
Vino membolak balik kartu undangan yang di pegang nya. Sekretaris nya mengantarkan itu ke ruangannya setelah dia selesai rapat. Vino senang menerima undangan itu, namun dia masih berfikir kembali untuk dapat datang ke acara wisuda Kia.
Drrr....drrr....
Klik
Sebuah pesan whatsapp masuk di HP Vino. Dia pesan whatsapp dari Kia.
"Apa Kak Vino sudah terima undang ku? Aku harap Kak Vino bisa datang pada acara wisudaku besok"
Vino tidak membalas pesan itu, dia meletakkan ponselnya pada meja kerjanya.dia duduk dan membenamkan diri lebih dalam di kursi kerjanya yang empuk itu. Pikirannya melayang menjelajahi waktu-waktu yang pernah dia lewati bersama Zazkia.
Huuuuhhh....
Vino membuang nafasnya berat tapi pikirannya tetap tidak bisa beralih dari perempuan yang dia sayangi itu. Sebenarnya dia sangat merindukan Zaskia namun sejak pertemuannya dengan Reagan terakhir kali dia jadi berpikir bahwa mungkin ini suatu kesalahan jika dia meneruskan hubungan bersama Zaskia.
Dia paham kenapa Reagan menentang hubungan mereka berdua.kesalahan masa lalu yang pernah dibuat oleh Papinya lah yang membuat Reagen bersikap seperti itu titik wajar saja jika dia mendapatkan perlakuan kurang respect dari calon kakak iparnya itu. Karena Papinya lah yang menyebabkan kematian orang tua dari perempuan yang dia sayang. Namun dia tidak bisa membunuh perasaan sayang dan cintanya kepada Zaskia.
Hal inilah yang membuat dia belakangan ini menjadi sangat uring-uringan dan gelisah. Namun di saat jam kerja dia berusaha menjadi seorang yang profesional dalam pekerjaannya perusahaan yang dia bangun kini adalah perusahaan baru, untuk itu dia mati-matian membesarkan dan mengembangkan sayap agar perusahaannya itu menjadi besar dan setara dengan perusahaan perusahaan yang bonafit lainnya.
Pukul 5.30 sore, Vino membereskan meja kerjanya lalu pulang menuju apartemennya di pusat kota. Malam itu dia tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun dia baru bisa tertidur menjelang fajar terbit.
******
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Langkah Kia menuruni tangga sangat anggun. Untuk hari istimewanya ini Kia berdandan minimalis dan terlihat sangat cantik. Kevin dan Re yang menunggunya di bawah menatap kagum pada kecantikan adik bungsu mereka.
"Cantik sekali, sayang", puji Kevin.
Kia tersenyum. Lalu dia melirik pada Re yang sudah siap dengan stetan jas hitamnya. Dia hanya membalas tatapan mata si bungsu dengan senyuman lalu mengusap-usap kepala adiknya.
"Ayo kita berangkat", ajaknya.
Kevin dan Kia mengikuti langkah kaki kakak mereka. Kia menggandeng tangan Kevin. Mereka naik ke mobil sport mewah kesayangan Reagan, Re membukakan pintu untuk adik nya. Kia duduk dibangku belakang. Re berada dibelakang kemudi dan Kevin duduk dibangku sebelahnya. Perlu waktu tiga puluh menit sampai akhirnya mereka tiba di aula kampus.
"Kenapa, Dek?", tegur Re.
"Aahh... Tidak apa-apa, Kak Re"
"Ayo, pulang", Re menuju parkiran mobil.
Sepanjang perjalanan pulang Kia hanya terdiam. Dia memikirkan sosok laki-laki yang dilihatnya dikeramaian tadi. Jika saja tak ada Reagan dan Kevin, mungkin Kia sudah berlari mengejar Vino.
__ADS_1
"Ngelamunin apa, sayang",tegur Kevin yang membuyarkan lamunannya.
Kia menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Sedang memikirkan masa depan, Kak?"
Kevin mengerutkan dahinya, Re melirik dari kaca sepion tengah mobil.
"Hmmm..."
"Kenapa?",tanya Kevin mulai serius.
"Habis ini jadi pengangguran deh. Tapi dari pada begitu aku pikir ada baiknya aku masukkan lamaran di kantor Kak Re atau Kak Kevin saja ya? Lalu aku akan minta gaji yang besar pada Kak Re dan Kak Kevin", celoteh Kia.
Reagan dan Kevin terbahak-bahak mendengar celotehan si bungsu.
"Soal gaji bisa diatur, sayang. Tapi Kak Re itu tipe bos yang galak loh. Dia tak mau ada sedikitpun kesalahan. Bisa-bisa kamu kena omel sama Kak Re"
Re hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar kelakar kedua adiknya itu.
"Kia tidak mau ah. Kia punya dunia sendiri. Tidak mau ikut-ikutan seperti Kak Re dan Kak Kevin. Dunia kalian tidak asyik"
Hahahahahahaa....
__ADS_1
Kenyang sekali Kevin dan Re tertawa mendengarkan ucapan polos adik perempuan mereka. Mungkin karena dia satu-satunya anak perempuan dalam keluarga jadi dia punya dunia yang berbeda dengan kedua kakaknya.
******