintaan uang tebusan kembali kepada si hacker. Joe membantu nya dengan setia, dia tahu benar keahlian sahabatnya itu.


"Apa??! counter-attack? Kau gila Vino, itu ilegal", protes Joe.


"Tak masalah. Tujuanku baik"


Vino kembali fokus pada notebook nya. Dia berhasil melakukan serangan balik terhadap peretas tersebut dan merebut kembali data perusahaan. Dan dia juga berhasil melacak keberadaan peretas itu. Dengan sigap Kevin menghubungi temannya di maskas kepolisian pusat untuk meminta bantuan agar bisa meringkus pelaku. Tak butuh waktu lama pelaku berhasil ditangkap.


"Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu, Vino", ucap Re sambil menjabat tangan Vino.


"Tak usah sungkan, Kak Re",balas Vino merendah.


"Tidak. Kamu banyak membantu dalam menyelamatkan perusahaan. Aku berhutang banyak padamu"


"Jangan sepeti itu, Kak Re. Aku malah jadi tidak enak jadinya"


Reagan menepuk pundak Vino sambil tersenyum.


"Oiya, Kak. Maaf sebelumnya. Kalau boleh tahu peretas itu merupakan utusan seseorang yang menjadi musuh Kak Re, bukan?"


"Hmmm..."

__ADS_1


"Sepertinya dia orang yang sangat berbahaya"


"Ya, dia bisa melakukan apapun demi mendapatkan tujuannya. Bahkan nyawapun jadi taruhannya"


"Nyawa"


Reagan menarik nafas panjang.


"Kamu sendiri bukannya tidak ada hubungannya dengan ini. Dalam arti kata secara tidak langsung kamu punya kaitannya. Tapi aku rasa kamu sendiri tak paham permasalahan yang terjadi"


"Maksud Kak Re"


"Maaf, aku tak bisa bercarita lebih jauh lagi. Aku tak ingin menyakiti siapapun disini. Permisi"


Reagan pergi meninggalkan Kevin dan Vino di dalam ruangan.


"Maafkan Kak Re, Vino. Kak Re bukan bermaksud jahat. Tapi Kak Re hanya tak ingin membuka luka lama"


"Apa sebenarnya yang terjadi, Kak Kevin?!"


"Maaf, aku tak punya wewenang untuk bicara hal ini. Sebaiknya kamu tanyakan pada Emilio Mahawira"


"Pada Papi?"


"Hmmm..."


"Apa hubungannya dengan papi?"


"Semuanya saling berhubungan, juga termasuk hubungan kamu dan Kia. Aku pun ragu jika hubungan kalian dilanjutkan, masalah ini bukan masalah biasa Vino. Maaf, Aku permisi dulu"


Lagi-lagi Vino dibuat tak paham akan ucapan dua kakak beradik itu. Hatinya penuh tanda tanya. Sepertinya ini bukan masalah sepele, ucap Vino dalam hati.


******

__ADS_1


__ADS_2