
Kedua orang Tua Karina yang mendengar kabar putri nya akan di lamar Bayu pun harus kembali ke kota untuk menjadi wali putri kesayangan mereka.
Karina Pun sudah memberitahu mereka apa yang telah terjadi. dan mereka sudah menyetujui nya apa pun keputusan putri mereka. terlebih sosok Bayu yang sangat menyayangi Dan tulus pada Putri mereka membuat kedua nya merasa tenang.
Arman yang mendengar pernikahan Karina akan segera di gelar pun begitu cepat mencari dimana keberadaan istri dan Putri nya, Ia berharap ia masih di beri kesempatan dan bisa membatalkan pernikahan ini.
Hari ini adalah hari pernikahan Karina dan Bayu, Bayu tampak sudah berada di gedung pernikahan menunggu Karina yang masih bersiap di sebuah ruangan.
"Padahal aku sudah pernah melakukan ini sebelum nya, Kenapa aku begitu gugup ya."Ucap Karina.
"Tarik nafas panjang dan Buang, Biar lebih tenang sedikit."Ucap Selin. Karina pun mengikuti arahan sahabat nya, Ia menarik nafas panjang dan membuang nya.
Meski tidak hilang kegugupan nya, paling tidak sedikit mengurangi nya. Setelah selesai.
Karina pun menuruni anak tangga bersama kedua sahabat nya. Bayu yang berada di bawa mengobrol dengan beberapa rekan bisnis nya pun menoleh ke arah tangga, dimana wanita yang akan ia nikahi tampak begitu cantik dan sangat cantik.
Bukan hanya Bayu, Pandangan semua orang teralihkan dan membuat semua orang terpesona dengan kecantikan aura sang pengantin wanita yang seolah menghipnotis semua orang pada saat itu.
__ADS_1
"Cantik sekali calon istri mu."Ucap Pak Yugo. Bayu masih tersenyum menatap Karina penuh panah.
•••
Arman yang juga sudah menemukan keberadaan Karina dan kini ia sedang berada di gedung pernikahan mantan istri nya itu.
Melihat Karina dan Sisi begitu bahagia dan oada saat Arman tiba, Karina pun sudah resmi menjadi Istri dari Bayu.
ia pun tidak bisa melakukan apa pun lagi, karena Kebahagiaan Karina tampak sangat membuat Arman merasa sangat bersalah karena sudah menjadi Suami yang sangat buruk untuk wanita yang ia cintai itu.
Arman berjalan ke arah Karina dan Bayu, Sisi yang melihat kedatangan ayah nya yang sudah lama tidak bertemu lekas berlari menghampiri Arman.
Karina yang melihat Arman berada disini pun merasa sangat kesal dan sedih, Ia sangat terkejut dengan kedatangan Arman disini. Begitu pun Bayu, Namun Bayu berusah bersikap tenang, Selagi Arman tidak melakukan kehebohan di tempat itu.
"Sayang, Papa Merindukan mu."Ucap Arman mencium sisi dengan kepenuhan rasa rindu pada Sosok putri kecil nya itu.
"Papa, Sisi kangen sama Papa."
__ADS_1
"Papa juga sayang." Balas Arman.
"Itu Mama Pa."Sisi menunjuk kearah Karina yang menatap ke arah Arman dengan dingin.
Arman berjalan mendekati Karina dan Bayu.
"Karina, Selamat untuk pernikahan kalian."Ucap Arman. mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Karina dan Bayu, Namun Karina tidak menyambut tangan Arman, Hanya Bayu saja yang menerima tangan Arman, dan kedua pria itu saling berjabat tangan. "Terima kasih."
"Aku tidak akan menganggu acara kalian, Beri aku waktu bersama Dengan Sisi sebentar, Kami akan duduk disana."Ucap Arman.
"Silakan. kau adalah ayah nya, Tentu saja boleh."Ucap Bayu.
Karina menatap Bayu karena seenaknya memberikan sisi pada Arman. Namun karena tidak ingin merusak suasana acara hari itu, Karina memilih untuk diam, mata nya tidak bisa lepas dan ia tidak tenang, ia terus mengawasi Arman dan Sisi.
Rasa rindu yang teramat dalam pada Putri nya, membuat Arman tidak menyia yia waktu nya bersama Sisi malam itu, Ia makan dan bermain bersama dalam pengawasan Karina Bayu dan orang-orang nya.
Bu Windi yang berada di rumah, mendengar kabar kalau Putra nya sedang berada disana. membuat ia merasa putra nya terlalu bodoh, sampai harus datang ke pernikahan Karina. Meski pun ada bagusnya Arman tahu dan menerima Karina kini telah menjadi milik orang lain, tetap saja ia merasa tidak rela putra nya tampak sangat rendah disana.
__ADS_1
"Arman, Arman, Kamu selalu saja tidak bisa menjaga muka untuk Mama, Atau untuk kamu sendiri."Batin Bu Windi.