Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
45 - Tidak Egois


__ADS_3

Olivia dengan kesal menunggu Arman menghubungi nya, Ia kesal karena laki-laki itu mencari Karina tanpa memberitahu nya.


"Kenapa dia menghindari ku, kenapa dia tidak memberitahu ku kalau ingin menemui wanita itu, Aku tidak rela kalau sampai wanita itu kembali pada Arman. Aku tidak rela...."Teriak Olivia di akhir kalimat nya.


Saat Arman kembali ke rumah, Ia melihat Olivia sedang duduk menunggu nya. Ia tidak tahu kalau Olivia sudah mengetahui hal itu.


Ia berjalan ke arah kamar sembari melonggarkan dasi nya.


"Aku sedang hamil mas, Kenapa kamu menemui Mantan mu itu diam diam?." Tanya Olivia dengan hati hati kalimat itu ia ucapkan.


Langkah Arman terhenti saat mendengar hal itu. namun reaksi nya biasa saja. "Aku hanya menemui anak ku saja."Balas Arman. lalu kembali melanjutkan langkah nya menuju ke kamar.


Olivia mengepalkan tangan nya menahan kekesalan yang ingin ia lontarkan saat ini, tapi ia tidak memiliki keberanian itu, apa lagi di saat ia mengingat Arman yang bisa saja meninggalkan nya kapan saja kalau Arman marah pada nya.


Olivia lalu masuk ke kamar dan memeluk Arman dari belakang. "Aku cemburu kalau kau datang ke pada Karina Mas, Anak kita juga pasti sangat sedih kalau tahu kamu menemui Karina."Ucap Olivia dengan lembut dan manja.


Arman membalikan tubuh nya yang kini berhadapan dengan Olivia, lalu ia memeluk Olivia juga.

__ADS_1


"Maaf kalau membuat mu kepikiran." Ucap Arman. Olivia tersenyum menatap Arman, lalu ia memeluk Arman, menyandarkan wajah nya di dada laki laki itu. Senyuman nya perlahan memudar ketika ingat Arman baru kembali dari tempat Karina, dan entah apa yang di lakukan mereka di sana.


•••


Keesokan hari nya.


saat Karina membuka mata nya, Bayu tampak melihat nya, Karina di buat membeku dengan tatapan yang begitu dalam itu.


Saat Bayu akan mencium punggung tangan Karina, Karina segera menepis nya. ia lalu dengan gugup turun dari tempat tidur dan meninggalkan kamar.


Karina baru saja selesai membuatkan sarapan untuk diri nya dan Bayu. Karina melihat Bayu datang ia merasa tidak enak, karena ia tahu Bayu tadi ingin mengajak nya melakukan hubungan suami istri.


"Pagi."


"Sisi belum bangun?." Tanya Bayu.


"Belum, dia pasti sangat kelelahan karena semalam."Ucap Karina. Bayu pun menganggukan kepala nya.

__ADS_1


Karina berdiri dan menatap Bayu, ingin ia mengatakan sesuatu. namun Ragu.


Karina lalu menyajikan sarapan untuk Bayu. Bayu pun tersenyum saat melihat masakan Karina.


"Aku senang, akhir nya aku akan bisa merasakan masakan mu setiap hari."Ucap Bayu. Karina tersenyum dan mengangguk.


"Bay." Bayu mengangkat wajah nya sembari menyuapkan makanan ke mulut nya. siap mendengar apa yang ingin Karina kata kan.


"Kita bertemu kembali dan proses kita menikah begitu singkat, Aku Tidak tahu harus Bagaimana membicarakan ini pada mu. tapi aku rasa aku perlu sampai kan."Ucap Karina dengan raguu.


"Iya, kata kan saja." balas Bayu.


"Kita sama sama tahu bagaimana kita memulai hubungan kita ini, Tapi aku juga tidak ingin egois Bay, Aku ingin bisa menjadi istri yang baik untuk mu karena kau sudah baik pada ku, soal kita tidur bersama. Mungkin kita akan canggung untuk melakukan nya, tapi jika kau ingin melakukan nya, maka katakan saja, dan Maaf soal tadi pagi."Karina agak malu mengucapkan kalimat akhir itu. tapi Karina ingin Bayu tidak sungkan untuk meminta nya setelah tadi Karina menolak nya dengan ketus, karena Karina ingin membalas kebaikan Bayu selama ini pada nya, mungkin dengan cara melayani nya sebagai seorang istri.


Bayu tersenyum menggelengkan kepala nya.


"Aku bukan pria yang egois, Aku tidak akan memaksa mu kalau kau memang belum siap Karina. lagi pula aku tidak ingin kamu melakukan nya karena ingin balas Budi atas semua yang ku lakukan pada mu, aku ingin kamu melakukan nya karena kau adalah istri ku, dan tidak ada paksaan apa pun di dalam nya."Ucap Bayu. Karina terdiam.

__ADS_1


Ia menatap Bayu, antara malu dan juga bangga pada sosok laki laki ada di depan nya.


__ADS_2