Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
56 - Mengancam Windi


__ADS_3

Bu Windi yang sedang duduk menonton ke datangan tamu yang tak undang, Ia yang sedang menonton di hampiri oleh Asisten rumah tangga.


"Nyonya, di luar ada yang mencari."Ucap Asisten rumah tangga itu.


"Iya iya."Balas Bu Windi.


Ia lalu perlahan berjalan menghampiri keruang tamu dimana ternyata disana sudah Ada Olivia yang menunggu nya.


"Hi Mama mertua."Sapa Olivia dengan senyuman yang sangat lebar. senyuman yang seperti ejekan untuk Bu Windi.


Bu Windi yang melihat Olivia menginjak kan kaki nya di rumah nya membuat suasana hati nya yang sangat baik hati ini berubah menjadi buram.


"Ngapain kamu disini?." Tanya Bu Windi.


"Ma, Jangan marah marah gitu dong Ma, Nanti Mama kena serangan jantung loh."Ucap Olivia dengan senyuman manis nya, senyuman yang membuat Bu Windi semakin panas kepala nya.

__ADS_1


"Berani berani nya kamu memanggil saya Mama, Wanita tidak tahu diri."Ucap Bu Windi.


"Shuttt, Ngapa sih marah marah Ma, jelas aku harus panggil Mama dong, Kan aku udah menikah dengan Mas Arman ma." Olivia memperligatkan cincin nikah nya dengan Arman.


Bu Windi mendengar Tentu saja sangat terkejut, kedua mata nay terbelalak saat mendengar pengakuan wanita yang sudah ia cap murahan.


"Jangan ngehalu kamu."Kata Bu Windi.


"Aku menghalu?, Engak lah Ma, Lihat nih foto pernikahan aku dengan Mas Arman anak Mama tersayang."Ucap Olivia lagi.


Olivia masih dengan senyuman nya dan Suara yang lembut kembali membalas Bu Windi.


"Ma, Aku datang kesini bukan mau buat Mama Marah, Aku cuman mau kasi tahu Mama, Kalau sampai Rahasia ku bocor karena Mencelakai Karina, Maka aku akan menyebarkan tentang pernikahan ku dengan Arman, tentang perselingkuhan kami, dan aku juga akan memberitahu Arman kalau selama ini Mama yang selalu menyuruh orang untuk mengintai Karina, Kira kira seperti apa reaksi Mas Arman, Apa lagi kalau Mas Arman tahu Kalau Mama tahu tentang kecelakaan itu dan Mama hanya diam saja."ucap Olivia dengan lembut dan pelan.


Bu Windi yang mendapatkan ancaman balik oleh Olivia. "Berani kamu ancam saya."Ucap Bu Windi.

__ADS_1


"Aku gak ancam Mama, aku hanya mengajak Mama untuk sama sama menutup mulut saja."Balas aolivia.


"Heh kamu kira Arman akan percaya ucapan kamu."Ucap Bu Windi.


"Tentu saja dia percaya, karena Mama yang selalu bersikap jahat pada Karina , lagi pula, Aku sekarang...."Olivia mengelus perutnya yang sudah menampakkan tonjolan walau kecil.


"Aku sedang mengandung cucu untuk Mama."Ucap Olivia lagi, Wanita itu lalu tertawa, Sementara muka Bu Windi sudah terlihat begitu geram dengan wanita itu.


"Pergi kamu dari sini." Teriak Bu Windi.


"Iya, iya, aku akan pergi, tapi nanti aku kembali, menjadi istri dan Nyonya di rumah ini. aku pergi dulu Ma."Ucap Olivia dan melenggangkan kaki nya keluar dari rumah Bu Windi, lalu masuk ke dalam mobil.


Di mobil Olivia menghela nafas berat, Rasa sesak itu menumpuk di dada nya, karena ia sejak tadi mencoba untuk kuat dan garang agar penekanan nya pada Bu Windi lebih terasa.


Lalu setelah nya wanita itu tertawa di dalam mobil, apalagi saat ia melihat Reaksi Bu Windi yang begitu takut dan khawatir.

__ADS_1


"Kalau aku hancur, Maka kita akan hancur bersama."Ucap Windi.


__ADS_2