Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
21 - Mengakui


__ADS_3

Bu Ningsi dan Pak Anwar duduk di ruang tamu, Karina pun mengikuti, ia hanya tertunduk sedih, karena orang tua nya harus di hina oleh Mertua nya itu.


Hati anak mana yang tidak terluka karena hal ini, rasa bersalah Karina semakin besar setelah ia sebelum nya tidak menceritakan tentang perceraian nya dengan Arman.


"Benar Karina, kamu dan Arman sudah bercerai?." Tanya Bu Ningsi dengan wajah sedih masih tidak percaya. Karina mengangguk pelan kepala nya tanpa berani melihat ibu nya yang pasti sangat sedih.


"Kenapa Nak, Sampai kamu menceraikan Arman." Tanya Pak Anwar.


"Mas Arman berselingkuh Pak dengan sekertaris nya, Maafin Karina Pak, Buk, Karina tidak bermaksud menyembunyikan hal ini, Karina hanya tak ingin bapak dan Ibu sedih karena masalah Karina." ucap Karina.


Bu Ningsi mengelengkan kepala nya, mendengar kan alasan Karina.


"Kamu harus nya cerita pada Ibu dan Bapak, Bagaimana bisa kamu melewati semua ini sendiri, ibu sudah tak sanggup membayangkan perlakuan yang kamu terima dari mertua mu itu. dia bahkan memaki mu seolah kamu yang bersalah."Ucap Bu Ningsi dengan raut wajah sedih. ia menghela nafas berat kala mengingat bagaimana egois nya sosok mertua putri nya itu.


"Sudah lah, ayo kita pulang saja ke rumah Bapak dan Ibu. tidak usah di sini nak, Kamu masih muda, jangan takut pada masa yang akan datang."Ucap Bu Ningsi.


Karina mendengar hal itu baru berani menatap ibu nya yang selalu saja menyayangi nya.


•••


Di tempat lain.


Arman baru saja memasuki rumah dan melihat rumah begitu sepi. Nadiankeluar dari kamar menghampiri sang kakak yang tampak melihat sekitaran rumah.


"Kakak sudah pulang."

__ADS_1


"Dimana Mama?."


"Mama?, Mama keluar kak, Aku tidak tahu kemana dia."Ucap Nadia.


"Apa dia ke rumah Karina?." Tanya Arman. Nadia pun memikirkan hal yang sama, Karena ibu nya tadi sangat pergi buru-buru.


Arman lalu berbalik bermaksud keluar untuk menghubungi ibu nya, dan bersiap kembali ke rumah Karina karena takut Ibu nya mendengar kabar kalau orang tua Karina sedang ada disini. Namun baru berbalik, Arman di kejutkan dengan kedatangan ibu nya bersama seorang wanita cantik.


Dengan gaun di atas lutut berwarna putih, membuat wanita itu tampak anggun dan menyejukkan mata.


Nadia yang sudah tahu wanita itu siapa pun mengelengkan kepala nya, karena itu adalah Rosie, anak Tante Lusi yang ingin di kenalkan ibu nya pada sang kakak.


Arman memandang wanita yang menatap ya dengan senyuman yang hangat, sial nya jiwa seorang laki-laki nya kembali berontak, Mungkin dia sudah mewarisi kegenitan ayah nya dulu yang juga seseorang yang memiliki banyak wanita untuk kencan buta.


Bu Windi yang melihat putra nya tak melepaskan pandangan nya ke Rosie tentu saja sangat senang. sementara tidak dengan Nadia, Ia kesal saat sang kakak tampak menatap wanita itu penuh pesona.


"Ma, Mama dari mana?."Tanya Nadia lekas membuyarkan pandangan Arman. Arman pun menanyakan hal yang sama.


"Mama bersama anak Tante Lusi, memang nya kemana lagi Mama."


"Mama gak ke rumah Kak Karina kan?." Tanya Nadia menatap penuh selidik.


"Untuk apa mama mencari nya, tidak ada penting nya sama sekali."Ucap Bu Windi. Arman mendengar hal itu agak kesal karena Karina di rendahkan, tapi ia mencoba sabar, karena ini adalah ibu nya.


"Arman, kenalkan ini anak Tante Lusi, nama nya Rosie."Rosie mengulurkan tangan nya pada Arman. Arman pun menyambut tangan Wanita itu.

__ADS_1


"Arman."


"Rosie."


"Ayo Rosie, kita ke ruang tamu untuk mengobrol, Ayo Arman." Ajak Bu Windi.


Nadia pun mengikuti untuk mendengar apa yang ingin di bicara kan mereka. Namun Bu Windi melarang nya.


"Rosie, Kamu bicara dulu dengan Arman, Tante mau ke kamar sebentar."Ucap Bu Windi.


"Iya Tante." Balas Rosie. Arman menghela nafas berat karena ia sudah tahu tujuan ibu nya.


Bu Windi lalu menarik tangan Nadia menuju ke kamar, Nadia pun hanya bisa mengikuti.


"Jangan ganggu kakak mu, Sudah waktu nya kakak mu mendapatkan pengganti wanita itu (Karina)."


"Sudah waktu nya?, Ma, Mereka baru resmi bercerai beberapa hari, bagaimana bisa mama berkata seperti itu."Ucap Nadia kesal.


"Pokok nya kamu jangan ikut campur, jangan durhaka sama Mama."Ucap Bu Windi.


Nadia dengan wajah nya kesal nya hanya diam saja tanpa mengiyakan.


•••


Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.

__ADS_1


Makasih semua nya 🙏


__ADS_2