
Butuh waktu beberapa lama bagi Zazkia memahami maksud Vino, dan butuh waktu beberapa lama juga baginya untuk menyesuaikan diri dengan takdirnya. Menyesuaikan diri dengan jarak dan kesendirian. Sampai akhirnya hatinya bisa tenang dan menerima semua ini. Dia mneyibukkan diri dengan kegiatan kampusnya yang sudah berada diujung waktu. Dia berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan hasil memuaskan.
Hari ini dia berjibaku dengan waktu untuk mengurus semua keperluan wisudanya. Sebelum tengah hari semua nya selesai, Kia bisa menghela nafas lega. Dia berjalan santai memuyuri gedung administrasi kampus menuju ke parkir mobil. Dia menekan beberapa nomor di ponselnya.
Tuuuut .... Tuuuut ...
"Halo dek?"
"Kak Re ... "
"Hmmm..."
"Kak Re sedang sibuk tidak?"
"Tidak juga. Ada apa, Dek?"
"Tidak ada apa-apa, Kak. Jadwal Kak Re siang ini gimana?"
"Kebetulan siang ini Kak Re tidak ada jadwal. Hanya di kantor saja memeriksa beberapa dokumen. Ada apa, Dek?"
"Tidak ada apa-apa, Kak. Ya sudah, aku tutup telepon nya ya, Kak"
Klik ...
Kia memacu mobilnya menuju gedung perkantoran dipusat kota. Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk sampai di kantor kakaknya itu. Dia menuju lift. Security dan resepsionis yang ada dilobi memberi hormat padanya. Mereka tahu siapa yang datang itu. Adik pemilik perusahaan, orang nomer satu di keluarga Augustine.
__ADS_1
Tok ... Tok ...
Cekreeeeekkk ...
Re dan Kevin yang berada diruangan itu menoleh kearah pintu. Dan mereka terkejut melihat si bungsu yang muncul dibalik pintu.
"Wah ... Kak Kevin juga ada disini?", Kia sedikit terkejut melihat Kevin ada diruangan Reagan
"Hi, sayang .. ada apa kamu kemari?"
Kia menyalimi kedua kakaknya. Reagan dan Kevin. Dia tersenyum melihat kedua laki-laki itu keheranan melihat kedatangannya yang tiba-tiba.
"Jadi Kia tidak boleh ya main kesini?",rajuknya.
Dia merangkul leher Regan yang duduk di balik meja besarnya.
"Kak Re ..."
"Hmmm... "
"Aku punya sesuatu buat Kak Re dan Kak Kevin"
"Apa itu?",tanya Kevin penasaran.
Reagan menoleh kepada adik bungsunya. Kia tertawa melihat mereka berdua yang sangat penasaran. Dia membuka tasnya lalu mengambil sebuah kartu undangan yang didapatnya dari kampusnya.
__ADS_1
Re membuka undangan itu dan membacanya, seketika ekpresi nya berubah jadi cerah dan bahagia. Dia memeluk adik bungsunya.
"Selamat ya, dek. Akhirnya kamu bisa menyelesaikan kuliahmu dengan baik. Kak Re senang dan bangga, sayang"
"Selamat ya, sayang. Adek kesayangan Kak Kevin akhirnya bisa wisuda juga", Kevin pun melakukan hal yang sama, memeluk dan mencium pipi adik bungsunya.
"Jadi, Kia ga mau tahu, pokoknya Kak Re dan Kak Kevin harus datang lusa pada acara wisudaku. Kalau tidak, Kia marah sama kalian"
"Baiklah, tuan putri. Pasti Kak Kevin datang"
"Kak Re?"
Reagan hanya tersenyum kecil sambil menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya. Sebelah tangannya menopang pada meja besarnya.
"Kak Re perlu datang?",godanya.
Kia cemberut mendengar ucapan kakaknya itu. Reagan tertawa melihat Kia merajuk seperti itu. Gemas rasanya. Dia mencubit pipi merah adik bungsunya.
"Tentu saja Kak Re datang, Dek".
"Kalau begitu Kia pulang dulu ya, Kak"
"Hati-hati dijalan ya, sayang", ucap Kevin sambil mengecup kepala adiknya.
Kia menganguk lalu berpamitan pada kedua kakaknya dan pulang menuju rumah keluarga Augustine.
__ADS_1
******