
"Karina, Kamu sudah sadar nak."Ucap Bu Ningsih lekas mengelus kepala putri nya. Bayu lihat istri nya sudah sadar, ia pun sangat senang, hingga tanpa sadar ia menitikkan air mata nya.
"Bu, Haus."Ucap Karina.
Bayu lansung memberikan minuman pada wanita Itu, Wanita itu menatap Bayu dan tersenyum kecil.
"Apa ada yang sakit?." Tanya Bayu pada Karina. Karina tidak menjawab, Karina ia belum kembali pulih sekali untuk di ajak bicara.
Dokter datang dan memeriksa keadaan Karina setelah mendengar kalau wanita itu telah siuman. Sementara Keluarga yang lain berdiri di belakang dokter dan memperhatikan nya.
"Bagaimana keadaan nya dok?." Tanya Bayu dengan segera.
"Sudah bagus kondisi nya, cuman masih lemah saja, biarkan pasien tetap istirahat."jawab Dokter.
"Iya, Makasih banyak Dok."Balas Bayu.
Senyum Karina benar benar lebar saat ia melihat Sisi ada di samping nya.
"Mama."
"Sayang."
__ADS_1
"Istirahat lah dulu nak, nanti lagi bicara nya, dokter bilang kamu masih lemah."Kata Bu Ningsih. Karina mengedipkan kedua mata nya.
•••
sementara di sisi lain, Arman dengan marah menyetir untuk kembali ke rumah, Ia sangat tidak menyangka kalau Olivia akan melakukan hal sekejam itu pada Karina.
Bahkan tidak pernah terpikirkan sama sekali kalau Wanita itu akan Mencelakai mantan istri nya.
Saat sampai di apartemen, ia segera melihat mobil Olivia dan ia melihat Goresan di mobil wanita itu. hal itu memperkuat keyakinan nya kalau Olivia yang melakukan semua itu.
Arman segera berjalan ke apartemen nya untuk bicara dengan Olivia, Saat ia masuk ke dalam. Olivia yang melihat segera ingin menghampiri dan memeluk laki laki itu, Namun Arman mendorong nya menjauh.
"Sayang, kamu kenapa?." Tanya Olivia merasa sangat terkejut.
Plak
Satu tamparan melayang di pipi Olivia. kedua mata itu membulat besar terkejut dengan apa yang di lakukan Arman.
"Apa apa sih kamu?." Ucap Olivia.
"Kamu yang apa apaan, Berani kau mencelakai Karina." Laki laki menunjuk wanita itu penuh tatapan tajam.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Tentu saja Olivia terdiam karena tidak menyangka apa yang ia lakukan ketahuan. Ia membeku karena ketakutan, tak menyangka Apa yang ia lakukan bisa ketahuan secepat ini. dan bahkan tidak terpikirkan akan ke Tahuan.
Tiba tiba Ponsel Arman berdering. Arman pun mengambil ponsel nya dan melihat Telefon dari rumah.
"Hallo."
"Tuan, Nyonya Windi masuk rumah sakit."Ucap pelayan memberitahu.
"Ada apa dengan Mama?."
"Nyonya pingsan di dalam kamar."
Mendengar hal itu, Arman jadi khawatir, ia segera menutup telefon. ia lalu menatap kembali Olivia.
"Kamu tunggu saja disini, Polisi akan datang menangkap mu, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu. kau berani melarikan diri, lihat saja apa yang akan terjadi pada mu."Ancam Arman.
"Mas, kamu kok tega sih ngomong kayak gitu sama aku, Aku lagi hamil anak kamu, kamu tega liat aku masuk penjara, Apa yang terjadi itu tidak sengaja, aku gak sengaja tabrak Karina."Ucap Olivia membela diri.
Mendengar Kata Anak sebagai senjata, Arman pun terdiam. Namun ia segera pergi dari sana untuk melihat kondisi ibu nya tanpa mengatakan apa pun lagi.
"Mas."
__ADS_1
"Mas Arman." panggilan Olivia di hiraukan oleh laki laki itu.
Setelah Arman pergi, Ia pun jadi panik dan takut kalau sampai dirinya benar benar masuk penjara.