
"Bayu, Apa kau sudah menikah?."Tanya Karina.
"Sudah." balas Bayu.
"Oh." Karina membulatkan bibirnya.
"Aku tidak tertarik pada mu, jadi jangan terlalu berharap."Ucap Bayu.
Karina menghela nafas berat dan memutar bola mata malas nya, ia tersenyum sedikit tertawa kala mendengar perkataan Bayu yang begitu pede nya.
"Tolong lah jangan terlalu pede, aku takut kau malu, aku bertanya bukan karena aku berharap, aku hanya tak ingin ada kesalah pahaman kau mengantar ku pulang."Ucap Karina.
"Begitu kah?." Karina mengangguk mengiyakan.
"Jadi tolong jangan terlalu pede, itu tidak baik untuk kesehatan."Ucap Karina mengucapkan dengan malas.
Sosok Bayu kadang kala rasa nya sangat baik, tapi juga kadang menyebalkan.
"Kalau kau bukan bos ku, aku bahkan tak mau duduk 1 mobil disini dengan mu."Batin Karina.
"Sudah sampai."
"Terima kasih sudah mengantar ku, Lain kali kau tidak usah mengantar ku lagi, aku bisa pulang dengan Angkutan umum."Ucap Karina.
"Kamu tidak takut?."
__ADS_1
"Tidak, lagian aku tak punya barang berharga, Aku pun lebih takut istri mu salah paham dari pada takut yang lain."Ucap Karina.
Bayu mengangguk mengiyakan. "Baiklah kalau itu mau mu."Balas Bayu lalu menjalan mobil nya meninggalkan rumah Karina.
"Aku harap dia tidak seperti Mas Arman."Batin Karina.
•••
Keesokan hari nya.
Karina melayani pembeli, Intan yang sudah selesai dengan kerjaan nya pun mampir ke Cafe Karina bersama Selin.
Karina melihat sekitaran, dan melihat Cafe yang ramai sekali. bahkan tempat duduk semua nya hampir habis.
"Iya, meski agak capek, tapi harus di syukuri, rejeki."ucap Karina mengembangkan senyuman nya.
"Iya."
"Tapi Bayu mana sih, tumben ga keliatan, biasa ada disini dia temani si cantik."goda Intan. Selin yang mendengarnya tertawa tanpa suara.
"Udah deh, jangan jahil, Bayu itu nikah."Ucap Karina sembari ia mengelap meja.
"Apa, seriusan?." Intan dan Selin terkejut dan menatap Karina dengan serius. namun wanita itu tampak biasa saja sembari mengelap Bumeja.
"Kamu tahu dari Rin?." Tanya Intan.
__ADS_1
"Aku dengar dari nya lansung."Balas Karina.
Intan dan Selin menghela nafas lemas karena berharap Bayu bisa menjadi teman dekat dengan Karina, melihat sikap Bayu yang baik membuat harapan besar bagi kedua sahabat Karina itu.
•••
Bayu datang ke cafe ketika jam sudah malam, dengan pakaian kantor nya ia menghampiri Karina.
"Bagaimana hari ini?." Tanya Bayu pada Karina, menatap wanita itu menunggu jawaban nya.
"Hari ini lumayan rame."Balas Karina.
"Bagus lah kalau begitu, beberapa hari kedepan aku tidak akan ada disini, aku akan keluar kota bersama istri ku. kau tidak apa-apa kan sendirian?." Tanya Bayu.
"Tidak apa-apa, kan ada yang lain juga, aku tidak sendiri."balas Karina. Bayu mengangguk dan mengambil menu saat melihat pelanggan baru datang dan duduk.
Karina melihat Bayu, ia merasa Bayu seperti memperjelas kan dirinya telah menikah karena terus menyebut istri dan istri.
"Apa dia takut aku mengoda nya?, Astaga, Aapa yang aku pikirkan, Bayu belum tentu memikirkan hal itu."Batin Karina.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.
Makasih semua nya 🙏
__ADS_1