Di Antara Tiga Cinta

Di Antara Tiga Cinta
Rasa Penasaran


__ADS_3

Kia bergesas menuju parkiran mobil didepan gedung kampusnya. Dia duduk dibelakang kemudi dan melajukan mobilnya menuju sebuah restoran cepat saji. Dia memiliki janji dengan Alviano.


Tap


Tap


Tap


Langkah kakinya bergema memasuki restoran cepat saji yang dimaksud, maklum masih satu jam lagi waktu makan siang tiba. Suasana disana sangat sepi. Hanya beberapa orang saja sedang bersantap. Kia memesan sebuah kola dan kentang goreng. Dia sangaja memilih tempat duduk dilantai dua. Disana lebih nyaman untuk bicara.


Sepuluh menit kemudian Vino datang menghampirinya. Wajahnyaa datar saat menatap Kia, namun tatapan matanya penuh kerinduan.


"Kak Vino baik-baik saja?", tanya Kia.


"Hmmm..."


"Ada apa menatapku seperti itu, Kak?"


Vino hanya menggelengkan kepala. Hatinya bergemuruh hebat. Jika tidak takut dosa ingin rasanya dia memeluk tubuh indah perempuan yang ada dihadapannya. Mencium habis bibir manis nya yang menggoda. Namun dia ingat akan janjinya untuk mendapatkan Zazkia dengan cara yang benar. Tidak bar-bar ataupun sarkas. Dan dia setengah mati mengendalikan hatinya yang mulai liar. Sudah beberapa bulan ini mereka tak bertemu.


"Apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan padaku, Kia?",tanya Vino perlahan.

__ADS_1


"Ya"


"Katakanlah!"


Kia memandang Vino erat-erat, kedua manik mata mereka bertemu. Saling berbicara, saling bercerita, melepaskan diri mereka yang berada dalam puncak kerinduan.


"Kak ... "


"Hmmm..."


"Aku minta Kak Vino jujur padaku. Katakan apa yang terjadi. Ada apa, Kak?"


"Jangan katakan kalau Kak Vino tak paham apa maksud perkataanku ini. Sudah lebih dari empat bulan ini Kak Vino selalu menghindar dariku. Telepon, email, chat, WhatsApp dari ku semua tak direspon. Apa salahku padamu, Kak? Ada apa ini? Apa apa denganmu, Kak?"


Vino menatap Kia dengan pandangan sedih, sesak dadanya mendengar semua pertanyaan-pertanyaan dari perempuan yang sangat disayangnya itu.


"Sayang ... "


Kia mengeser posisi duduknya. Lebih tegap dan menyiapkan diri mendengar jawaban dari laki-laki yang duduk dihadapannya itu.


"Aku hanya butuh waktu. Butuh waktu untuk menata kembali hatiku. Untuk membuktikan seberapa besar hati ini mencintaimu. Seberapa kuat hati ini menyayangimu. Aku butuh waktu untuk memantaskan diri berada disisimu. Untuk bisa memintamu dengan cara baik-baik pada kedua kakak mu. Aku harap kamu bisa bersabar, sayang?!"

__ADS_1


"Apa ini ada hubungnnya dengan Kak Re atau Kak Kevin? Apa mereka melakukan sesuatu yang buruk padamu, Kak?"


"Tidak. Ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan. Kak Re dan Kak Kevin adalah kakak terbaikmu. Mereka hanya ingin yang terbaik untukmu. Kebahagianmu adalah prioritas mereka. Aku paham maksud mereka"


"Jadi bener ini ada hubungnnya dengan mereka, bukan?"


"Tidak. Tidak secara langsung. Mereka tidak bersalah. Hanya saja ... "


"Hanya saja ... Apa?",desak Kia.


Vino menghentikan ucapannya. Dia mengatur nafasnya perlahan, mengatur pola detak jantungnya lagi. Membiarkan pikirannya sedikit mengendur. Vino tersenyum.


"Maaf, aku tak bisa menceritakannya. Kak Re benar, jika kita paksakan maka akan ada hati yang terluka. Dan aku fikir Kak Re lah orang yang paling terluka diantara kita"


"Aku sama sekali tak paham maksud semua ini, Kak. Apa sebenarnya yang terjadi"


"Aku tak berhak menceritakannya padamu. Sudahlah Kia, lebih baik kita jalani saja dulu jalan takdir ini. Biarkan waktu yang menjawabnya. Aku sudah mengikatmu dengan doaku, dan hanya Tuhan yang bisa memutuskan ikatan itu. Sampai jumpa sayang. Jaga dirimu baik-baik".


Kia terkejut melihat Vino yang pergi tanpa memandangnya lagi. Kia berusaha mengejar Vino. Namun laki-laki itu lebih cepat masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Kia seorang diri.


******

__ADS_1


__ADS_2