Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
36 - Sisi Sakit


__ADS_3

Malam itu.


Karina yang baru saja pulang kerja mengendong Sisi ke dalam rumah, Karena Sisi sudah tidur saat perjalanan pulang dari Cafe.


Saat baru saja membaringkan Tubuh Sisi di tempat tidur, Ia merasakan kalau tubuh Putri nya hangat. Karina seketika khawatir, Ia pun segera mengambil obat dan membangunkan Sisi untuk meminum nya.


di tengah ke khawatiran Karina, Tiba-tiba Ponsel Karina berdering.


Ia pun segera mengabaikan nya, lalu mengambil air dan kain untuk mengompres tubuh putri nya, Putri nya lebih penting dari segala nya saat ini.


"Sayang, Apa kepala mu sakit?." Tanya Karina pada Sisi yang tampak lemas tak bertenaga.


"Kepala Sisi pusing."Balas Putri nya. Membuat Karina semakin sedih.


"Kamu sudah minum obat, Nanti akan sembuh, Tidur lah nak, Mama akan mengompres tubuh mu."Balas Karina lagi. Sisi menutup mata nya dan mencoba Tidur.


Ponsel Karina pun kembali berdering, Ia pun segera melihat nya dan itu dari Bayu.


"Bayu."


"Karina, Kau baik-baik saja?." Tanya Bayu. mendengar pertanyaan Bayu, Karina sejenak terdiam.


"Iya aku baik-baik saja. ada apa Bayu?." Balas Karina.

__ADS_1


"Tidak, Kau lama mengangkat telefon ku, aku pikir sesuatu.. sudah lah, dimana sisi?."Tutur Bayu.


"Sisi yang sedang tidak baik Bay, Dia lagi demam, tapi aku sudah memberinya obat dan dia lagi tidur." Ujar Karina.


"Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit?."


"Nanti saja, semoga saja bisa turun."balas Karina.


"Baik lah kalau begitu."Ucap Bayu.


"Bay, aku ingin bicara sesuatu pada mu."Ucap Karina menghentikan Bayu yang ingin mematikan sambungan telefon. Bayu pun lansung mendengar dengan seksama.


"iya. katakan lah."


"Bayu, aku tidak bisa menerima Mobil mu. aku sudah terlalu banyak merepotkan mu, Aku akan semakin tidak enak pada mu Bay."Ucap Karina menuturkan maksud nya soal mobil dan banyak lagi yang Bayu berikan pada Nya.


"Iya, memang sangat membantu ku, tapi tetap saja aku tidak bisa menerima nya. aku sudah mencoba menghubungi mu lama, Tapi tidak bisa, karena kau pasti sibuk."


"Kalau kau nyaman, ambil lah mobil itu, Nanti kau bisa membayarkan di saat kau sudah memiliki uang yang cukup, aku banyak mobil Karina, aku memberimu 1 itu bukan masalah bagi ku."Balas Bayu.


Karina menelan Saliva nya mendengar kata banyak mobil. "Bay, memang nya kamu kerja apa sampai banyak mobil?."Tanya Karina.


"Kerja keras seperti mu Karina."Balas Bayu.

__ADS_1


Karina tersenyum karena Bayu akan mengoda nya. "Istirahat lah, Sudah malam."Ucap Bayu mengakhiri sambungan telefon kedua nya.


Karina menghela nafas, menatap ponsel nya karena Bayu terlalu baik pada nya, Ia khawatir pada hati nya yang akan menyukai Bayu, dan hal ini sangat tidak boleh terjadi, Karena Ia tidak ingin menjadi penghancur rumah tangga orang lain. karena Bayu telah menikah.


•••


Keesokan hari nya.


Karina terbangun saat mendengar bel rumah berbunyi. Karina pun terbangun dan melihat putri nya yang ada di depak nya masih tertidur.


Saat Karina mencoba tubuh nya, tubuh nya semakin panas, Membuat Karina kembali khawatir.


Bel rumah yang kembali berbunyi membuat ia dengan segera membuka pintu dengan wajah khawatir.


saat pintu terbuka, Bayu yang datang.


"Bay."


"Karina ada apa?." Tanya Bayu saat Karina tampak cemas.


"Tubuh Sisi semakin panas Bay, Aku akan membawanya ke rumah sakit." Ujar Karina.


Bayu mendengar hal itu pun dengan sigap masuk ke dalam, ke kamar Sisi berada dan Karina di belakang berlari mengikuti Langkah Bayu yang cepat.

__ADS_1


"Ayo, bawa ke rumah sakit?." Bayu mengendong tubuh kecil Sisi dan bersama Karina membawa nya ke rumah sakit.


Karina yang duduk di belakang bayu sembari memangku sisi, bisa melihat Bayu yang tampak mengkhawatirkan Sisi, Membuat Karina menatap Bayu sendu.


__ADS_2