Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Diantara Tiga Cinta


__ADS_3

"Permisi tuan, ada tamu mencari anda diluar", seorang pelayan masuk mencari Re di ruang perpustakaan.


"Tamuku? Siapa?"


"Tuan Vino?"


"Bawa dia kemari"


"Baik, Tuan"


Tok ... Tok. ..


Cekreeeeekkk ...


"Siang, Kak Re"


"Hi, Siang Re. Duduklah"


"Terima kasih"


"Ada apa? Tumben kamu mencariku"


"Maaf mengganggu kesibukan, Kak Re. Tapi aku ingin bicara sesuatu hal penting dengan Kak Re"


"Hal penting? Mengenai apa?"


"Masalah Zazkia, Kak"


Re menutup bukunya. Alisnya sedikit naik terheran mendengar ucapan Vino.


"Oo.. masalah Kia? Ada apa?"


"Aku datang sesuai janjiku dulu padanya. Aku datang meminta izin pada Kak Re. Aku ingin melamar dan menikahi Kia"


"Manikah?"


"Ya, Kak"


"Seyakin itukah dirimu, Vino"


"Ya, aku yakin dengan keputusanku ini Kak. Dari awal kami berkenalan aku sudah bertekad untuk mendapatkan Kia dengan cara yang benar. Dan saat inilah saat yang tepat aku menghadap Kak Re sebagai walinya"


"Apa kamu yakin bisa membahagiakan adikku? Apa kamu sanggup menjaganya lahir dan batinnya?"


"Aku tak bisa janji apapun, Kak. Aku tak bisa menjanjikan duniawi, tapi aku akan berjuang dengan sekuat tenagaku untuk membahagiakan Kia. Dan sejak ijab kabul diucapkan nanti, Kia akan menjadi tanggung jawabku didunia dan akhirat".


Re terdiam sejenak. Dia mencoba mencerna dengan baik ucapan laki-laki yang ada dihadapannya itu.


Huuuhh...


"Baiklah, tunggulah sebentar disini. Aku akan menanyakannya pada Kia"


Re meninggalkan Vino seorang diri diruang perpustakaan. Dia menuju lantai atas. Seperti biasa hati minggu seluruh keluarga Augustine berkumpul dirumah. Kia dan Kevin sedang asyik bermain catur di lantai atas.

__ADS_1


"Yes... Kia makan ya, Kak",ledek Kia yang merasa menang dari kakaknya.


"Oh... No my dear. Lihat raja dan mentrimu mu. Skak, steir ...!!!"


"Hhhhaaaah... Bagaimana bisa?"


Kia memonyongkan bibirnya melihat kekalahan telaknya dari Kevin.


Hahahahahaa....


"Tampaknya kamu harus banyak belajar, sayang"


Re mendekati keduanya. Lalu duduk bersisian dengan Kia.


"Kenapa cemberut, Dek? Kalah lagi dari Kak Kevin mu?"


Kia mendekat lalu merangkul lengan Re. Reagan mengusap-usap kepala adik bungsunya.


"Mumpung kalian disini. Kak Re mau bicara. Terutama padamu, Dek", Re menoleh pada Kia.


"Kia?"


"Hmmm... "


"Ada apa, Kak Re?"


Reagan merubah posisi duduknya. Mimik wajahnya kini tampak lebih serius dari yang tadi. Kevin pun mulai mendengarkan apa yang akan dikatakan kakaknya itu.


"Vino?", ucap Kevin


"Mau apa Kak Vino kesini?", tanya Kia


"Vino tadi datang menghadap Kak Re, kami bicara banyak. Antara laki-laki dan laki-laki. Dia meminta izin Kak Re untuk melamar dan menikahimu, Dek"


"Menikah?",ucap Kevin dan Kia bersamaan.


Sesaat kemudian Kia terdiam. Dia menundukkan pandangan, dia tak berani menatap Reagan atau pun Kevin.


"Lalu...bagaimana denganmu, Dek. Kamu mau menerimanya sebagai suamimu?"


Kia diam sejenak. Dia mengatur hati dan kata-kata yang akan diucapkan nya pada Reagan.


"Kak ..."


"Hmmm..."


