
Olivia Merasa cemas saat ia belum tahu kondisi Karina saat ini, Apa wanita itu sudah mati, Atau dia baik baik Saja.
Kemarahan nya membuat ia melakukan kebodohan yang membuat nya mungkin akan dalam masalah, Olivia merasa sangat takut Jika Ia ketahuan dan masuk penjara.
Ting Tong
Suara Bel Apartemen nya mengagetkan nya, Ia pun dengan perasaan khawatir mendekati pintu dan mengintip lewat lubang di pintu, Ia merasa lega saat melihat itu adalah Arman.
Olivia membuang nafas panjang sebelum ia membuka pintu untuk menghilangkan kegugupan nya.
"Sayang."Olivia menyambut Arman dengan senyuman manis nya.
"Kenapa lama buka nya?." Tanya Arman.
"Em, Aku ketiduran, Kamu biasa nya juga pakai kunci kan."Balas Wanita itu.
"ketinggalan di rumah, Aku mau mengambil Map ku yang tertinggal."Balas Arman.
"Oh, iya, Aku udah simpan di laci, Tunggu ya aku ambilkan."Balas Olivia. ia segera berjalan pergi mengambil kan Barang Arman. Sementara Arman menunggu sembari mengambil segelas Air untuk menyegarkan dahaga nya.
__ADS_1
Arman melihat kunci mobil Olivia di atas meja. "Apa kamu tadi keluar?." Tanya Arman. karena biasa nya kunci mobil Olivia selalu di gantung di samping pintu.
"Iya sayang, Aku jenuh di sini, Makanya cari angin di luar."Balas nya beralasan.
"Kamu harus hati hati, Apa lagi kamu sekarang lagi hamil. jaga diri mu selama aku tidak ada."Kata Arman.
"Iya Mas."Balas Olivia melebarkan senyuman nya.
Arman melihat Olivia namun ia tidak menunjukkan senyuman nya sama sekali, hubungan yang sebenarnya tidak ia inginkan sampai ke jenjang ini, Namun mengingat Kehamilan Olivia, Ia hanya bisa menerima wanita itu.
"Aku pergi dulu."Ucap nya datar, Dengan sikap datar nya juga.
Meski tidak suka dengan sikap datar Arman, Olivia menghiraukan nya, Karena pikiran nya saat ini sangat kalut.
"Pasti ada yang ketinggalan lagi ya Mas."Ucap Olivia sembari membuka Pintu, Namun tanpa ia duga. itu bukan lah Arman yang kembali karena ada sesuatu yang tertinggal. melainkan itu adalah Bu Windi yang datang dengan pengawal nya.
"Mama."Ucap Olivia.
Bu Windi berjalan masuk dengan akuhnya.
__ADS_1
"Jadi kamu benar ya, Masih berhubungan dengan Arman selama ini, Kamu ini benar benar wanita yang tidak tahu diri. perempuan Murahan."Ucap Bu Windi. Olivia memutar bola mata malas nya Karena ucapan wanita tua yang menghina nya.
Bu Windi mendaratkan diri nya di tempat duduk dan menatap Olivia yang juga ikut duduk.
"Buat Apa anda datang kesini?." Tanya Olivia.
Bu Windi tersenyum dan mengeluarkan sebuah Foto. foto kecelakaan Karina. Melihat Itu mata Olivia membulat besar, perasaan nya mendadak tidak tenang.
"Apa maksud nya ini?, saya tidak mengerti." Tanya Olivia.
Bu Windi tertawa. "Jangan pura pura, Saya tahu kamu yang sudah mencelakai Karina. saya tahu kamu yang mengendarai mobil itu dan mengikuti Karina."Ucap Bu Windi.
Olivia membeku, Entah bagaimana Bu Windi bisa tahu, Namun saat ini, Ia masih mencoba untuk tenang.
"Jangan sembarangan menuduh."Balas Olivia.
"saya memiliki banyak bukti untuk memenjarakan kamu, tapi jika kamu segera meninggalkan Arman dan pergi dari kehidupan Putra ku, Maka saya akan menutup mulut ku rapat rapat."Ancam Bu Windi.
"Bukti apa?." Tanya Olivia. Bu Windi mengabaikan nya.
__ADS_1
"Jika dalam Minggu ini, saya masih melihat Kamu berhubungan dengan Arman, maka kamu siap siap saja."Ucap Bu Windi tanpa menjawab Rasa penasaran Olivia.
Bu Windi lalu beranjak dari duduk nya meninggalkan Olivia yang terdiam membeku, Saat Bu Windi pergi, Air mata nya menetes.