Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Pertahanan Vino


__ADS_3

Privat room bandara, Alviano sudah menunggu kedatangan kedua kakak beradik keluarga Augustine. Dia duduk santai di sofa empuk ruangan ber AC itu.


Tok ... Tok ...


Cekreeeeekkk ...


Re masuk diikuti dengan Kevin dibelakangnya, dia tetap tersenyum dan menyapa Vino dengan ramah. Begitu juga Vino.


"Maaf membuatmu menunggu"


"Tidak apa-apa, Kak. Aku juga baru sampai"


Re duduk di sofa berhadapan dengan Vino. Kevin berdiri dekat jendela, menyandarkan tubuhnya di sisi jendela.


"Ada apa Kak Re memanggil ku kesini?"


"Begini, maaf sebelumnya aku menyita waktu mu sebelum keberangkatanmu ke Prancis. Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu. Aku ingin kamu menjawabnya dengan jujur, Vino"


"Baik, Kak. Katakan saja", ucap Vino tegas.


"Apa tujuanmu mendekati Zazkia?"


"Zazkia?"


"Hmmm... ", Re tenang sekali. Begitu tenang bahkan hembusan nafasnya tak terasa.


Kevin memperhatikan percakapan kakaknya dengan Vino. Dia hanya menarik sedikit garis bibirnya. Dia paham arah pembicaraan Reagan. Bahkan dia kagum dengan ketenangan kakak sulungnya dalam menghadapi masalah sebesar ini.


"Aku sayang sama Zazkia. Aku tidak pernah bermaksud main-main terhadap perempuan yang aku sayang. Aku meminta izin kalian bukam untuk memacari Kia atau pun bermain-main. Bukan lagi masa ku untuk itu. Aku ingin hubungan yang lebih serius. Sampai tiba saatnya nanti"


"Hubungan yang lebih serius?"


"Ya"


"Apa maksudmu?"


"Aku bermaksud menikahi Zazkia nantinya. Belum dalam waktu dekat ini. Aku juga paham pendidikan nya belum selesai. Dan juga masih banyak hal yang harus aku persiapkan menuju kesitu"

__ADS_1


Kevin melotot mendengar pernyataan Vino yang to the point meminta izin Reagan untuk menikahi adik bungsunya.


"Menikah?"


"Ya?"


"Seyakin itukah kamu?"


"Ya, sangat yakin"


"Bagaimana jika aku tak menginginkan nya? Kia adalah putri yang berharga dalam keluarga Augustine. Tidak sembarang orang bisa membawanya pergi. Apalagi menikah dengan nya. Kamu harus berhadapan denganku dulu"


"Tidak masalah. Apapun akan aku hadapi"


"Kamu sangat pemberani"


Vino tersenyum, dia pun masih tenang menghadapi tantangan Re. Kevin dari sudut lain memperhatikan peperangan dingin kedua lelaki itu.


"Dengan alasan apa Kak Re tidak mengizinkan aku menikahi Kia?"


"Ya, aku perlu penjelasan yang logis untuk hal ini"


"Alasan kuat nya adalah Emilio Mahawira. Papi mu"


Vino agak terkejut mendengar ucapan Reagan.


"Ada apa dengan Papi?"


"Aku yakin kamu paham benar maksud ku. Dan aku yakin kamu tahu benar dengan papi mu. Siapa dia dan bagaimana dia"


Vino menghembuskan nafas kecilnya. Lalu menariknya perlahan.


"Aku tidak mau di sangkut pautkan dengan papi. Aku punya jalan hidupku sendiri. Bahkan sejak bayi pun aku tak pernah merasakan adanya papi dalam hidupku"


"Mungkin benar apa yang kamu rasakan. Apa yang kamu fikirkan. Tapi tidak dengan papimu. Dan tidak untuk luka yang tergores dalam keluarga Augustine. Luka yang tak belum juga sembuh"


"Maksud Kak Re"

__ADS_1


"Aku hanya tak ingin menyakiti Kia. Jika dia tahu apa yang sebenarnya terjadi akan lebih membuatnya terluka. Untuk itu menjauhlah dari adikku, Vino. Aku hargai ketulusanmu. Tapi maaf, luka di antara dua keluarga ini belum sembuh. Aku harap kamu paham maksudku"


Reagan berdiri dari duduknya. Dia tersenyum lalu meninggalkan Vino yang kebingungan seorang diri. Kevin berjalan beriringan dengan kakaknya. Mereka menuju parkiran mobil. Reagan mengambil ponselnya.


Tuuut ... Tuuut ...


"Ya, Kak?!"


"Kamu dimana, Dek?"


"Dirumah, Kak. Baru sampai dari sekolah. Ada apa, Kak?"


"Tidak ada apa-apa, Dek. Kak Re cuma pengen denger suara kamu aja"


"Kak Re kenapa? Kok tidak biasanya?"


"Hahahahaa... Kak Re cuma ngecek aja kamu dimana, sayang. Tidak boleh?"


"Boleh. Tapi tadi ko Kak Re ngomongnya begitu? Ada apa sih, Kak?"


"Tidak ada apa-apa. Ya, sudah. Sebentar lagi Kak Re pulang. Ini sudah dijalan"


"Ya, Kak"


Klik ... Reagan memutus sambungan teleponnya. Dia menoleh ke arah Kevin.


"Sepertinya Kia tidak tahu kalau Vino terbang ke Paris hari ini, Kak?!"


"Ya, jadwal keberangkatannya seharusnya lusa. Entah alasan apa dia mempercepat jadwal keberangkatannya"


"Tapi paling tidak, Kia aman berada dirumah, Kak"


"Semoga saja kepergian Vino yang mendadak ini tak membuat Kia rapuh dan sedih".


Reagan menaiki mobilnya. Demikian juga Kevin. Mereka berjalan beriringan. Setengah jam kemudian kedua mobil mereka sampai di halaman rumah keluarga Augustine.


******

__ADS_1


__ADS_2