"Apa Kak Re dan Kak Kevin tak masalah jika aku menikah dengan Kak Vino?", tanya Kia.


Re menoleh pada Kevin. Kevin bangun dan pindah duduk disisi sebelah Kia. Kini perempuan cantik itu diapit oleh kedua kakaknya.


"Sayang, Kak Kevin tidak mempermasalahkannya jika memang kalian berdua saling mencintai. Kamu kan perempuan, harus ada laki-laki yang bertanggung jawab atas hidupmu kelak. Jadi jika hatimu sudah mantap dengan pilihanmu, silakan saja"


Kia tersenyum lalu dia menoleh pada Reagan.

__ADS_1


"Kamu sayang padanya, Dek?",tanya Re.


Kia mengangukkan kepalanya. Wajahnya bersemu merah.


"Apa dia pernah melakukan hal buruk padamu sebelum ini?",tanya Re lagi.


"Tidak, Kak. Memegang tanganku saja Kak Vino tidak pernah. Apa lagi berbuat macam-macam"


Re tersenyum. Lalu dia memegang pundak adik bungsunya itu.


"Kalau begitu. Menikahlah dengan laki-laki pilihanmu itu. Kak Re yang akan menikahkanmu dengannya. Kak Re yakin kamu pasti punya pertimbangan matang atas hal yang kamu pilih itu, Dek"


Kia memeluk Reagan. Dia bahagia sekali mendengar ucapan kakak sulungnya itu. Diluar dugaannya bahwa Reagan dan Kevin akan memberinya izin untuk menikah dengan Vino.


"Kamu masuklah kekamarmu. Kak Re dan Kak Kevin akan menemui Vino dibawah"


Kia menganguk. Lalu masuk kekamarnya. Re mengajak Kevin turun kebawah menemui Vino. Cukup lama tiga laki-laki itu bicara di sana. Sampai akhirnya Vino pamit dan pergi meninggalkan rumah keluarga Augustine.


******


(Akad Nikah)


"Saya terima nikah dan kawinnya Zazkia Sheva Augustine binti Gustav Augustine alm. dengan mas kawin satu set perhiasan emas seberat delapan puluh gram dibayar tunai"


Sontak saja seisi ruangan menjawab "Saaaaaahhh...." saat penghulu bertanya. Semua yang hadir diruangan itu terlihat bahagia melihat sepasang pengantin yang cantik dan tampan. Sungguh pasangan yang sangat serasi.


******


(Kamar Pengantin)


"Ada apa sayang, kok kamu senyum-senyum sendiri? Sudah tak sabar ya??!", goda Vino.


Kia mencubit pinggang suaminya.


"aawww... ayayayaya ... ",geliat Vino kesakitan.


"Aku bahagia sekali Kak. Aku berfikir akulah perempuan paling beruntung dibumi ini. Aku punya tiga laki-laki yang selalu menjaga dan melindungiku. Kak Re, Kak Kevin dan Kak Vino. Terima kasih ya, kalian sudah menjadi malaikat pelindungku selama ini"


"Sayang, wajar saja kami perduli padamu. Kami sayang padamu. Kak Re dan Kak Kevin adalah kakak kandungmu yang sangat menyayangimu dan aku sekarang adalah suamimu. Laki-laki yang sekarang bertanggungjawab atas hidupmu"


"Ya, Kak... aku merasa berada Diantara Tigaga Cinta yang indah. Tiga Cinta yang terindah yang diberikan Tuhan untukku"


Vino mencium kening istrinya lalu memeluk perempuan halalnya dalam dekapan kasih sayangnya malam itu.


******


(Tambahan)


Satu tahun kemudian Reagan menikah dengan kekasih hatinya, seorang dokter spesialis dirumah sakit ternama dikota lalu dua tahun kemudian Kevin pun menikah dengan perempuan pilihannya. Seorang fashion designer.


Vino membawa Kia pindah kerumah yang dibelinya dari hasil tabungannya. Begitu juga Kevin dan Istrinya. Namun setiap akhir pekan mereka selalu berkumpul di rumah utama keluarga Augustine yang kini ditempati oleh Reagan dan keluarganya.


T. A. M. A. T.

__ADS_1


__ADS_2