
Pagi Itu...
Karina pun bersama Bayu membersihkan dan merapikan sisa-sisa Kotoran bekas di renovasi kemarin, Cafe resto yang akan di pegang oleh Kirana sebentar lagi akan di buka.
Tentu saja ini penuh dengan antusias dan ketidak sabaran. Intan Selin pun tak ketinggalan mengambil bagian mereka untuk membantu sahabat mereka itu.
"Lihat Karina sama Bayu, jangan jangan Bayu suka kali ya sama Karina."Ucap Selin.
"Mungkin, soal nya kan dulu mereka musuh bebuyutan waktu sekolah, Sekarang malah mau bantu Karina dari perceraian nya Karina sampai memberi Karin mengurus Cafe ini."Ucap Intan.
"Tapi gak apa-apa juga sih, Bayu seperti nya orang baik."lanjut wanita itu lagi, sembari melebarkan senyuman menatap kedua orang yang tampak asik berdiskusi.
•••
Setelah lelah dengan segala Aktivitas nya, Karina menghampiri Kedua sahabat nya yang sejak tadi menunggu nyabuntuk makan siang bersama.
"Maaf ya, tadi alang-alang udah mau selesai."Ucap Karina sembari duduk menyadarkan tubuh nya yang terasa lelah.
"Iya..."
__ADS_1
"Eh Rin, Bayu tu kayak nya suka ya sama kamu, kami ngerasa gak sih?." Tanya Selin tiba-tiba.
"Hah." Karina terkejut, namun setelah nya ia tertawa merasa sangat lucu dengan apa yang di duga sahabat nya.
"Kok ketawa sih."
"Itu ga mungkin, kamu tahu kan kita itu udah ga akur dari dulu, Bayu itu nyebelin kalau boleh jujur, tapi dia bos ku sekarang, aku hanya bisa diam saja." Tutur Karina. Merasa itu hal yang mustahil, karena baru saja ia dan Bayi berdiskusi tapi berbeda pendapat, membuat diri nya dan Bayi meradu pendapat. dan itu sangat menyebalkan Bagi Karina, karena tentu saja ia akan kalah, karena Bayu adalah bos nya saat ini.
•••
Di tengah makan siang mereka, Seorang wanita datang menghampiri Bayu, Bayu tersenyum dan memeluk wanita yang datang.
"Mungkin pacar Bayu, atau jangan jangan istri nya, kita tak pernah menanyakan status Bayu selama ini kan."Ucap Selin.
"Entah lah, Aku sih tidak peduli, yang saat ini aku peduli adalah mecari uang untuk Hidup ku dan Sisi, aku tak mau di pandang rendah lagi oleh Keluarga nya Arman.
"Semangat 45 ya."
"Karina, aku akan keluar sebentar, kau selesai kan sisa nya ya."Ucap Bayu.
__ADS_1
"Iya." Jawab Karina.
Karina melihat Bayu keluar dari cafe dan masuk ke dalam mobil bersama wanita cantik itu. Karina tidak cemburu, Tidak sama sekali, ia hanya melihat orang lain pergi pada umum nya. ia terbayang pad sosok Arman yang sudah hidup bersama nya beberapa waktu yang lama, Mengingat setiap perlakuan Arman, sentuhan lembut dan kata kata yang manis Arman yang masih melekat jelas di pikiran nya, tentu saja ia ingin membuang ingatan itu, namun manusia di ciptakan dengan ingatan yang kuat, dan Karina salah satu nya yang tak bisa membuang ingatan manis dan bahkan yang buruk juga.
Mengingat kembali Olivia yang mengirimi nya foto Arman yang tertidur di apartemen nya.
Bagaimana bisa Arman bisa memelas, memohon, menangis padabnya untuk meminta tetap bertahan, tapi ia masih juga berhubungan dengan wanita murahan itu. itu lah Yang ada di pikiran Kirana saat ini.
"Kir, Kirana." Selin menyentuh bahu Kirana dengan lembut, membuat wanita itu tersadar dari lamunan nya.
"Bayu baru juga pergi, udah melamun aja ih."goda Intan.
"Iya Tuh." Sambung Selin.
"Apaan Sih Tan, Sel, Aku bukan mikirin Bayu."balas Karina dan kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.
__ADS_1
Makasih semua nya 🙏