
Bayu yang tengah merenovasi sebuah tempat yang akan ia jadikan cafe mendapatkan sebuah telefon. saat ia melihat siapa yang menghubungi nya, ia lansung mengangkat tanpa ragu.
"Intan, ada apa?."
"Bay, Karina mau pulang ke desa ikut orang tua nya."Ucap Intan membuat Bayu agak terkejut.
"Kenapa?, bukan kah kemarin dia bilang mau cari kerja, Apa tidak menemukan kerjaan?."Tanya Bayu.
"Belum dapat, lagi pula kan Karina sudah ga pakai jasa baby sister lagi, tadi dia sudah memulangkan baby sister yang merawat Sisi selama ini, untuk mengurangi pengeluaran, Jadi otomatis Karina sulit untuk bekerja karena ga ada yang bisa menjaga Sisi."Ucap Intan.
"Lalu dia akan ngapain saat pulang ke desa?."
"Membantu Orang tua nya mengurus kebun, masih ada kebun yang Karina beli sewaktu menikah dengan Arman."Tutur Karina.
"Baiklah kalau begitu, makasih info nya Intan."Ucap Bayu. Intan pun mengangguk.
Intan berharap Bayi bisa membantu nya, Agar Karina tidak kembali ke desa, karena tentu saja mereka akan berpisah nanti.
•••
Karina pun membereskan barang-barang nya yang akan ia bawa pulang ke desa, Sisi duduk di samping ibu nya.
"Ma, Kita mau kemana sih Ma, Kok baju kita di bawa semua?." Tanya Sisi.
__ADS_1
"Kita mau ke rumah Nenek dan Kakek, kita akan tinggal disana." jawab Karina dengan lembut. namun tangan nya masih bergerak melipat baju ke dalam koper.
"Papa ikut ma?." Tanya Sisi lagi. Karina lansung terdiam. ia menghentikan aktivitas nya lalu mengangkat wajah nya menatap Sisi.
"Sayang, Mama dan Papa sayang banget sama Sisi, tapi karena 1 alasan, mama dan Papa tidak bisa lagi bersama-sama, tapi Papa dan Mama akan selalu sayang sama Sisi, Papa akan selalu datang temui sisi di saat Sisi kangen Papa."Ucap Karina.
"Karena keegoisan ya ma, yang membuat Papa dan Mama berpisah?." tanya Sisi lagi.
Mendengar pertanyaan Sisi, Karina sangat terkejut. "Sisi kok ngomong nya gitu?." Tanya Karina.
"Kata Nenek, Waktu Sisi di rumah nenek, Sisi kangen sama Mama, tapi Kata nenek Mama dan Papa berpisah karena keegoisan Mama. Nenek suruh Sisi jangan mau sama Mama, Tapi sisi kangen sama mama, Ma, Sisi mau tinggal sama sama lagi, sama Mama sama Papa."Ucap Sisi dengan suara pelan, putri kecil nya itu menundukkan kepala nya, tampak Sisi sangat sedih ketika ia harus mendengar kalau kedua orang tua nya telah berpisah.
Karina merasa sangat sakit di dada nya, Begitu sesak hingga membuat rasa nya sulit untuk bernafas kala ia melihat putri nya sedih dan menginginkan kepala keluarga yang utuh, yang tentu saja ini tidak lah mungkin terjadi.
Tiba-tiba Bu Ningsi datang menghampiri mereka berdua.
"Kirana, Di luar ada teman kamu cari kamu."Ucap Bu Ningsi.
"Siapa Bu?."
"Bayu kata nya nak."
Mendengar nama Bayu, Karina pun mengajak Sisi untuk keluar agar putri nya kecil nya tidak sedih di dalam kamar sendirian. Karina berjalan menghampiri bayu yang tampak sudah melihat nya dari ruang tamu.
__ADS_1
"Bayu. kamu sedang apa disini?." Tanya Karina.
Bayu tak lansung menjawab pertanyaan Karina, ia melihat sisi yang tampak sedih, seperti habis menangis.
"Hi Sisi."
"Hi Om." Balas Sisi dengan sopan nya.
"Sisi, mau ga Om Bayu ajak ke pasar malam?." Tanya Bayu dengan suara yang lembut. Karina tersenyum kala mendengar Bayu mengajak putrinya ke pasar Malam.
Sisi menengadahkan kepala nya untuk melihat Karina, seolah meminta persetujuan ibu nya.
"Apa sisi mau pergi?." Tanya Karina yang mengerti kalau putri nya sangat menyukai pasar malam. Sisi mengangguk kan kepala nya dengan pelan dengan wajah datar.
"Kalau begitu ayo kita siap siap."Balas Karina. Senyum sisi pun perlahan mekar hingga mekar nya sempurna.
"Kami siap-siap dulu Bayu."Ucap Karina.
"Aku tunggu." balas Bayu. lalu melihat ibu dan anak itu pergi dari sana.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.
__ADS_1
Makasih semua nya 🙏