
Matahari hampir tenggelam, semua siswa sudah meninggalkan sekolah. Zazkia menghubungi Re.
"Ka, aku sudah bubar sekolah. Kak Re dimana?"
"Sabar ya, Dek. Kak Re sedang jalan menuju kesana sama Kak Kevin. Tunggu sebentar ya, sayang"
"Ya, Kak ...", Kia mematikan ponselnya.
"Zazkia ... ", panggil seseorang.
"Eehh...", Kia menoleh. Vino berjalan menghampirinya.
"Belum pulang?"
"Menunggu jemputan, Kak"
"Dijemput siapa?"
"Kakak ku"
"Hmmm..."
Mendadak jantung Kia bertetak tak teratur dan dua puluh ribu kali lebih cepat. Vino memarkirkan motornya disamping Kia berdiri. Matanya melirik ke arah Vino yang kini berdiri disampingnya. Dalam hati dia mengagumi sosok laki-laki tampan ini, dari dekat Vino terlihat seribu kali lebih tampan, batinnya.
"Boleh aku temani. Bukankah lebih baik berdua dari pada seorang diri. Jadi kamu lebih aman menunggunya"
"Terima kasih"
"Kamu terlihat anggun dan lebih cantik dengan kerudung mu, Kia. Aku suka melihatnya"
Blummmm....
Seketika wajah Kia menjadi merah padam dan tertunduk.
"Ya, ampun... Dia bilang apa tadi? Aku cantik? Dia suka? Waduuuh... Aku tidak salah dengar bukan? Ini bukan halu, kan?", cerocos Kia dalam hati.
"Kamu terlihat dewasa"
"Terima kasih atas pujiannya, Kak. Kak Vino terlalu berlebihan"
"Aku tidak berlebihan. Ini nyata. Aku suka melihat kamu seperti ini"
"Aku baru tahu kalau Kak Vino pintar gombal"
"Gombal?!"
Hahahahahahhahaha....
Seketika pecah tawa Vino. Itu membuat Kia jadi salah tingkah. .
"Apa nya yang lucu?"
__ADS_1
"Aah... Maaf..."
"Bukankah rata-rata laki-laki seperti itu. Selalu memuji berlebihan alias gombal"
"Bisa jadi. Tapi aku tidak seperti itu"
"Yakin sekali"
"Tentu saja"
"Kamu benar di jemput kakak?"
"Iya, ada apa?"
"Kakak kandung?"
"Iya, kakak kandung dong. Kak Re dan Kak Kevin adalah kakak kandungku"
"Aku kira kamu di jemput pacar atau gebetan"
"Aku belum ada gebetan apa lagi pacar. Kalau pun ada pasti sudah habis di ceramahi Kak Re dan Kak Kevin. Mereka galak sekali"
"Bagus dong kalau begitu. Artinya mereka perhatian dan sayang sama kamu"
"Kak Vino sendiri tidak takut ketahuan pacar nih berdua disini sama aku?"
"Pacar"
"Aku jomblo"
Kia melirik tajam pada Vino yang tersenyum disebelahnya.
"Masa sih"
"Iya"
"Lalu siapa perempuan yang waktu itu bersama Kak Vino di kafe?"
"Eeh..."
"Aah, maaf..."
"Tidak apa-apa. Kamu melihat kami?"
"Hmmm..."
Vino menarik nafas panjangnya. Dia menatap ke arah langit yang sudah mulai gelap. Lalu menoleh ke arah Zazkia.
"Dia Nesya. Perempuan dari masa laluku. Waktu itu kali terkhir aku bertemu dengannya. Dia sudah menikah"
"Oo, maaf Kak aku tak bermaksud membuatmu sedih"
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Aku suka kamu bertanya seperti itu. Artinya kamu perhatian padaku"
"Eeh.. "
"Zazkia ..."
"Ya ..."
"Aku dulu memang punya kedekatan khusus dengan Nesya. Tapi dia sekarang adalah masa laluku. Yang ingin aku kejar sekarang adalah masa depan. Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?"
"Silakan"
"Seandainya aku berniat memilihmu untuk menempati ruang hatiku yang kosong ini, apakah kamu bersedia? Aku tak bisa menjanjikan apapun. Tapi aku akan berusaha membahagiakan mu. Akan memperjuangkanmu. Ini bukan tembakan untuk menjadi pacar atau kekasih"
"Lalu?"
"Ya ... Semacam lamaran tidak resmi padamu. Aku tak mau main-main. Saat ini aku memang bukan siapa-siapa. Namun aku akan berjuang untuk mu. Aku harap kamu mau bersabar menungguku. Kita sama-sama jaga diri dan jaga hati sampai jika benar kita dipersatukan nanti"
Blummm...
Lagi- lagi Kia dibuat salah tingkah oleh Vino. Dia menunduk malu. Entah bagaimana wajah nya saat ini. Vino menatapnya begitu lekat.
"Kia ..."
Zazkia menoleh
"Kamu mau menerima permohonan ku ini?"
Kia tersenyum, hatinya terasa begitu hangat. Perlahan dia mengangukkan kapalanya.
"Kamu bersedia menungguku?"
"Ya, Kak. Aku bersedia. Tapi berjanjilah bahwa Kak Vino tak akan pernah berubah. Tak akan pernah mengecewakan aku"
"Aku berjanji. Aku akan menjaga hatiku, jiwa dan ragaku untuk mu. Dan aku berharap kamu juga begitu. Mulai sekarang kamulah yang ingin aku jaga. Aku tak akan menyentuhmu sampai kamu benar-benar halal untukku. Aku akan berjuang untukmu, Kia"
Dari jauh lampu mobil terlihat menerangi jalan, Fortuner putih memasuki halaman depan sekolah. Kia tahu benar itu mobil Kevin, kakaknya.
"Aku sudah di jemput, aku pulang dulu, Kak..."
"Aku antar ya"
"Eeh..."
"Aku kan sudah bilang. Aku yang akan menjaga dan melindungimu. Aku akan pastikan keselamatanmu sampai di tangan kakakmu"
"Kak Vino yakin?"
"Kenapa? Aku yakin"
Vino berjalan menghampiri mobil itu berdampingan dengan Kia. Dalam hati Kia luar biasa berkecamuk. Dia takut membayangkan apa reaksi kedua kakaknya nanti kalau tahu Vino ada bersamanya. Dan Vino anak yang pemberani, selama ini tidak ada laki-laki yang berani mendekatinya. Mereka tak berani berhadapan dengan Reagan dan Kevin.
__ADS_1
******