Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
59 - Jangan Buat Aku Takut Lagi


__ADS_3

Setelah Arman pergi, Olivia pun jadi panik dan takut kalau sampai dirinya benar benar masuk penjara. ia segera mengambil koper milik nya dan memasukan semua pakaian nya ke dalam koper.


"Aku gak mau masuk penjara, ini gak boleh terjadi." ucap nya sembari mengemasi barang barang nya.


ia segera menyeret koper nya keluar dari gedung itu, Bahkan di dalam lif ia merasa sangat khawatir memikirkan hal ini. Dengan buru buru ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


Dengan laju ia menjalankan mobil nya menuju ke arah luar kota.


•••


Sementara Arman baru saja sampai di rumah sakit dan menuju ke ruangan dimana Ibu nya di rawat, tampak disana sudah ada adik nya yang menangis.


"Kak." Nadia memeluk kakak nya saat baru saja Arman masuk ke dalam.


"Kamu kapan pulang nya, Ada apa dengan Mama?."Tanya Arman pada Nadia yang masih memeluk nya, Mata Arman tertuju pada Ibu nya yang terbaring dan melihat nya, Namun sang ibu tidak bereaksi sama sekali.

__ADS_1


"Mama kena Stroke kak, Setengah tubuh Mama gak bisa di gerakan, Mama juga ga bisa ngomong."Tutur Nadia, wanita itu menangis Sesegukan memiliki kondisi ibu nya yang menyakitkan.


Arman yang mendengar pun menghela nafas sesak dan ikut sedih. Ia melepaskan pelukan sang adik dan mendekat ke Ibu nya. memegangi tangan Ibu nya.


"Mama harus kuat, Mama pasti akan sembuh."Ucap Arman.


Air mata menetes dari ujung mata Bu Windi, Arman segera mengambil tissue dan menyeka nya, ia tahu Kalau Ibu nya sangat sedih pada kondisi nya saat ini.


"Pas Aku pulang dari luar kota, Aku masuk ke kamar mama untuk ketemu sama Mama, Tapi aku lihat Mama sudah kondisi terbaring di lantai. pas di bawa ke rumah sakit, kata dokter Mama kena stroke."Tutur Nadia.


•••


Semua sedang berkumpul berbicara semua tampak bahagia karena Karina sudah sadar, kedua sahabat Karina pun turut datang saat mendengar kabar Karina yang sudah bangun dari koma nya.


Karina sudah bisa duduk dan makan dengan di suapi oleh Bayu, Bayu terus menatapnya membuat Karina salah tingkah, namun ia belum bisa banyak bergerak selain hanya bisa menatap laki laki itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa terus menatap ku seperti itu?." Tanya Karina.


"Kamu kan istri ku, masak aku tidak boleh melihat Istri ku."Ucap Bayu. Karina pun tersenyum.


"Dari Pada Bayu liat cewek lain, mending liatin istri sendiri yang jelas udah cantik." Saut Selin.


"Tuh, Kau dengar kata sahabat mu." Karina pun tersenyum dan mencoba untuk mencubit perut bayu.


Bayu yang melihat senyum Karina pun merasa sangat senang melihat nya. namun sesuatu terlintas di pikiran nya saat ini.


"Mulai hari ini, Aku tidak mau lagi kamu mengurus Restoran lagi."Ucap Bayu tiba tiba membuat senyum Karina memudar berganti heran.


"Kenapa?, Aku mengurus semua nya dengan baik."Balas Karina.


"Aku tidak mau kamu kelelahan dan terjadi hal seperti ini, Kamu terus pulang malam membuat aku khawatir, Aku ingin kamu menjadi Istri di rumah dan mengurus rumah saja dan mengurus Anak kita, jangan buat aku takut lagi Karina."Ucap Bayu. Ucapan Bayu membuat Karina tersentuh.

__ADS_1


"Iya Karina, Untuk apa kamu bekerja keras seperti itu, Suami mu bukan orang yang tidak mampu, Dia punya perusahaan besar, Cafe nya. Ucapan Pak Yugo membuat Semua bertanya tanya. Karina menatap Bayu untuk mendapatkan penjelasan dari apa yang di katakan pak Yugo.


__ADS_2