Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
55 - Bayu Sedih


__ADS_3

Setelah sehari berlalu, Kondisi Karina juga belum menunjukan Kemajuan. Karina belum sadarkan diri membuat Bayu sangat sedih. Dengan di temani Pak Yugo Bayu menemani Karina di rumah sakit. berharap Istri nya segera sadar.


"Makan lah Dulu Bayu, Nanti kamu sakit, Bagaimana nanti mau menjaga Karina."Kata Pak Yugo, karena putra nya tidak mau makan sejak kemarin.


Bayu melihat Karina yang terbaring, ia memegangi tangan nya dan berkata.


"Bangunlah Karina, Kamu harus segera sadar, Aku dan Sisi sangat membutuhkan mu."Ucap Bayu, ia mencium punggung tangan wanita itu. air mata juga tanpa sadar jatuh ke punggung tangan wanita itu.


Ponsel Bayu berdering.


Ia mengangkat telefon yang adalah telefon Dari Arman. Bayu mengusap wajah nya yang lembab sebelum mengangkat telefon Arman.. lagu


"Iya Arman."


"Maaf Menganggu Bay, Aku ingin meminta izin bertemu dengan Sisi, Apa kau sudah pulang dari luar kota?." Tanya Arman.


"Sudah, Pergi lah ke rumah, Sisi sedang bersama Ibu dan Bapak."Balas Bayu.


"Karina dimana?." Tanya Arman.


"Karina kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit." Tutur Bayu. Mendengar itu Arman sangat terkejut.


Tentu ia menjadi cemas dan khawatir dengan keadaan Karina. Olivia yang mendengar Arman menghubungi Bayu mendengar dari balik pintu. Saat tengah Menguping, tiba tiba Arman keluar dari kamar membuat Olivia terkejut.

__ADS_1


"Kamu lagi apa?." Tanya Arman.


Dengan salah tingkah dan Gelisah Olivia bingung harus menjawab apa.


"Kamu telefon siapa?." Tanya Olivia mengalihkan pembicaraan.


"Karina masuk rumah sakit, Aku akan menemui nya lalu menemui Sisi."jawab Arman.


"Bagaimana keadaan Mbak Karina?." tanya Olivia memasang wajah sedih, seolah diri nya juga khawatir mendengar kabar itu.


"Karina Koma, Aku kesana dulu ya."Ucap Arman.


"Aku ikut ya."


Dengan senyuman Terpaksa Olivia mengangguk, Hati nya begitu kesal saat melihat Reaksi Arman yang begitu khawatir saat Mendengar Karina masuk rumah sakit.


"Kenapa gak mati aja sih, Kenapa masih harus koma."Ucap Olivia kesal.


•••


Arman datang untuk menemui Sisi sebelum ia kerumah sakit Untuk menemui Mantan istri nya.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Bu Ningsih membuka pintu dan melihat Arman yang datang.


"Arman."


"Buk." Arman mencium punggung tangan Bu Ningsih.


"Papa." Sisi berlari menghampiri ayah nya saat ia melihat Sang ayah berdiri di depan pintu.


Bu Ningsih dan Pak Anwar yang baru saja keluar melihat ayah dan Anak saling berpelukan.


"Coba saja dari awal, kamu itu tidak melakukan hal yang menganjurkan keluarga kamu, Kamu gak perlu susah susah untuk bertemu dengan Sisi, anak kamu juga gak perlu kangen Sama Papa nya."Ucap Bu Ningsih.


"Maafin aku Buk, Aku khilaf Bu, seharusnya aku Tidak melakukan hal ini."Ucap Arman tertunduk sedih.


Bu Ningsih menghela nafas berat, Pak Anwar menghampiri Istri nya.


"Susah Bu, Karina juga sudah bahagia bersama Keluarga Baru nya, tidak usah di bahas lagi masa lalu."Ucap Pak Anwar.


Bu Ningsih hanya mengangguk kecil, walau sangat kesal dan kecewa dengan Arman, Namun Ia memilih untuk memaafkan nya dan memilih untuk tidak memperpanjang keributan.

__ADS_1


Arman duduk menghabiskan waktu nya bertemu Sisi sebentar sebelum Ia pun pamit untuk melihat keadaan Karina.


__ADS_2