
Braaakkk....
Wajah Re memerah, rahangnya mengeras dan tangganya mengepal kuat. Pukulannya di meja cukup membuat siapapun yang mendengarnya ciut hatinya. Tarikan nafasnya memburu cepat.
"Cari dia sampai dapat, Ed. Jangan sampai terjadi apa-apa pada adikku. Siapapun dia aku akan buat perhitungan padanya"
"Baik, Pak ... "
Edzard bergegas mengerahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan Zazkia. Re tidak tenang duduk di kursinya. Dia panik luar biasa begitu mendapat telepon dan memo ancaman dari seseorang yang menculik adik bungsunya.
Cekreeeeekkk ...
"Kak Re ... "
Kevin masuk keruangan Reagan dengan wajah pias dan panik. Re duduk dikursinya. Kedua tangannya memegang kepalanya. Menarik-narik rambutnya kesal.
Huuuhhh....
Dia menyandarkan tubuhnya pada kursi besarnya, Kevin berjalan bolak-balik dihadapannya.
"Bagaimana ini, Kak?", tanya Kevin yang tak kalah paniknya.
__ADS_1
"Ed, sedang mengerahkan orang untuk mencari Kia. Seharusnya aku tidak membiarkan dia pergi tadi, kenapa semua jadi begini? ini adalah salahku!",rutuk Re pada dirinya sendiri.
"Ya, Tuhan ... Dimana kamj, sayang ... Kak Kevin berharap kamu baik-baik saja, sayang...", lirih Kevin dalam hati.
******
Tadi pagi Zaskia pamit pamit kepada Re, untuk pergi ke acara pagelaran Seni desain di Selatan Kota titik saat perjalanan pulang mobil Kia dicegat oleh beberapa orang pengendara bermotor lalu dia dibawa pergi menuju suatu tempat yang yang sangat jauh di pinggiran kota sebuah komplek pergudangan tua yang sudah tidak dipakai lagi.
Zaskia dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dan diikat pada sebuah kursi kedua tangan dan kakinya terikat dan mulutnya disumpal dengan sebuah saputangan. Dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mata yang tertutup, Zaskia tidak dapat melakukan apa-apa titik baginya dunia terasa gelap dan begitu menyakitkan.
Cekreeeeekkk. ...
Seorang laki-laki berumur lima puluh tahunan, bertubuh besar dengan rahang besarnya yang kuat. Matanya yang tajam dan otot-otot nya yang masih terlihat kuat itu, serta cerutu mahal yang dari tadi diisapnya.
"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa mengenal papa?"
Hahahahhaha.... Pecah suara tawa laki-laki itu. Menggema diseluruh ruangan. Tawa yang mengerikan bagai lolongan serigala dimalam hari.
"Tentu saja aku kenal dengan papa mu yang sok pahlawan itu, juga anak laki-laki tertuanya yang sok jagoan itu. Saatnya bocah sialan itu merasakan sakitnya kehilangan adik bungsu kesayangnya itu. Akan ku buat dia merasakan lagi sakit yang sama seperti kematian Gustav yang menyedihkan itu"
"Apa maksudmu!", Kia berteriak lantang.
__ADS_1
Laki-laki itu melepas penutup mata Kia dengan kasar. Dia berdiri di depan Kia. Matanya melotot melihat kemolekan tubuh Kia. Dia menjambak kerudung Kia hingga nyaris terlepas. Perlahan dia mengelus pipi Kia. Kia memalingkan wajahnya, menghindari serangan tangan biadap Baron.
Baron memegang dagu Kia dengan kuat sehingga perempuan itu meringis kesakitan.
"Ternyata putri mu cantik sekali Gustav, jangan salahkan aku jika aku bernafsu padanya", seringai Baron membuat hati Kia ciut.
"Lepaskan aku!!", teriaknya.
"Tenang saja cantik, jangan terburu-buru, aku akan menyiksamu perlahan. Dan tubuh indahmu itu layak untuk aku santap. Dan mari kita lihat betapa sedihnya Gustav di neraka sana melihat putrinya seperti ini. Lalu Reagan, keangkuhannya akan runtuh melihat adik kesayangannya aku habiskan"
Hahahhahaa....
Lagi ...
Tawa menakutkan itu mengelegar keseluruh ruangan. Membuat nyamuk kecil yang terbangpun kabur mendengarnya.
Braaakkk....
Baron menutup pintu ruangan itu dengan keras. Lalu pergi dengan mobilnya. Dua orang laki-laki bertubuh kekar menjaga di depan pintu.
Kia menangis, tubuhnya terasa dingin. Hati nya ciut menghadapi perlakuan bar-bar dan gertakan Baron tadi. Dia takut Baron semakin liar dan brutal terhadapnya. Kesucian yang selama ini dia pertahankan demi laki-laki yang akan menjadi suaminya nanti terancam hilang.
__ADS_1
Dalam hati dia berdoa agar kedua kakaknya bisa segera menemukannya. Dan membebaskannya dari cengkraman tangan Baron yang keji itu.
******