
Di rumah sakit.
Sisi Pun di periksa Oleh dokter dan Di haruskan menginap di rumah sakit. Karina duduk di samping putri nya mengkhawatirkan Sisi, menatap Putri kecil yang terbaring lemas, membuat Karina sedih karena putri nya ternyata terkena tipes.
"Sisi akan baik-baik saja."Ujar Bayu. Karina mengangguk dengan senyuman tipis nya.
Saat di rumah sakit, keadaan Sisi pun semakin baik, panas nya tidak lagi begitu panas seperti sebelum nya.
"Om Bayu kenapa lama baru pulang?." Tanya Sisi pada Bayu yang duduk di samping nya. Karina pun agak terkejut mendengar hal itu, apa putri nya merindukan Bayu dan menunggu pria itu kembali.
"Kamu merindukan ku?"Tanya Bayu mewakili perasaan Karina saat ini yang ingin menanyakan hal yang sama pada putri nya.
Sisi menganggukkan kepala nya.
"Sisi main sendiri di tempat kerja Mama, Mama kan sibuk."Ucap Sisi.
__ADS_1
Bayu mengangkat kepala nya menatap Karina yang kini merasa sangat bersalah pada Putri nya, kesibukan nya membuat putri nya merasa kesepian.
Air mata Karina menetes, namun lekas ia memalingkan wajah nya agar tidak di lihat Bayu dan Sisi, Namun Bayu sudah melihat nya.
"Baiklah, Kalau begitu Sisi harus cepat sembuh, nanti Om Bayu akan menemani Sisi terus."Ujar Bayu.
Sisi dengan semangat menganggukan kepala nya.
Setelah Sisi tidur, Bayu pun mengajar Karina untuk bicara. "Apa sesibuk itu di Cafe?." Tanya Bayu dengan pelan agar tidak ada penekanan dalam pertanyaan nya itu.
"Kita sudah memiliki banyak pelayan Karina, Kenapa kamu harus menyibukkan diri dan melupakan Sisi?." Tanya Bayu lagi
Karina terdiam sebentar. lalu ia menangis, merasa bersalah karena telah mengabaikan putri nya hingga merasakan kesepian seperti ini.
"Aku menyibukkan diri ku karena aku berusaha melupakan Arman, Hati ku terlalu sakit karena hal Itu Bay, Aku masih belum bisa melupakan Arman." Ucap Karina dengan suara yang pelan dan lirih.
__ADS_1
"Sudah lah, Aku mengerti, kalian sudah bersama beberapa tahun, itu bukan hal yang mudah." Bayu memeluk Karina, Karina yang sedang memerlukan pelukan pun memeluk Bayu dengan erat, Sejenak melupakan status pria yang ada di depan nya itu.
Beberapa hari di rumah Sakit, Bayu menemani Karina dan Sisi, Sisi pun kini sudah baikan dan sudah di perbolehkan pulang.
Sebelum pulang, Karina membereskan pakaian mereka, Bayu pun tampak bercanda dengan putri nya, Bagaimana Bayu bergurau dengan Sisi, mengingatkan ia dengan sosok Arman yang juga sangat menyayangi putri mereka. Meski tidak sebaik sikap Bayu, Tapi Arman adalah ayah yang mencintai putri nya.
•••
Saat pulang, Karina pun membawa sisi pulang bersama Bayu, Sisi tidak ingin turun dari pelukan Bayu, membuat Karina tersenyum diam-diam melihat pemandangan di depan nya.
Saat sampai di rumah, Karina membawa sisi ke dalam kamar dan mengistirahatkan nya.
Karina menatap putri nya tanpa sadar Bayu ada di belakang nya, Hingga saat ia membalikan tubuh nya, Ia lansung menempel pada tubuh pria itu, Bayu pun dengan sigap memeluk Karina yang hampir jatuh karena menabrak nya.
Sejenak kedua mata itu saling menatap begitu lama, nafas Karina tiba-tiba saja begitu sesak. wajah nya mereka begitu dekat, ada dorongan untuk berciuman, namun Karina cepat menyadari kalau itu tidak boleh, dan mereka tidak melakukan nya.
__ADS_1