
Dering telefon
Karina yang sedang membersihkan meja mendengar dering ponsel nya. Ia pun lekas melihat ponsel nya dan melihat Bayu yang menghubungi nya.
"Hallo?."
"Karina, apa semua baik baik saja?." Tanya Bayu.
"Iya."
"Kau sudah pulang?." Tanya Bayu, Karina melihat ke arah jam dinding.
"sebentar lagi."
"Kau dengan sisi?."
"Iya."
"Lebih baik menginap di Cafe hari ini, tidak aman mengajak anak kecil pulang malam "
"aku rasa kami akan pulang Bay, Lagi pula, Sisi harus terbiasa dengan keadaan ini, setelah Ibu dan Bapak ku pulang."Balas Karina.
"Kau bisa bawa mobil?." Tanya Bayu, Karina mengerutkan kening nya dengan pertanyaan Bayu saat ini. namun ini masih menjawab dengan ragu.
"Bisa."
"Kalau begitu, Tunggu 10menit lagi."Ucap Bayu.
"Tapi kamu mau apa Bay?." Tanya Karina, Tapi Bayu sudah mematikan sambungan telefon nya lebih dulu.
"Bayu..., Apa lagi yang ingin kamu lakukan, Bagaimana nanti cara nya aku membalas kebaikan mu."Batin Karina.
__ADS_1
10 Menit kemudian.
2 buah mobil datang di depan Cafe Karina, Awal nya Karina mengira itu adalah pelanggan, ia pun segera menghampiri untuk mengatakan pada mereka kalau Cafe ini akan tutup.
"Apa anda Nona Karina?." Tanya seseorang.
Mendengar orang itu tahu nama nya, Karina sejenak diam, sebelum akhirnya ia menjawab.
"Iya, saya sendiri."
"Pak Bayu meminta kami mengantarkan mobil untuk anda, silakan pilih salah satu nya Nona."Ucap Orang itu sembari menunjuk ke arah mobil dengan warna Putih dan Merah.
"Tapi aku tidak bisa menerima nya."
"Kami hanya di tugaskan Nona, silakan pilih." Seolah tak mau mendengar kata penolakan dari Karina. mereka memberikan kedua kunci itu untuk Karina.
"Yang Putih saja."Kata Karina tak ingin menerima kedua nya.
"Lalu kalian masih disini?."
"Pak Bayu meminta kami untuk menemani anda sampai Kedai anda tutup dan memastikan Anda sampai ke rumah dengan selamat."Ucap Nya lagi.
Karian menghela nafas mendengar hal itu, namun ia tak mengatakan apa pun selain mengangguk, karena percuma saja bicara dengan mereka untuk meminta mereka pulang, mereka tidak akan mendengar kan.
Karina masuk untuk mengambil ponsel nya, dan menghubungi Bayu.
namun Bayu tidak mengangkat telfon dari nya. entah sengaja karena tahu Karina akan menolak, atau memang Bayu sedang sibuk.
•••
Di tempat lain.
__ADS_1
Olivia mengajak Arman bertemu, Kedua nya duduk di sebuah restoran untuk makan malam romantis berdua.
"Mas, ada sesuatu yang ingin ku katakan."Ucap Olivia.
"Iya."
"Kalau aku tidak lagi bekerja, apa kamu akan menikahi ku mas?." Tanya Olivia.
Arman terdiam dengan sorot mata nya ke bawah, lalu ia menatap Olivia untuk memastikan Olivia serius dalam perkataan nya.
"Kenapa tiba-tiba membahas ini?." Tanya Arman."
"Mas, Aku hamil mas, Hamil anak kita."Kata Olivia yang membuat Arman sangat terkejut.
"Hamil?".
"Iya Mas, Mas Arman janji kan akan menikah ku."
Arman mengambil minuman dan meminum nya, menenangkan diri nya dengan apa yang barusan ia dengar.
"Mas Arman ga mau nikahi aku?, gak mau tanggung jawab mas?."
"Bukan seperti itu Sayang, tapi Aku belum bisa menikahi mu secara sah, hanya bisa menikahi mu secara siri, kau tahu kan, Bagaimana keras nya ibu ku ."Tutur Arman.
Olivia lalu memegangi tangan Arman. menenangkan laki-laki itu.
"Tidak apa-apa Mas, yang penting kita menikah, Untuk anak kita, soal Ibu mas Arman, Aku yakin, Mama mas Arman suatu hari akan merestui hubungan kita."Ucap Olivia.
Arman tersenyum canggung, lalu mengangguk.
Pernyataan kehamilan Olivia sungguh membuat nya terkejut, Ia ingin Karina kembali, tapi ia sudah menerima kabar ia akan miliki anak kembali.
__ADS_1
Arman sementara hanya bisa mengiyakan keinginan Olivia, selain Karena ia ingin Olivia keluar dari kantor nya, paling tidak semua itu bisa membuat Ibu nya dan Karina percaya kalau Olivia sudah tidak lagi bekerja dengan nya.