
"Ellene ... ", panggil Emilio.
"Ya, Kak ..."
"Aku akan pergi ke Amsterdam beberapa hari untuk urusan bisnis"
"Ya, Kak. Hati-hati dijalan"
"Tolong jaga Flo baik-baik ya ..."
"Baik, Kak ..."
Laki-laki berahang besar itu mendekati istrinya, memeluk pinggang perempuan berwajah mungil itu. Emilio mendekatkan wajahnya pada Ellene, makin dekat dan mendekat. Mengecap manisnya bibir mungil yang menggoda itu. Ellene hanya bisa pasrah mengikuti irama suaminya itu.
Ellene mengantar suaminya ke depan pintu, mengiringi kepergian Emilio yang diantar oleh sekretaris pribadinya menuju bandara. Ellene kembali masuk kekamarnya. Dia baru selesai membersihkan diri saat asisten rumah tangganya memberitahu bahwa Flo demam.
"Oh mon dieu, il est si chaud. Préparez la voiture,", ucap Ellene. 1)
"bonne madame"2)
Ellene membawa Flo ke ke klinik dokter langganan mereka yang letaknya atu blok disebelah dorm Vino. Alviano bergegas menemui Ellene di klinik.
"Bagaimana keadaannya, mi?"
"Dia sedang diperiksa dokter. Badannya panas sekali"
Flo yang sudah berusia dua tahun begitu melihat kedatangan Vino langsung berlari memeluk kakak tiri kesayangannya. Flo merengek ingin ikut Vino ke dorm. Akhirnya Ellene terpaksa membawa Flo main ke dorm Vino.
"Kamu tinggal disini, Rev"
__ADS_1
"Hmmm...."
"Aku rasa kamu bisa memilih tempat tinggal yang lebih layak untukmu, Rev. Emilio pasti tak setuju jika tahu kamu tinggal di tempat seperti ini"
"Aku tak ingin menyangkut pautkan hidupku dengan, Papi. Aku punya jalanku sendiri. Maaf, Mi"
Ellene menghela nafas panjang. Dia paham benar watak anak tirinya itu, keras dan tak mau didikte. Flo asik bermain dengan Vino. Dia melupakan demamnya. Dia sangat manja pada kakak tirinya yang tampan itu. Ellene hanya memandang kedekatan mereka dengan tatapan kesedihan. Mata indah nya hampir berkaca-kaca. Dia berusaha menahan perasaannya. Vino adalah anak suaminya. Dia tak boleh memupuk rasa terlarang itu lagi.
Flo tertidur di tempat tidur Vino. Puas dia bermain, efek obat dari dokter tadi membuatnya tertidur pulas. Ellene pun tertidur dikursi dekat tempat tidur. Dia memegang tangan putro kecilnya.
"Mereka seperti malaikat", batin Vino yang menatap lekat-lekat pemandangan langka itu.
Dalam hatinya ada sedikit luka lama yang kembali terusik. Melihat perempuan yang dulu pernah disayanginya dan sekarang harus menjadi istri papinya. Vino mendekat lalu berlutut disamping Ellene dan mendekatkan wajahnya pada Ellene. Dari dekat dia bisa merasakan betapa halus dan cantiknya wajah Ellene. Tanpa disadari tangannya membelai pipi halus Ellene.
Brakk...
******
Kia berlari sekuat tenaganya. Dia tak ingin lagi menoleh kebelakang walaupun Vino merneriakkan namanya. Dia tak perduli. Awalmya dia hanya ingin meluruskan kejadian kemarin kepada Vino, dia berharap itu hanyalah halusinasinya saja. Namun saat tiba di dorm Vino dia melihat pintu dorm yang separuh tebuka, dan didalamnya Vino sedang berdua dengan Ellene. Dari tatapan mata Vino pada Ellene, Zakia bisa menyimpulkan bahwa telah terjadi sesuatu diantara mereka berdua.
Vino mempercepat larinya dan memotong jalan Zazkia. Nafasnya terengah-engah. Dia hendak menarik tangan Kia namun dengam cepat perempuan cantik itu menarik tangannya dan menghentikan langkahnya.
"Kia ...", Vino masih berusaha mengatur nafasnya yang terputus-putus akibat berlari tadi.
"Dengar dulu penjelasanku, Kia. Ini tidak seperti yang kamu fikirkan", jelas Vino.
"Yang aku fikirkan. Memangnya aku memikirkan apa, Kak. Aku tak perduli apa yang kamu lakukan di kafe ataupun di kontakanmu tadi. Itu bukan urusanku"
"Kafe?"
__ADS_1
Zazkia diam. Dia memalingkan wajahnya. Dia tak menjawab pertanyaan Vino.
"Kamu kemarin melihatku dengan Ellene?"
Kia masih diam.
Drrrr..... drrrr....
Ponsel Vino bergetar. Ellene meneleponnya.
"Kamu dimana, Rev. Kami sudah mau pulang. Flo mencarimu"
"Oke. Baiklah, Mi. Aku kesana sekarang"
Klik ...
Vino memutuskan teleponnya.
"Kia, Kumohon ikut aku sekarang. Akan aku jelaskan siapa Ellene. Please, percaya padaku ..."
Alviano begitu memohon pada Kia. Membujuknya untuk ikut bersamanya kembali ke dorm. Akhirnya Kia memutuskan untuk mengalah dan mengikuti kemauan Vino. Mereka kembali ke dorm.
******
Terjemahan
"Ya Tuhan, panas sekali. Segera siapkan mobil," ucap Ellene. 1)
"Baik, Nyonya" 2)
__ADS_1