
Bayu membawa Karina bersama keluarga nya ke cafe yang ia janjikan untuk di urus Oleh Karina, cafe nya sangat besar, lebih besar yang yang Karina bayangkan.
Kamu hanya perlu mengurus keuangan dan memastikan stok toko selalu ada, Selebihnya ada 3 pelayan yang akan membuat minuman melayani pelanggan dan 1 Chef untuk membuat makanan.
"Chef?."
"Iya, Chef."
"Ini Cafe & Resto. bagaimana menurutmu?." Tanya Bayu.
"Kalau aku disini, kau?."
"Aku banyak kerjaan Karina, Aku menyuruh mu bukan karena kasihan, karena kalau bukan kau, aku akan mengajak temanku yang lain."Ucap Bayu.
Karina mengigit bibir nya, terkadang Ia merasa Bayu baik, tapi kadang menyebalkan. Karina hanya membalas dengan senyuman tipis dan anggukan.
"Tapi Sisi..." Karina pun bermaksud bertanya apa kah Ia boleh membawa sisi kesini.
"Ayo ikut dengan ku." Ajak Bayu sebelum Karina menyelesaikan pertanyaan nya.
Wanita itu berjalan mengikuti laki-laki itu hingga tiba di sebuah ruangan. ruangan itu begitu cantik, ia tak mengerti untuk apa ruangan ini, Namun sisi sudah ada di dalam bermain dengan mainan yang begitu banyak, yang entah sejak kapan mainan sudah ada disana, namun kata kata Bayu membuat Karian mengerti.
"Ini ruangan untuk mu beristirahat saat lelah, Sisi kau boleh membawa nya kalau kau mau, dia bisa bermain di ruangan ini untuk istirahat kalau dia lelah. aku tak masalah kau membawa sisi, aku percaya kau bisa mengatasi Usaha ini."Ucap Bayu.
"Terima kasih."
__ADS_1
Bayu mengangguk lalu ia berjalan kembali keluar.
•••
keesokan hari nya.
Karina pun pindah kerumah baru yang di sediakan bayi untuk nya, di temani kedua orang tua nya. Sebelum masuk ke mobil, Karina melihat rumah yang sudah ia tinggali beberapa tahun lama nya, Kini harus ia tinggalkan bersama kenangan manis, pahit dan yang menyakitkan itu.
"Ayo nak." Ajak Bu Ningsih masuk mobil.
"Nak Bayu, Apa boleh Ibu dan Bapak menginap di rumah Nak Bayu yang di tepati Karina selama beberapa hari?." Tanya Bu Ningsih pada Bayu yang mengemudikan mobil.
"Jangan kan beberapa hari buk, Berbulan bulan dan selama nya pun tidak apa-apa, Rumah itu sekarang milik Karina, Dia mau bawa siapa pun tidak masalah."Ucap Bayu.
"Terima kasih nak Bayu, Kamu memang pria yang baik."Ucap Bu Ningsih. Bayu mengangguk dan tersenyum.
•••
Arman yang datang untuk menemui Karina dan orang tua nya pun membunyikan bel rumah, tapi ia tak mendapatkan jawaban dari dalam, ia memiliki kunci cadangan, ia pun membuka pintu itu untuk masuk ke dalam.
Rumah tampak sepi, Karina Tidak membawa apa pun peralatan rumah, hingga membuat Arman tidak sadar kalau Karina telah pindah, Laki-laki itu masuk ke kamar, di kamar ia baru menyadari kalau kamar sedikit berantakan, dan Karina bukan orang yang seperti itu.
Saat ia masuk, pintu lemari yang terbuka memberikan nya jawaban, Karina telah pergi.
"Karina, kanu kemana?." Batin Arman.
__ADS_1
Ia lekas menghubungi Karina namun tidak aktif, ia pun menghubungi no Bu Ningsih, Bu Ningsih mengangkat telefon dari Arman.
"Hallo Buk, Ibu lagi dimana dengan Karina?."Tanya Arman mencoba untuk tenang.
"Kami sudah pindah, sampai kan pada ibu mu itu, Dia pasti sudah puas setelah kami pindah."Ucap Bu Ningsih.
Karina yang mendengar pun sudah bisa menebak kalau Itu dari Arman.
"Bu, matikan saja Buk."Ucap Karina.
Bu Ningsih dengan kesal mematikan sambungan telefon.
"Bu."
"Buk. Hallo Buk."
"Buk." Teriak Arman dengan putus asa.
Ia duduk di lantai dengan sedih, karena Karina kini sudah pergi dari sini.
"Mama, Ini pasti karena Mama." Ucap Arman dengan geram.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.
__ADS_1
Makasih semua nya 🙏